Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

27 Oktober 2015

Wall Street naik tajam dengan Nasdaq melonjak 2,3 persen

KONTAK PERKASA FUTURES -  Wall Street berakhir naik tajam pada Sabtu pagi, menyusul laba kuat dari Microsoft, induk perusahaan Google, Alphabet dan Amazon, yang mendorong Nasdaq terangkat di atas 5.000 poin untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Indeks komposit teknologi Nasdaq melonjak 111,82 poin (2,27 persen) menjadi ditutup 5.031,86, pertama kali ditutup di atas 5.000 poin sejak 19 Agustus, lapor AFP. Dow Jones Industrial Average berakhir naik 157,54 poin (0,90 persen) menjadi 17.646,70, sedangkan S&P 500 naik 22,64 poin (1,10 persen) menjadi 2.075,15. Microsoft melonjak 10,1 persen, Alphabet naik 7,7 persen dan Amazon bertambah 6,2 persen, setelah ketiga raksasa teknologi itu secara mengagumkan membukukan keuntungan yang lebih tinggi, serta kenaikan pendapatan besar untuk Alphabet dan Amazon. Perasaan yang baik tentang laba dari ketiga perusahaan ini mengangkat saham teknologi besar lainnya, termasuk Apple naik 3,1 persen, Facebook bertambah 2,5 persen dan Netflix menguat 2,8 persen. Bahkan Yahoo, yang melaporkan laba mengecewakanpun pada awal minggu ini, naik 4,7 persen, sementara IBM, perusahaan lain yang labanya tertinggal, menguat 0,4 persen.Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tercatat di AS,ALIBABA melonjak 6,5 persen dan perusahaan pencari internet Baidu naik 2,7 persen, diuntungkan dari kedua sentimen positif terhadap saham teknologi dan langkah bank sentral Tiongkok (PBoC) untuk menurunkan suku bunga acuan. Saham-saham bank besar didorong lebih tinggi, termasuk JPMorgan Chase naik 1,1 persen, Citigroup bertambah 2,2 persen dan Bank of America menguat 2,2 persen. Perusahaan obat kontroversial Valeant Pharmaceuticals International menguat 5,7 persen, memulihkan beberapa kerugian di dua sesi sebelumnya setelah laporan penelitian menuduh perusahaan menggelembungkan angka penjualan. Sejumlah perusahaan yang mengalami penurunan setelah melaporkan hasil yang mengecewakan, termasuk pembuat sepatu Skechers jatuh 31,5 persen, perusahaan radio daring Pandora Media terjun 35,4 persen, perusahaan cybersecurity Fortinet menukik 19,3 persen dan perusahaan pembuangan limbah Stericyle jatuh 19,3 persen. Anggota Dow Procter & Gamble naik 2,9 persen setelah melaporkan laba dari operasi yang dilanjutkan diterjemahkan ke dalam 98 sen per saham, tiga sen lebih baik dari ekspektasi para analis.Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun naik menjadi 2,08 persen dari 2,02 persen pada Kamis, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,90 persen dari 2,86 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

26 Oktober 2015

Harga emas turun karena Tiongkok pangkas suku bunga

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Sabtu pagi, karena Tiongkok mengurangi rasio persyaratan cadangan dalam sebuah langkah untuk menstabilkan pasar global.Menurut Xinhua, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 3,3 dolar AS, atau 0,28 persen, menjadi berada di harga 1.162,80 dolar AS per ounce.Emas berada di bawah tekanan pada Jumat karena pasar memperoleh kepercayaan setelah bank sentral Tiongkok (PBoC), memotong rasio persyaratan cadangan bank dan memangkas suku bunga acuannya. Para analis mengatakan pemotongan itu diperlukan dan kemungkinan akan membuat lebih banyak likuiditas dan menstabilkan ekspektasi pasar.Logam mulia juga di bawah tekanan tambahan ketika indeks dolar AS naik pada Jumat.Perak untuk pengiriman Desember turun satu sen, atau 0,06 persen, menjadi ditutup pada 15,827 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 11,2 dolar AS, atau 1,11 persen, menjadi ditutup pada 1.001,70 dolar AS per ounce.

Harga minyak dunia makin jatuh

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak kembali turun pada Sabtu pagi, di tengah sedikit tanda akan berakhirnya situasi kelebihan pasokan minyak mentah global.Menurut AFP, di perdagangan New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berakhir pada 44,60 dolar AS per barel, turun 78 sen dari sehari sebelumnya dan jatuh 2,02 dolar AS penutupan Jumat sebelumnya.Di perdagangan London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan sembilan sen menjadi menetap di 47,99 dolar AS per barel, setelah jatuh ke serendah 47,45 dolar AS. Seminggu yang lalu Brent ditutup pada 49,93 dolar AS per barel.Harga minyak mentah di kedua pasar tenggelam setelah Tiongkok memangkas suku bunganya lagi yang dinilai sebagai sinyal kekhawatiran lebih besar atas pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua dunia itu."Ini adalah hari skizofrenia untuk komoditas," kata analis CMC Markets Jasper Lawler. "Ada reli awal karena prospek meningkatnya permintaan di Tiongkok setelah bank sentral Tiongkok memangkas suku bunganya." "Ini diikuti oleh pembalikan cepat lebih rendah pada kesadaran bahwa lima penurunan suku bunga sebelumnya tidak bekerja -- dan justru langkah kebijakan itu hanya berfungsi untuk membuktikan perekonomian Tiongkok dalam kesulitan. " "Kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi Tiongkok terus memukul harga-harga komoditas," kata Sanjeev Gupta, yang mengepalai praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan jasa profesional EY. Fawad Razaqzada dari perusahaan perdagangan Gain Capital mengatakan gambaran keseluruhan minggu ini pasar masih kelebihan pasokan yang kemungkinan akan lebih penuh lagi ketika ekspor minyak mentah Iran melonjak setelah embargo Barat atas negara dicabut.Harga minyak terpukul pada Rabu setelah Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak komersial negara itu melonjak delapan juta barel menjadi 476,6 juta barel pada minggu yang berakhir 16 Oktober.Sementara itu, jumlah rig Baker Hughes North American yang dirilis Jumat menunjukkan hanya penurunan kecil dalam pengeboran AS, sehingga produksi tetap tinggi."Pada seminggu ini, tampak pembeli seperti kembali ke permainan karena harga minyak berhasil melambung dalam intra-hari baru-baru ini," kata Razaelqzada. "Namun, mereka terbukti hanya reli penyesuaian posisi dan keyakinan meningkat setelah persediaan minyak komersial AS naik tajam selama dua minggu berturut-turut," katanya kepada AFP. Selain itu, ia mengatakan, "penguatan dolar telah membebani emas hitam yang dihargakan dalam unit AS." Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat, karena data ekonomi yang keluar dari negara itu lebih baik dari perkiraan.