Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 Januari 2015

Pasar modal positif seiring harapan pertumbuhan ekonomi

KONTAK PERKASA FUTURESDirektur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan industri pasar modal domestik mendapat sentimen positif dari adanya harapan pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga mereduksi sentimen rupiah yang masih dibayangi pelemahan."Investor global agak khawatir terhadap currency kita, tetapi hal itu tereduksi oleh harapan pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Ito Warsito di Jakarta, Jumat.Ia mengemukakan pemerintah Indonesia cukup optimistis terhadap laju ekonomi pada tahun 2015 sebesar 5,8 persen, tercermin dalam RAPBN-Perubahan 2015. Dana RAPBN-P itu digunakan investasi jangka panjang sehingga akan menjamin pertumbuhan Indonesia ke depan."Investor akan senang dengan hal itu, karena mereka berorientasi investasi untuk jangka panjang. Selama bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi investor tidak khawatir," ucapnya.Ia menambahkan kondisi global juga cukup mendukung industri pasar modal Indonesia. menyusul Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengeluarkan stimulus keuangan dalam bentuk pembelian obligasi, situasi itu akan membuat likuiditas pasar meningkat."Dua hal sentimen dari domestik dan global yang bertemu itu mendorong indeks BEI melanjutkan peningkatan," ujarnya.Sementara itu terkait konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri, Direktur Pengawasan Perusahaan BEI Hoesen mengatakan situasi itu tidak memengaruhi kinerja pasar modal Indonesia karena saat ini industri fokus terhadap laju perekonomian."Pasar modal itu lebih independen, investor sudah tahu urusan politik. Dalam situasi situasi gonjang ganjing seperti ini pasar tetap jalan dan indeks BEI kembali mencatatkan level tertingginya," ucap Hoesen.Pada perdagangan saham akhir pekan ini (Jumat, 23/1) indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat sebesar 70,70 poin atau 1,35 persen atau mencapai level tertinggi di tahun 2015 ini menjadi 5.323,88 poin. Sebelumnya, Kamis (22/1), IHSG BEI berada di posisi 5.253 poin yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

23 Januari 2015

Wall Street melonjak setelah ECB memulai pembelian obligasi

KONTAK PERKASA FUTURES - Bursa saham Wall Street berakhir melonjak pada Jumat pagi, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan program stimulus pembelian obligasi besar, dengan saham bank dan teknologi utama memimpin dibantu oleh kenaikan tajam dolar. Rumor bahwa Google tertarik untuk membeli Twitter -- yang bisa menandai salah satu merger terbesar yang pernah terjadi di saham-saham teknologi -- juga mendorong hiruk-pikuk pembelian. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 259,70 poin (1,48 persen) menjadi ditutup pada 17.813,98. Sementara Indeks S&P 500 naik 31,03 poin (1,53 persen) menjadi berakhir di 2.063,15, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 82,98 poin (1,78 persen) menjadi 4.750,40. Ini adalah kenaikan hari keempat berturut-turut untuk Wall Street, sebuah keuntungan beruntun yang menghapus kerugian yang ditumpuk sejak awal tahun baru. Pemicu aksi beli pada Kamis adalah Kepala ECB Mario Draghi yang mengumumkan program pembelian obligasi 60 miliar euro (69 miliar dolar AS) per bulan setidaknya hingga September 2016, yang ditujukan untuk memicu lebih banyak investasi dan pertumbuhan di zona euro. Pengumuman itu mengirim euro turun lebih dari dua persen terhadap dolar, sementara meningkatkan saham di seluruh Eropa. Penguatan pasar merupakan fakta bahwa ECB telah mengumumkan sebuah program yang lebih baik dari yang diperkirakan, kata Peter Cardillo dari Rockwell Global Capital. "Kami memperkirakan sesuatu di sekitar 50 miliar euro per bulan.Tindakan ECB akan meningkatkan likuiditas dalam perekonomian dengan memberikan likuiditas uang tunai kepada para pemegang obligasi di tempat obligasi-obligasi yang kurang likuid," kata Carl Weinberg, kepala ekonom di High Frequency Economics. "Apa yang terjadi pada likuiditas ini akan menentukan hasil dari proses ini. Ini bisa masuk ke saham atau obligasi, atau perumahan ... atau dibelanjakan pada Blu-ray dan mobil." Saham-saham unggulan AS jelas menjadi penerima manfaat. Saham-saham bank melambung, dengan Citigroup naik 3,8 persen, Morgan Stanley naik 2,3 persen, Bank of America naik 4,4 persen, JPMorgan Chase naik 3,0 persen dan Goldman Sachs naik 2,8 persen. Saham American Express menjadi pencetak penurunan terbesar, jatuh 3,8 persen meskipun laba kuartal keempatnya mantap, karena para investor tampaknya ketakutan oleh kenaikan biaya dan provisi. Bank dan penerbit kartu kredit itu mengatakan akan memberhentikan 4.000 pekerjanya untuk memotong biaya. Sementara itu di saham teknologi utama, Apple bertambah 2,6 persen, eBay melonjak 7,1 persen dibantu oleh laba yang kuat, Amazon meningkat 4,4 persen dan Microsoft naik 2,6 persen. Google tidak membuat komentar tentang rumor bahwa pihaknya ingin membeli Twitter, namun berita itu mengirim Google naik 3,2 persen dan Twitter naik 3,3 persen. Beberapa maskapai penerbangan meningkat karena laporan triwulanan yang baik dan membaiknya prakiraan 2015, dengan United Continental naik 4,5 persen, Southwest melonjak 8,4 persen dan Alaska bertambah 4,6 persen. Secara keseluruhan sektor ini naik 6,3 persen. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 1,90 persen dari 1,85 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,47 persen dari 2,44 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan. Demikian AFP.

Emas "rebound" karena program pembelian obligasi ECB

KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Jumat pagi, karena Bank Sentral Eropa (ECB) memperkenalkan program kuantitatif satu triliun euro untuk meningkatkan ekonomi zona euro. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik tujuh dolar AS atau 0,54 persen, menjadi menetap di 1.300,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Rencana ECB akan mengarah pada pembelian obligasi bank sentral mulai Maret 2015 hingga akhir September 2016 dan akan mengakibatkan pelepasan 60 miliar euro per bulan ke dalam perekonomian melalui pelonggaran kuantitatif (QE). Kekhawatiran tentang zona euro melemah menyebabkan pedagang bereaksi secara negatif terhadap rencana ECB untuk kawasan, mendorong mereka untuk memindahkan aset-asetnya ke "safe havens" seperti emas. Selanjutnya meningkatkan emas adalah pemilu Yunani yang akan datang pada Minggu (25/1), di mana jajak pendapat menunjukkan bahwa partai anti-dana talangan (bailout) kemungkinan akan menang. Namun, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu dari tertinggi dalam tujuh bulan, analis mengatakan hal ini membatasi emas untuk naik lebih jauh. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis bahwa dalam pekan yang berakhir 17 Januari, angka disesuaikan secara musiman klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun tipis menjadi 307.000 setelah mencapai tertinggi tujuh bulan 317.000 pada minggu sebelumnya. Perak untuk pengiriman Maret naik 16,7 sen, atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 18,36 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April kehilangan 8,4 dolar AS, atau 0,66 persen, menjadi ditutup pada 1.284,80 dolar AS per ounce.