Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

09 Januari 2015

Dolar AS menguat didukung data pekerjaan positif

KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Jumat pagi, karena data pekerjaan dari negara itu ternyata positif. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 3 Januari, turun 4.000 menjadi 294.000 disesuaikan secara musiman, lapor Xinhua. Investor sedang menunggu laporan penggajian (payroll) non pertanian Desember pada Jumat, yang dipantau cermat untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang pasar tenaga kerja AS. Euro jatuh terhadap dolar AS karena berita bahwa Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dalam sebuah surat terbuka mengatakan bank sentral sedang menyiapkan paket stimulus untuk dibahas para pejabat pada pertemuan mereka berikutnya akhir bulan ini. Kurs euro/dolar menyentuh 1,1754, tingkat terendah dalam lebih dari sembilan tahun. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,49 persen menjadi 92,344 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro bergerak turun ke 1,1784 dolar dari 1,1848 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5085 dolar dari 1,5120 dolar. Dolar Australia naik ke 0,8110 dolar dari 0,8078 dolar. Dolar AS dibeli 119,67 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,01 yen pada sesi sebelumnya. Greenback naik ke 1,0193 franc Swiss dari 1,0138 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,1839 dolar Kanada dari 1,1826 dolar Kanada.

Emas turun karena dolar dan saham AS menguat

KONTAK PERKASA FUTURESEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat pagi, karena dolar dan saham AS terus menguat, mendorong investor menjauh dari emas. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 2,2 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi menetap di 1.208,50 dolar AS per ounce, lapor Xinhua. Emas berada di bawah tekanan dari sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis yang menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja, yang para analis katakan, mengindikasikan bahwa ekonomi AS mendapatkan momentum dan karena itu mengurangi daya tarik "safe haven" bagi para investor. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 3 Januari turun 4.000 ke disesuaikan secara musiman 294.000, menurut laporan tersebut. Rilis yang banyak diantisipasi risalah dari pertemuan bank sentral AS bulan lalu memberikan tekanan tambahan pada emas, karena para peserta menjelaskan bahwa mereka percaya ekonomi AS akan terus menguat. Sementara itu, dolar yang lebih kuat juga mengurangi daya tarik emas karena keduanya biasanya bergerak berlawanan arah. Indeks Spot Dolar naik 0,49 persen menjadi 92,3440 pada Kamis. Saham-saham AS melonjak pada tengah hari Kamis, memperpanjang "rebound" kuat sesi sebelumnya. Pada tengah hari, indeks Dow melonjak 287,35 poin atau 1,63 persen, menjadi 17.871,87. Indeks S&P 500 melonjak 33,10 poin atau 1,63 persen, ke 2.059,00. Indeks komposit Nasdaq bertambah 81,41 poin atau 1,75 persen, menjadi 4.731,88. Perak untuk pengiriman Maret kehilangan 15,9 sen atau 0,96 persen, menjadi ditutup pada 16,385 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,1 dolar AS atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 1.223,00 dolar AS per ounce.

Wall Street melonjak karena harga minyak stabil

KONTAK PERKASA FUTURES - Saham-saham di Wall Street berakhir melonjak untuk hari kedua berjalan pada Jumat pagi, karena harga minyak stabil dan investor menjadi lebih yakin terhadap stimulus moneter di Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 323,35 poin (1,84 persen) menjadi ditutup pada 17.907,87, lapor AFP. Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 36,24 poin (1,79 persen) menjadi berakhir di 2.062,14, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 85,72 poin (1,84 persen) menjadi 4.736,19. Harga minyak AS, yang telah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni, naik sedikit untuk hari kedua berturut-turut. Investor telah khawatir kejatuhan harga minyak mentah bisa menjadi sebuah tanda melemahnya pertumbuhan. Saham-saham Eropa melonjak karena optimisme Bank Sentral Eropa (ECB) akan segera mengambil langkah-langkah stimulus baru. "Ada beberapa bukti yang cukup jelas ECB akan segera bertindak," kata Hugh Johnson dari Hugh Johnson Advisors. "Tidak ada yang benar-benar baru hari ini, tetapi situasi telah berubah sejak bulan lalu, ketika tampak ada terlalu banyak keberatan birokrasi." Investor bersiap-siap untuk laporan ketenagakerjaan AS periode Desember pada Jumat, yang analis perkirakan akan menunjukkan ekonomi menambahkan 245.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 5,7 persen. Apple, perusahaan terbesar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, melonjak 3,8 persen karena mengumumkan bahwa App Store-nya membuat rekor baru pada 2014 dan pada awal 2015, dengan konsumen menghabiskan hampir setengah miliar dolar pada aplikasi di minggu pertama Januari. Saham teknologi lainnya yang naik signifikan termasuk anggota Dow Microsoft bertambah 2,9 persen, Facebook naik 2,7 persen dan pembuat chip Micron Technology menguat 4,9 persen. Ekuitas yang terkait minyak menguat. Anggota Dow ExxonMobil naik 1,7 persen, sementara Apache naik 3,9 persen dan perusahaan jasa minyak Weatherford International bertambah 2,76 persen. General Motors naik 1,0 persen karena kepala eksekutif produsen mobil itu Mary Barra memberikan prospek yang kuat untuk penjualan mobil AS, memproyeksikan penjualan industri lebih luas sekitar 16,5-17,0 juta unit pada 2015. Terakhir kali mencapai tingkat 17 juta unit pada 2001. Ford Motor naik 2,5 persen karena mengangkat dividen kuartalan sebesar 20 persen. Yahoo naik 3,4 persen setelah aktivis pemegang saham Starboard Value merilis surat peringatan kepala eksekutif Marissa Mayer menentang akuisisi besar dan mengatakan hal itu bisa membuat perubahan kepemimpinan di perusahaan teknologi itu, jika dia melakukan strategi yang salah. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun naik menjadi 2,01 persen dari 1,97 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,59 persen dari 2,53 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.