Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

10 Juli 2015

Wall Street "rebound" ditutup naik

KONTAK PERKASA FUTURES -  Harga saham di bursa Wall Street berakhir lebih tinggi pada Jumat pagi setelah bangkit kembali dari kerugian mendalam pada sesi sebelumnya, didorong menguatnya pasar ekuitas Asia dan Eropa. Dow Jones Industrial Average naik 33,20 poin (0,19 persen) menjadi ditutup pada 17.548,62, sedangkan indeks S&P 500 naik 4,63 poin (0,23 persen) pada di 2.051,31. Nasdaq juga naik 12,64 poin (0,26 persen) pada 4.922,40. Saham-saham AS berada di wilayah positif sepanjang hari, tetapi keuntungannya tergerus sore hari. Indeks S&P 500 naik hampir 30 poin selama puncaknya pada awal sesi. "Apa yang Anda lihat hari ini adalah reli melegakan setelah hari yang sangat buruk kemarin," kata David Levy, manajer portofolio pada Kenjol Capital Management seperti dikutip AFP. Namun krisis utang Yunani dan kemunduran pasar saham Tiongkok tetap menjadi risiko terbesar, sambung Levy.

Harga emas turun setelah risalah pertemuan Fed dirilis

KONTAK PERKASA FUTURES -  Emas berjangka di divisi COMEX NEW YORK MERCANTILE Exchange berakhir lebih rendah pada Jumat pagi, setelah risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan sebelumnya dirilis. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 4,3 dolar AS, atau 0,37 persen, menjadi menetap di 1.159,20 dolar AS per ounce. Logam mulia berada di bawah tekanan setelah Komite Pasar Terbuka Federal AS merilis risalah pertemuan bulan sebelumnya. Investor mengamati dengan seksama tanda-tanda bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk pinjaman bank. Semula para investor memperkirakan kenaikan suku bunga pada Juni namun karena beberapa laporan tingkat pekerjaan yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan, perkiraan telah didorong kembali ke September. Laporan ini menyokong pendukung klaim itu. Indeks dolar AS naik 50 persen menjadi 96,69 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Perak untuk pengiriman September naik 19,8 sen, atau 1,31 persen, menjadi ditutup pada 15,361 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 13,4 dolar AS, atau 1,29 persen, menjadi ditutup pada 1.022,40 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

Harga minyak naik setelah saham Tiongkok "rebound"

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia naik pada Jumat pagi setelah serentetan kerugian, karena "rebound" saham-saham di Tiongkok agak mengurangi kekhawatiran tentang turbulensi keuangan di konsumen energi terbesar dunia itu. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 1,13 dolar AS menjadi ditutup di 52,78 dolar AS per barel, setelah jatuh 13 persen dalam lima sesi berturut-turut. Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Agustus, patokan global, berakhir pada 58,61 dolar AS per barel, meningkat 1,56 dolar AS dari tingkat penutupan Rabu. "Ini adalah hari yang baik," kata Bart Melek dari TD Securities, menunjuk ke lonjakan 5,8 persen dalam indeks komposit Shanghai. "Ada harapan bahwa minyak akan terus menguat sedikit, karena Tiongkok mengembalikan kepercayaan pasar," tambahnya. Harga-harga saham Tiongkok telah jatuh 30 persen sejak Juni, menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Keuntungan pada Kamis datang setelah tindakan terbaru pemerintah Tiongkok untuk menenangkan gejolak, termasuk tindakan menghentikan pemegang saham "besar" -- mereka yang memegang saham sedikitnya lima persen -- dari penjualan saham mereka. Sementara itu, pedagang minyak tampaknya berharap bahwa Yunani yang terlilit utang akan mencapai kesepatakan dana talangan (bailout) penting dengan para pemimpin Eropa pada akhir pekan ini. "Harga minyak kembali pada tren naik ... didukung oleh pertarungan terbaru optimisme bahwa Yunani mungkin mencapai kesepakatan utang dan kurangnya jelas kemajuan perjanjian nuklir Iran," kata Tim Evans dari Citi Futures. Kesepakatan dengan Iran akan melihat Barat mencabut sanksi ekonomi yang telah membatasi ekspor minyak negara itu, demikian AFP.