KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir melonjak pada Selasa pagi, karena Berkshire Hathaway mengumumkan akuisisi Precision Castparts senilai 37,2 miliar dolar AS dan ekuitas terkait minyak bumi naik setelah harga minyak lebih tinggi.Dow Jones Industrial Average naik 241,79 poin (1,39 persen) menjadi ditutup pada 17.615,17, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 menguat 26,61 poin (1,28 persen) menjadi berakhir di 2.104,18, sedangkan indeks komposit teknologiNASDAQ
naik 58,25 poin (1,16 persen) menjadi 5.101,80. Berkshire menyetujui akuisisi Precision yang akan memberikan konglomerat Warren Buffett sebuah perusahaan pembuat komponen logam kompleks untuk industri kedirgantaraan, kimia serta pengolahan minyak dan gas. Saham Precision melonjak 19,1 persen, sementara saham Berkshire B turun 0,1 persen.Anggota Dow Chevron melonjak 2,6 persen, EOG Resources naik 3,4 persen dan raksasa jasa minyak Halliburton menguat 4,7 persen karena harga minyak lebih tinggit.Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management, mengatakan dia "tidak gembira" dengan keuntungan Senin, menambahkan bahwa saham-saham telah berada di "kisaran sangat sempit" dan mengalami penurunan pada pekan lalu.Raksasa internet TiongkokALIBABA
naik 2,1 persen didukung berita akan membayar 28,3 miliar yuan (4,6 miliar dolar AS) untuk kepemilikan saham hampir 20 persen di pengecer barang elektronik konsumen Suning. JD.com, pesaing Suning di yang tercatat di AS, anjlok 6,3 persen. Perusahaan microblogging Twitter melonjak 9,1 persen karena National Football League mengumumkan kesepakatan untuk menyampaikan konten resmi dari liga sepak bola Amerika pada platform Twitter. Sahamnya juga terangkat oleh berita bahwa pendiri Jack Dorsey membeli sekitar saham Twitter senilai 875.000 dolar AS. Apple, yang telah mundur di sebagian besar tiga minggu terakhir, melonjak 3,6 persen.Perusahaan media Disney naik 1,5 persen, Time Warner bertambah 2,5 persen dan Viacom meningkat 3,2 persen, seperti perusahaan energi surya, SunEdison, melonjak 4,2 persen. Semua telah mengalami penurunan mendalam pada pekan lalu. Perusahaan susu Dean Foods turun 2,9 persen ketika laba bersih kuartal keduanya datang di 26,5 juta dolar AS, dibandingkan dengan kerugian 645.000 dolar AS pada periode tahun lalu. Credit Suisse mengatakan investor menunda pembelian karena pengunduran diri tak terduga pimmpinan perusahaan Tom Davis pada Jumat lalu. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun AS naik menjadi 2,23 persen dari 2,17 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,90 persen dari 2,83 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.
11 Agustus 2015
Emas naik didukung pelemahan dolar AS
Agustus 11, 2015
Loco Gold
KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat di atas 1.100 dolar AS pada Selasa pagi, didukung melemahnya dolar AS, setelah jatuh untuk minggu ketujuh berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 10 dolar AS, atau 0,91 persen, menjadi menetap di 1.104,10 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Indeks dolar AS turun 0,43 persen menjadi 97,17 pada pukul 18.02 GMT. Indeks adalah ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar melemah maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi para investor. Harga logam mulia terganjal dari kenaikan lebih lanjut karena para pedagang bereaksi terhadap laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pada Jumat (7/8), yang menempatkan tekanan pada emas. Para analis mengatakan laporan tersebut mendukung kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve AS pada September, sehingga mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan tingkat pengembalian, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Perak untuk pengiriman September bertambah 47,1 sen, atau 3,18 persen, menjadi ditutup pada 15,292 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 27,6 dolar, atau 2,87 persen, menjadi ditutup pada 989,80 dolar AS per ounce.
Harga minyak menguat akhiri penurunan selama tiga hari
Agustus 11, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia menguat pada Senin, mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut karena beberapa analis mengatakan pelemahan komoditas itu bisa mendekati posisi terbawahnya. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 1,09 dolar AS menjadi ditutup pada 44,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman September melonjak 1,80 dolar AS menjadi menetap di 50,41 dolar AS per barel di perdagangan London. "Orang-orang pada dasarnya mencari harga yang murah," kata Michael Lynch, analis di Strategic Energy & Economic Research. "Belum ada banyak berita yang akan menjelaskannya, tapi kami sudah menurun tajam dalam minggu terakhir ini, orang-orang merasa kami dekat dengan posisi terbawah dan sudah waktunya untuk membeli." Harga minyak AS secara umum telah berada di jalur menurun sejak awal Juli, jatuh dari sekitar 60 dolar AS per barel menjadi 40-an dolar AS karena produksi tinggi dari AS dan beberapa anggota penting OPEC, serta ketidakpastian prospek permintaan. Analis Citi Futures Tim Evans mengatakan minyak menerima dukungan dari kenaikan hampir lima persen dalam indeks komposit Shanghai pada Senin, serta pembicaraan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bisa menggelar pertemuan darurat. Obrolan OPEC "lebih dari sebuah balon percobaan berulang," kata Evans. "Sampai saat ini ia (OPEC) cenderung hanya untuk mengonfirmasi bahwa negara-negara Teluk Persia termasuk Arab Saudi tidak siap untuk mempertimbangkan perubahan saja." Harga minyak juga naik setelah data menunjukkan bahwa Tiongkok mengimpor lebih banyak minyak mentah pada Juli. Tiongkok mengimpor 30,710 juta ton minyak mentah pada Juli, naik 29 persen pada tahun-ke-tahun ke rekor tinggi, menurut data yang dirilis Minggu oleh Administrasi Umum Bea Cukai. Data impor dari Tiongkok, konsumen minyak mentah utama, mendorong pasar minyak mentah. Harga minyak mentah mendapat dukungan penurunan dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin, setelah melonjak ke tertinggi empat bulan di sesi sebelumnya. Pelemahan dolar membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah dan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)














