Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

29 September 2016

OPEC sepakat kurangi produksi, era harga minyak mahal mulai | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR


PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - OPEC pada Rabu waktu setempat menyepakati pengurangan produksi minyak untuk pertama kalinya sejak 2008 ketika Arab Saudi melunakkan sikapnya terhadap seterunya Iran di tengah semakin meningkatnya tekanan akibat rendahnya harga minyak.

Dua sumber pada organisasi negara-negara pengekspor minyak OPEC mengatakan organisasi ini akan memangkas produksi pada 32,5 juta barel per hati dari produksi sekarang 33,24 juta barel per hari.

Berapa banyak masing-masing negara akan memproduksi minyak akan ditentukan pada pertemuan resmi OPEC November nanti ketika permintaan untuk pengurangan produksi juga dimintakan kepada negara-negara non OPEC seperti Rusia, kata dua sumber tadi.

Harga minyak merangsek naik lebih dari 5 persen pada di atas 48 dolar AS per barel setelah hasil pertemuan tidak resmi OPEC di Aljazair yang mengejutkan para pedagang. Tetap saja banyak yang menginginkan detail kesepakatan informal itu.

"Kami belum tahu siapa akan memproduksi apa. Saya ingin mendengarkan dari mulut menteri perminyakan Iran bahwa dia tidak ingin kembali ke level pra-sanksi. Bagi Saudi, langkah itu jelas melawan kebajikan konvensional terhadap apa yang mereka katakan," kata Jeff Quigley, direktur pasar energi Stratas Advisors yang berbasis di Houston.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan Selasa silam bahwa Iran, Nigeria dan Libya akan diperbolehkan memproduksi pada tingkat maksimum yang masuk akal sebagai bagian dari setiap pembatasan output yang akan dicapai pada awal pertemuan OPEC nanti November.

Itu merupakan pergeseran strategi Riyadh yang sudah mengatakan akan mengurangi output demi menekan banjir minyak jika semua negara OPEC dan produsen non-OPEC mengikuti Saudi.

Iran meminta dikecualikan dari pembatasan produksi itu karena produksi minyaknya baru pulih kembali setelah sanksi Uni Eropa dicabut belum lama tahun ini.

Perekonomian Saudi dan Iran sebagian besar tergantung kepada minyak namun di bawah lingkungan pasca-sanksi, Iran merasa tertekan oleh terpangkasnya harga minyak sampai separuhnya sejak 2014 dan perekonomiannya seharusnya berekspansi sampai 4 persen tahun ini, kata IMF.

Di sisi lain, Riyadh menghadapi tahun kedua defisit anggaran setelah mencapai rekor 98 miliar dolar AS tahun lalu, ekonomi yang stagnan dan dipaksa memangkas gaji PNS, demikian Reuters. COPYRIGHT © ANTARA 2016


28 September 2016

Bursa saham Tokyo dibuka turun karena Yen menguat | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada Selasa, tertekan penurunan di bursa-bursa utama luar negeri ditambah dengan penguatan yen terhadap dolar AS yang membuat suasana pasar suram.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo turun 255,60 poin atau 1,54 persen dari penutupan Senin menjadi 16.288,96.

Sementara itu, indeks Topix dari seluruh saham papan utama merosot 22,00 poin atau 1,65 persen menjadi diperdagangkan pada 1.313,84.

Terkecuali saham-saham pertambangan, semua kategori industri di papan utama mundur ke wilayah negatif, dengan saham-saham perbankan, asuransi dan sekuritas memimpin penurunan. COPYRIGHT © ANTARA 2016

27 September 2016

Wall Street dibuka melemah ikuti penurunan global | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Saham-saham di Wall Street dibuka lebih rendah pada Senin, karena sentimen investor tertekan oleh penurunan pasar saham secara luas di seluruh dunia.

Di Asia, saham-saham Tiongkok jatuh pada Senin, dengan indeks saham Shanghai anjlok di bawah level psikologis 3.000 poin. Indeks komposit Shanghai turun 1,76 persen menjadi 2.980,43 poin, lapor Xinhua.

Saham-saham di Jepang menderita kerugian besar pada Senin karena yen menguat, dengan indeks Nikkei-225 turun 1,25 persen.

Pasar ekuitas Eropa juga diperdagangkan melemah tajam pada Senin di tengah ketidakpastian global, dengan indeks acuan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt merosot hampir dua persen.

Sementara itu, harga minyak berada dalam fokus, yang diperdagangkan sekitar dua persen lebih tinggi di awal perdagangan Senin, karena produsen terbesar di dunia berkumpul di Aljazair untuk membahas cara-cara mendukung pasar.

Tak lama setelah bel pembukaan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 111,42 poin atau 0,61 persen menjadi 18.150,03. Indeks S&P 500 kehilangan 12,17 poin atau 0,56 persen menjadi 2.152,52, dan indeks komposit Nasdaq turun 36,14 poin atau 0,68 persen menjadi 5.269,61.

Pada hari Jumat, saham AS berakhir lebih rendah karena investor mencari alasan untuk mengunci keuntungan setelah rebound tiga hari. 
COPYRIGHT © ANTARA 2016