Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

03 Oktober 2016

Ternyata Harga Rokok Cuma Naik Segini

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Masih ingat isu kenaikan harga rokok Rp50 ribu?
Rupanya pemerintah sudah menetapkan kenaikan harga baru produk bercukai ini.
Hebohnya harga rokok menjadi kisaran Rp50 ribu mendapat tanggapan beragam.
Ada yang setuju, ada pula yang menolak.
Awalnya pemerintah mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus.
Oleh karena itu, penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok akan dikaji.
"Cukai rokok belum kami diskusikan lagi, tetapi kami kan biasanya setiap tahun ada penyesuaian tarif cukainya," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016).
Selama ini, harga rokok di bawah Rp 20.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia.
Hal tersebut membuat orang yang kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.
Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan setuju dengan wacana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus.
Ia yakin apabila harga rokok naik akan dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok.
Menurut Ade, rokok merupakan musuh bangsa yang sudah disadari semua orang.
Kemendag masih akan melihat lebih jauh rencana kenaikan tarif cukai rokok.
Setelah besarannya diketahui, barulah dampaknya bisa diperkirakan.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum bisa memastikan seberapa besar dampak kenaikan cukai rokok terhadap kenaikan harga rokok.
"Kalau naiknya hanya Rp 1.000 tidak ada dampaknya. Kalau Rp 50.000 kita belum tahu, kan belum diputuskan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan.
Pemerintah sudah menargetkan pendapatan cukai dalam RAPBN 2017 sebesar Rp 157,16 triliun atau naik 6,12 persen dari target APBN Perubahan 2016 sebesar Rp 148,09 triliun. Sumber: TribunStyle.com

30 September 2016

Saham-saham perbankan menyeret bursa Asia

Kontak perkasa - Bursa saham Asia memerah ikut tersengat atas krisis finansial Deutsche Bank AG, Jumat (30/9). Sehingga memacu aksi jual di saham-saham finansial global.

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9% menjadi 140,05 pada 09:07 pagi di Tokyo,. Indeks saham finansial Asia paling membebani Indeks acuan, jatuh sebanyak 1% karena Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group Inc dan Australia Termasuk Commonwealth Bank of Australia melampaui penurunan diantara perusahaan pemberi pinjaman.

Indeks Topix turun 2% karena yen diperdagangkan pada 101,20 per dollar setelah menunjukkan laporan harga konsumen yang turun untuk bulan keenam pada bulan Agustus. Saham Deutsche Bank di AS merosot ke level terendah, yang menyeret saham finansial lebih rendah setelah pemberitaan Bloomberg News.

Laju bursa saham Asia menuju kuartal terbaik sejak 2012 menghadapi tantangan karena meningkatnya kekhawatiran atas masalah yang muncul di Deutsche Bank dan US Wells Fargo & Co, atas resiko dampak sistemik terhadap keuangan global.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7 %. S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,5 %. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru turun 0,4 %. (source: kontan.co.id)

kontak perkasa futures makassar

29 September 2016

OPEC sepakat kurangi produksi, era harga minyak mahal mulai | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR


PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - OPEC pada Rabu waktu setempat menyepakati pengurangan produksi minyak untuk pertama kalinya sejak 2008 ketika Arab Saudi melunakkan sikapnya terhadap seterunya Iran di tengah semakin meningkatnya tekanan akibat rendahnya harga minyak.

Dua sumber pada organisasi negara-negara pengekspor minyak OPEC mengatakan organisasi ini akan memangkas produksi pada 32,5 juta barel per hati dari produksi sekarang 33,24 juta barel per hari.

Berapa banyak masing-masing negara akan memproduksi minyak akan ditentukan pada pertemuan resmi OPEC November nanti ketika permintaan untuk pengurangan produksi juga dimintakan kepada negara-negara non OPEC seperti Rusia, kata dua sumber tadi.

Harga minyak merangsek naik lebih dari 5 persen pada di atas 48 dolar AS per barel setelah hasil pertemuan tidak resmi OPEC di Aljazair yang mengejutkan para pedagang. Tetap saja banyak yang menginginkan detail kesepakatan informal itu.

"Kami belum tahu siapa akan memproduksi apa. Saya ingin mendengarkan dari mulut menteri perminyakan Iran bahwa dia tidak ingin kembali ke level pra-sanksi. Bagi Saudi, langkah itu jelas melawan kebajikan konvensional terhadap apa yang mereka katakan," kata Jeff Quigley, direktur pasar energi Stratas Advisors yang berbasis di Houston.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan Selasa silam bahwa Iran, Nigeria dan Libya akan diperbolehkan memproduksi pada tingkat maksimum yang masuk akal sebagai bagian dari setiap pembatasan output yang akan dicapai pada awal pertemuan OPEC nanti November.

Itu merupakan pergeseran strategi Riyadh yang sudah mengatakan akan mengurangi output demi menekan banjir minyak jika semua negara OPEC dan produsen non-OPEC mengikuti Saudi.

Iran meminta dikecualikan dari pembatasan produksi itu karena produksi minyaknya baru pulih kembali setelah sanksi Uni Eropa dicabut belum lama tahun ini.

Perekonomian Saudi dan Iran sebagian besar tergantung kepada minyak namun di bawah lingkungan pasca-sanksi, Iran merasa tertekan oleh terpangkasnya harga minyak sampai separuhnya sejak 2014 dan perekonomiannya seharusnya berekspansi sampai 4 persen tahun ini, kata IMF.

Di sisi lain, Riyadh menghadapi tahun kedua defisit anggaran setelah mencapai rekor 98 miliar dolar AS tahun lalu, ekonomi yang stagnan dan dipaksa memangkas gaji PNS, demikian Reuters. COPYRIGHT © ANTARA 2016