Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

01 April 2015

Wall Street jatuh pada hari terakhir kuartal pertama

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir jatuh pada Rabu pagi, menghentikan kenaikan beruntun dua hari, menutup kuartal pertama dengan catatan suram karena volatilitas di pasar ekuitas tetap tinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 200,19 poin (1,11 persen) menjadi ditutup pada 17.776,12, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 turun 18,35 poin (0,88 persen) menjadi berakhir di 2.067,89, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 46,56 poin (0,94 persen) menjadi 4.900,88. Saham-saham AS telah berfluktuasi karena investor mempertimbangkan kebijakan moneter AS, prospek Yunani untuk tinggal di zona euro dan penurunan besar dalam harga minyak. "Kami melihat peningkatan volatilitas. Investor memiliki banyak pertanyaan," kata Alan Skrainka, kepala investasi di Cornerstone Wealth Management. Data Selasa menunjukkan kenaikan kepercayaan konsumen pada Maret dan kenaikan moderat tahun-ke-tahun dalam harga rumah AS pada Januari. Saham-saham Biotek, yang telah dilihat oleh beberapa analis sebagai "overvalued", turun tajam. Biogen kehilangan 2,2 persen, Celgene turun 4,0 persen dan Gilead Sciences turun 2,5 persen. Saham-saham teknologi yang jatuh termasuk Apple turun 1,5 persen, Facebook turun 1,2 persen dan Netflix turun 1,4 persen. Operator TV kabel Charter Communications melesat 5,3 persen lebih tinggi setelah mengumumkan akan membeli Bright House Networks seharga 10,4 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham, membawanya tambahan dua juta pelanggan di Florida serta empat negara bagian AS lainnya. Johnson Controls naik 1,2 persen di tengah berita pihaknya mencapai kesepakatan untuk menjual unit yang mengkhususkan diri dalam efisiensi kerja kepada CBRE Group senilai 1,5 miliar dolar AS. Saham CBRE melonjak 6,3 persen. Perusahaan rokok Reynolds American Lorillard jatuh karena laporan mengatakan merger mereka bisa ditolak oleh regulator antitrust AS. Saham Lorillard kehilangan 1,6 persen dan Reynolds merosot 0,8 persen. Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun menjadi 1,93 persen dari 1,96 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun merosot menjadi 2,54 persen dari 2,55 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Harga emas turun tertekan penguatan dolar AS

KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Rabu pagi, karena dolar AS terus menguat setelah pasar ekuitas Eropa melemah. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 2,1 dolar AS, atau 0,18 persen, menjadi menetap di 1.183,20 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Logam mulia tertekan karena indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,36 persen menjadi 98,31 pada pukul 14.35 waktu setempat (09.35 GMT). Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika greenback naik, emas berjangka yang dihargakan dalam mata uang dolar akan jatuh karena menjadi lebih mahal bagi investor. Sebuah laporan yang dirilis pada Selasa oleh Conference Board yang berbasis di AS menunjukkan kepercayaan konsumen meningkat menjadi 101,3 pada Maret, setelah direvisi naik menjadi 98,8 pada Februari. Laporan ini lebih baik dari perkiraan dan menempatkan tekanan tambahan pada logam mulia. Selain itu, emas juga menanggapi kemungkinan meningkatnya kenaikan suku bunga tahun ini. Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan pada Jumat bahwa bergantung pada data yang dihasilkan, kenaikan suku bunga mungkin dapat dibenarkan pada tahun ini. Perak untuk pengiriman Mei turun 7,6 sen atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 16,598 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 26 dolar AS atau 2,33 persen, menjadi ditutup pada 1.143,40 dolar AS per ounce.

Minyak turun, perundingan nuklir Iran dekati tenggat waktu

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia turun pada Rabu pagi, karena kekuatan dunia dan Iran melaju untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklir Teheran yang bisa meringankan sanksi pada produsen minyak itu, menambah kelebihan pasokan global. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, melemah untuk hari ketiga berturut-turut, kehilangan 1,08 dolar AS menjadi 47,60 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan global, jatuh 1,18 dolar AS menjadi menetap di 55,11 dolar AS per barel. Perundingan maraton di Lausanne, Swiss, tampaknya akan gagal mencapai batas waktu tengah malam Selasa (22.00 GMT) untuk menyetujui garis-garis besar kesepakatan yang bisa mengarah ke pengurangan sanksi terhadap Iran didasarkan pada keyakinan bahwa Teheran sedang mengembangkan senjata nuklir. Karena batas waktu mendekati akhir Selasa, Washington mengatakan telah "cukup ada kemajuan" untuk dilanjutkan hingga Rabu. Amerika Serikat menyatakan bahwa kemajuan dalam perundingan nuklir dengan Iran membuat tenggat waktu yang seharusnya berakhir pada Selasa waktu setempat diperpanjang satu hari. "Kami telah mencapai sejumlah kemajuan sepanjang beberapa hari terakhir sehingga cukup alasan untuk memperpanjang tenggat waktu sampai Rabu. Masih ada beberapa persoalan sulit yang tersisa," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Marie Harf. Keputusan itu disampaikan pada hari keenam perundingan maraton di Swiss yang berniat mencapai persetujuan mencegah Iran mengembangkan persenjataan nuklir. Perundingan itu dihadiri oleh perwakilan Iran di satu sisi dengan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok, dan Jerman (atau dikenal dengan P5+1). "Sebuah kesepakatan nuklir Iran bisa berarti pada akhirnya peningkatan pasokan Iran yang memiliki potensi mengubah surplus seketika itu juga menjadi kelebihan pasokan yang berkelanjutan di pasar global," kata Tim Evans dari Citi Futures. Analis Commerzbank, mengutip sumber-sumber pengiriman, mengatakan bahwa Iran memiliki setidaknya 30 juta barel minyak di penyimpanan di atas kapal-kapal tanker. "Dengan kata lain, hal itu bisa membuat tambahan satu juta barel minyak mentah tersedia per hari selama setidaknya satu bulan jika sanksi itu jadi dicabut, tanpa harus meningkatkan produksi minyaknya, menempatkan tekanan langsung di pasar," Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan penelitian. Dolar yang semakin kuat juga menekan minyak yang dihargakan dalam mata uang AS. Euro turun menjadi 1,0746 dolar sekitar pukul 18.45 GMT, dari 1,0825 dolar pada Senin sore, karena tekanan utang Yunani. Sementara itu, para pedagang menunggu laporan mingguan persediaan minyak Departemen Energi AS pada Rabu, memperkirakan peningkatan lain dalam stok minyak mentah ke rekor baru.