KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street mengikuti pasar ekuitas Eropa berakhir lebih rendah pada Selasa pagi, di tengah meningkatnya kekhawatiran gagal bayar (default) Yunani dan keluar dari zona euro. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 95,08 poin (0,53 persen) menjadi ditutup pada 17.729,21. Indeks berbasis luas S&P 500 turun 8,73 poin (0,42 persen) menjadi berakhir di 2.046,74, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 18,39 poin (0,39 persen) menjadi 4.726,01. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras bertekad selama akhir pekan untuk berdiri dengan janji pemilunya tentang anti penghematan, meningkatkan kekhawatiran gagal bayar pada 315 miliar euro (360 miliar dolar AS) utangnya. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Senin, ia menunggu sebuah usulan "berkelanjutan" dari Yunani yang menghormati "aturan-aturan dasar" dari program dana talangan atau bailout yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman internasional. Pasar saham Athena ditutup turun hampir lima persen, dan pasar di Inggris, Prancis dan Jerman juga jatuh. "Kekhawatiran keluarnya Yunani menyediakan latar belakang ekonomi Eropa yang sudah tidak stabil," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. Anggota Dow, McDonald turun 1,4 persen karena penjualan globalnya turun 1,8 persen pada Januari. Penjualan turun 12,6 persen pada perusahaan di wilayah Asia-Pasifik, Timur-Tengah dan Afrika, sebagian karena pelemahan di Jepang. Saham-saham maskapai penerbangan jatuh setelah American Airlines memangkas proyeksi keuntungannya, sebagian karena biaya bahan bakar lebih tinggi dari yang diperkirakan. Data juga menunjukkan lalu-lintas pelanggan pada pesawat udara lebih rendah pada Januari 2015 dibandingkan dengan periode tahun lalu. American turun 3,4 persen, Delta Air Lines kehilangan 2,3 persen dan United Continental turun 4,5 persen. Pembuat mainan Hasbro naik 7,0 persen setelah melaporkan laba bersih kuartal keempatnya naik 4,1 persen. Penjualannya melonjak 21 persen berkat kinerja yang kuat dari tokoh-tokoh super hero dan mainan lain yang terkait dengan komik Marvel. Perusahaan pengeboran Diamond Offshore berakhir naik 2,4 persen karena laba bersihnya diterjemahkan ke dalam 72 sen per saham, di atas 65 sen yang diproyeksikan oleh para analis. Perusahaan memangkas dividen khusus dalam menanggapi jatuhnya investasi dari perusahaan-perusahaan minyak. Motorola Solutions, yang mengembangkan teknologi komunikasi dan perangkat lunak, naik 4,8 persen karena laporan bahwa perusahaan sedang mencari pembeli. Calon pembeli termasuk perusahaan ekuitas swasta dan kontraktor pertahanan, menurut Bloomberg News. Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap stabil di 1,96 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,54 persen dari 2,53 persen pada Jumat. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah. Demikian laporan AFP.
10 Februari 2015
Emas naik karena dolar dan ekuitas AS melemah
Februari 10, 2015
Loco Gold
KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Selasa pagi, karena pasar ekuitas AS melemah dan dolar turun. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 6,9 dolar AS, atau 0,56 persen, menjadi menetap di 1.241,50 dolar AS per ounce. Emas naik karena indeks spot dolar -- ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama -- turun 0,25 persen menjadi 94,4570 karena ekuitas AS melemah. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, jika dolar bergerak naik, emas yang dihargakan dalam dolar akan menjadi lebih mahal bagi investor, sehingga menyeret turun harga emas berjangka. Gejolak keuangan di Yunani berlanjut karena Perdana Menteri Alexis Tsipras mengatakan Yunani tidak bisa seterusnya melunasi utangnya, dan mengatakan ia akan meminta "bridge loan" (pinjaman untuk menutupi selang antara dua transaksi) bukan memperpanjang dana talangan atau bailout internasional bermasalah di negara itu. Hal ini memberikan emas sebuah dorongan karena menurunnya pasar ekuitas AS dan Eropa, mengirim investor beralih ke emas sebagai aset "safe haven". Perak untuk pengiriman Maret naik 37,6 sen, atau 2,25 persen, menjadi ditutup pada 17,07 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 1,2 dolar AS, atau 0,10 persen, menjadi ditutup pada 1.220,40 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.
Harga minyak terus menguat karena OPEC pangkas proyeksi produksi
Februari 10, 2015
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia menguat lebih lanjut pada Selasa pagi, karena OPEC memperkirakan penurunan dalam produksi Amerika Serikat di tengah pengurangan produksi minyak mentah di Amerika Utara. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret di New York Mercantile Exchange, melonjak 1,17 dolar AS menjadi 52,86 dolar AS per barel dibandingkan dengan penutupan Jumat (6/2). Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Maret menguat 54 sen menjadi berdiri di 58,34 dolar AS per barel di akhir perdagangan London. Harga minyak mendapat dukungan segar "setelah OPEC menurunkan perkiraan pasokan non-OPEC untuk tahun ini," kata Jasper Lawler, analis di kelompok CMC Markets. "Perkiraan OPEC mungkin mementingkan diri sendiri tetapi satu yang terbaru ini memang memiliki beberapa dasar fakta. Jumlah rig AS telah turun dan sebagian besar perusahaan-perusahaan utama telah mengumumkan pemotongan pengeluaran," kata Lawler. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak memperkirakan pasokan minyak non-OPEC tumbuh 850.000 barel per hari untuk 2015, turun dari estimasi sebelumnya dan dipimpin oleh pemotongan produksi AS. Menurut laporan OPEC, faktor utama untuk prediksi pertumbuhan yang lebih rendah tahun ini adalah ekspektasi harga, menurunnya jumlah rig aktif di Amerika Utara, penurunan izin pengeboran di Amerika Serikat dan penurunan rencana pengeluaran perusahaan minyak internasional pada 2015. Sebuah survei oleh perusahaan jasa minyak AS Baker Hughes Inc. yang dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa jumlah rig pengeboran minyak di Amerika Serikat turun 83 rig menjadi 1.140 rig pada minggu yang berakhir 6 Februari, penurunan itu menyusul pengurangan 94 rig minggu sebelumnya. Penurunan, ditambah dengan pengumuman dalam pemotongan belanja modal perusahaan-perusahaan minyak besar, menunjukkan persediaan ketat di masa depan. Harga minyak telah turun sekitar 50 persen dari puncak mereka pada Juni, sebagian besar karena lonjakan persediaan global yang didorong oleh meningkatnya produksi minyak serpih (shale oil) dari AS. Menurut laporan OPEC, faktor utama untuk prediksi pertumbuhan yang lebih rendah tahun ini adalah ekspektasi harga, menurunnya jumlah rig aktif di Amerika Utara, penurunan izin pengeboran di Amerika Serikat dan penurunan rencana pengeluaran perusahaan minyak internasional pada 2015. Demikian laporan AFP.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)
.jpg)
.jpg)





