KONTAK PERKASA FUTURES - Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan, menguat 99 basis poin menjadi 6,3986 terhadap dolar AS pada Jumat, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok. Menurut Xinhua, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Sebelumnya, Bank sentral Tiongkok, Peoples Bank of China (PBoC), mereformasi sistem pembentukan nilai tukar pada 11 Agustus menjadi lebih mencerminkan perkembangan pasar dalam nilai tukar yuan Tiongkok terhadap dolar AS. Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar setiap hari kerja dan juga mengacu pada tingkat penutupan pada hari sebelumnya, dalam hubungannya dengan kondisi penawaran dan permintaan serta pergerakan mata uang utama.
28 Agustus 2015
Saham Tokyo naik 2,4 persen setelah wall street melonjak
Agustus 28, 2015
Nikkei 225
KONTAK PERKASA FUTURES - Bursa saham Tokyo naik 2,4 persen pada pembukaan perdagangan Jumat, setelah data ekonomi AS yang bagus. membuat indeks saham Wall Street melonjak serta meneruskan kenaikan saham global. Sebelumnya juga terjadi lonjakan di pasar saham Tiongkok. Menurut AFP, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 445,58 poin menjadi 19.020,02, dalam beberapa menit setelah bel pembukaan. Kenaikan di Tokyo terjadi setelah Dow Jones Industrial Average naik 2,27 persen pada Kamis, menyusul laporan Departemen Perdagangan yang menyatakan bahwa ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,7 persen dalam kuartal kedua, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal 2,3 persen. "Di tengah kekhawatiran atas prospek ekonomi global, pertumbuhan sehat PDB AS mendukung pasar," Nobuyuki Fujimoto, analis pasar senior di SBI Securities, mengatakan kepada Bloomberg News. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 10 persen pada Kamis setelah data ekonomi AS yang kuat meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi dan pengguna minyak bumi terbesar di dunia itu. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melonjak 3,96 dolar AS menjadi 42,56 dolar AS per barel. Sesaat sebelum pembukaan perdagangan Jumat, data resmi menunjukkan bahwa inflasi Jepang turun kembali ke nol persen pada Juli, sementara belanja rumah tangga turun lagi, meningkatkan spekulasi bank sentral akan meluncurkan stimulus lagi, dan menempatkan tekanan pada yen. Di pasar uang, dolar naik menjadi 121,07 yen, dari 121,02 yen di New York di mana ia menguat terhadap mata uang utama lainnya karena revisi naik angka PDB. Euro sedikit menguat menjadi 1,1243 dolar dan 136,11 yen, terhadap 1,1239 dolar dan 136,03 yen.
Wall Street melonjak dua hari berturut-turut
Agustus 28, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street membukukan keuntungan besar untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat pagi, setelah keluarnya data ekonomi Amerika yang menggembirakan sehingga memperpanjang reli saham-saham global yang dimulai dengan lonjakan dalam ekuitas Tiongkok. Dow Jones Industrial Average naik 369,26 poin (2,27 persen) menjadi berakhir di 16.654,77. Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 47,15 poin (2,43 persen) menjadi ditutup pada 1.987,66, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 115,17 poin (2,45 persen) menjadi 4.812,71. Departemen Perdagangan melaporkan bahwa ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,7 persen dalam kuartal kedua, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal 2,3 persen. Laporan pertumbuhan ekonomi AS juga menjadi momentum positif bursa saham Shanghai dengan kenaikan 5,34 persen, sehingga mengakhiri lima hari terburuk selama hampir dua dekade. Laporan ini juga berdampak bagus bagi bursa saham utama Eropa. "Kami telah kembali ke periode di mana volatilitas telah meningkat," kata David Levy, manajer portofolio di Kenjol Capital Management. "Kami telah melihat ayunan sangat kuat." Beberapa investor tumbuh lebih percaya diri setelah pasar AS mempertahankan kenaikan dua hari berturut-turut. "Kami berjalan melewati pekan yang sulit," kata David Kotok, kepala investasi di Cumberland Advisors. "Saya pikir kami sedang menuju posisi yang lebih tinggi."Semua 30 saham di Dow naik, dengan keuntungan sangat besar diraih Chevron yang menguat 6,2 persen, General Electric naik 4,2 persen dan Nike 3,6 persen. Saham-saham yang terkait minyak lainnya melonjak setelah harga minyak naik lebih dari 10 persen, "rebound" dari penurunan yang dalam. Perusahaan pengeboran Nabors Industries naik tajam 12,2 persen, EOG Resources naik 6,8 persen dan ConocoPhillips bertambah 5,7 persen. Saham teknologi juga menikmati keuntungan besar, termasuk Netflix naik 6,8 persen, Tesla Motors bertambah 8,1 persen serta Apple dan Facebook keduanya naik 2,9 persen. Produsen logam dan minyak Freeport-McMoRan berakhir 28,7 persen lebih tinggi karena mengumumkan pemotongan anggaran modal setelah harga komoditas lemah.
Langganan:
Postingan (Atom)













