Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 Maret 2015

Krisis Yaman angkat harga minyak dunia

KONTAK PERKASA FUTURES -  Harga minyak dunia menguat pada Kamis pagi, didorong kekhawatiran bahwa ketidakstabilan politik di Yaman dapat mengancam produsen-produsen minyak penting di Timur Tengah, mengimbangi kecemasan tentang meningkatnya minyak mentah AS yang berlimpah. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 1,70 dolar AS menjadi ditutup pada 49,21 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, bertambah 1,37 dolar AS menjadi menetap di 56,48 dolar AS per barel di perdagangan London. Para analis mengutip berita bahwa Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi dilarikan ke "tempat yang aman" setelah sebuah pesawat tempur menyerang kompleks kepresidenan. Yaman, yang berbatasan dengan produsen minyak utama Arab Saudi, telah dicengkeram oleh meningkatnya gejolak sejak pemberontak Syiah Huthi melancarkan pengambilalihan kekuasaan di Sanaa pada Februari. Perselisihan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu dapat terkoyak oleh perang tanding antara Syiah Iran, yang dituduh mendukung para pemberontak, dan Sunni yang dikuasai Arab Saudi, yang mendukung Hadi. Harga minyak mentah juga didukung oleh penurunan lain dalam dolar. Pelemahan greenback membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang kuat. Kenaikan minyak terjadi meski ada peningkatan besar lagi dalam stok minyak mentah AS, yang melonjak 8,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Maret. Persediaan yang di dipantau cermat di pusat referensi kontrak WTI di Cushing, Oklahoma, membengkak hampir dua juta, atau 3,5 persen, menjadi 56,3 juta barel. "Meskipun dolar telah bergabung dengan jumlah rig pengeboran AS sebagai motivasi kedua bagi investor untuk menebak bagian terbawah harga minyak mentah, kami terus melihat bukti surplus yang sedang berlangsung," kata Timothy Evans, analis energi di Citi Futures.

Dolar bervariasi akibat data ekonomi AS lemah

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis pagi, karena data menunjukkan pesanan barang tahan lama di negara itu turun lebih besar dari yang diperkirakan. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu bahwa pesanan baru untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Februari menurun 3,2 miliar dolar AS atau 1,4 persen menjadi 231,3 miliar dolar AS, jauh di bawah konsensus pasar untuk kenaikan moderat sebesar 0,7 persen, lapor Xinhua. "Permintaan luar negeri lemah, persaingan ketat dari impor yang lebih murah dan harga komoditas yang lebih rendah akan terus membebani produsen dalam negeri di masa mendatang," kata Jay Morelock, seorang ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan. Sementara itu, euro naik terhadap dolar AS karena data positif dari Jerman menunjukkan ekonomi terbesar di Eropa itu telah sangat pulih pada kuartal pertama tahun ini. Indeks Iklim Bisnis Ifo untuk industri dan perdagangan di Jerman naik untuk bulan kelima berturut-turut dari 106,8 poin pada Februari menjadi 107,9 poin pada Maret, tingkat tertinggi sejak Juli 2014, lembaga Ifo mengatakan pada Rabu. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26 persen menjadi 96,941 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0958 dolar dari 1,0925 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4865 dolar dari 1,4846 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7836 dolar dari 0,7870 dolar. Dolar AS dibeli 119,63 yen Jepang, lebih rendah dari 119,66 yen di sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9616 franc Swiss dari 0,9576 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2521 dolar Kanada dari 1,2497 dolar Kanada.

25 Maret 2015

Dolar bervariasi setelah data ekonomi AS positif

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu pagi, setelah data ekonomi dari negara itu secara keseluruhan positif. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa bahwa penjualan rumah keluarga tunggal baru pada Februari mencapai tingkat tahunan 539.000 unit disesuaikan secara musiman, tingkat tertinggi dalam tujuh tahun, lapor Xinhua.  Angka terbaru itu mengalahkan konsensus pasar 462.000 unit dan 7,8 persen di atas tingkat Januari yang direvisi pada 500.000 unit. Sementara itu, perusahaan data keuangan Markit yang berbasis di London mengatakan pada Selasa bahwa angka awal indeks pembelian manajer untuk sektor manufaktur AS naik pada Maret menjadi 55,3 dari 55,1 pada Februari, lebih tinggi dari konsensus pasar 54,7, menunjukkan pemulihan sehat sektor manufaktur AS. Indeks Harga Konsumen AS juga naik 0,2 persen pada Februari disesuaikan secara musiman, sejalan dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa. Itu menandai kenaikan pertama dalam empat bulan. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,15 persen menjadi 97,174 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,0925 dolar dari 1,0944 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4846 dolar dari 1,4944 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7870 dolar dari 0,7881 dolar. Dolar AS dibeli 119,66 yen Jepang, lebih rendah dari 119,81 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis menjadi 0,9576 franc Swiss dari 0,9667 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2497 dolar Kanada dari 1,2505 dolar Kanada.