KONTAK PERKASA FUTURES - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada Kamis pagi, mengakhiri penurunan lima sesi berturut-turut. Emas menguat setelah harga minyak berbalik naik tajam di tengah ketidakpastian tentang seberapa cepat Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga dalam pengumuman kebijakan moneternya, lapor Xinhua. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 0,2 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi menetap di 1.194,5 dolar AS per ounce. Pertemuan bulanan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed berakhir pada Rabu ketika para pedagang menghabiskan hari memperdebatkan seberapa cepat Bank Sentral akan menaikkan suku bunga jangka pendeknya. The Fed akan merilis risalah pertemuan FOMC akhir bulan ini. Namun demikian, emas berjangka mendapat dukungan dari minyak mentah light sweet atau yang melonjak tajam pada Rabu hampir empat persen di tengah data inflasi AS yang positif. Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga konsumen turun 0,3 persen pada November. Ini mendukung untuk emas, sementara memberikan Fed lebih banyak alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter longgarnya saat ini. Tetapi dolar yang menguat terus membatasi keuntungan emas pada Rabu. Komoditas seperti emas yang diperdagangkan dalam dolar sering dirugikan oleh penguatan greenback. Perak untuk pengiriman Maret bertambah 17,6 sen atau 1,12 persen, menjadi ditutup pada 15,928 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik tiga dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 1.199,5 dolar AS per ounce.
18 Desember 2014
Harga minyak dunia naik dari terendah lima tahun
Desember 18, 2014
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia naik dari posisi terendah lima tahun pada Kamis pagi, karena para pedagang berspekulasi bahwa pasokan yang berlebihan akan menurun di tengah harga yang rendah. Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Januari naik 54 sen menjadi menetap di 56,47 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari naik 1,17 dolar AS menjadi ditutup pada 61,18 dolar AS per barel, lapor Xinhua. Harga minyak mentah melonjak sekitar lima persen, kemudian mengupas keuntungan awal setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan peningkatan pasokan di pusat penyimpanan minyak AS di Cushing, Oklahoma. EIA pada Rabu mengatakan untuk pekan yang berakhir 12 Desember, stok minyak mentah AS turun 0,8 juta barel menjadi 379,9 juta barel, sedangkan persediaan di Cushing, titik pengiriman untuk kontrak, meningkat 2,9 juta barel menjadi 27,8 juta barel. Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Selasa mengatakan produksi minyak mentah dari Rusia, salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, akan mempertahankan produksi minyak mentahnya sebesar 10,6 juta barel per hari pada 2015. "Harga akan stabil sendiri. Beberapa proyek investasi oleh perusahaan-perusahaan minyak dapat dipertimbangkan kembali, tetapi sejauh ini mereka belum menyesuaikan apa-apa," Novak mengatakan kepada wartawan pada pertemuan di Doha, Qatar. Harga minyak jatuh ke terendah lima tahun pada Selasa, karena tidak ada tanda-tanda bahwa produsen akan mengurangi produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga. Suhail Al-Mazrouei, Menteri Energi Uni Emirat Arab, mengatakan pada Minggu bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menahan diri pemangkasan produksi sekalipun jika harga jatuh ke serendah 40 dolar AS.
Dolar AS menguat setelah pengumuman kebijakan Fed
Desember 18, 2014
News Market
KONTAK PERKASA FUTURES - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis pagi, setelah Federal Reserve mengumumkan hasil pertemuan kebijakan moneternya. The Fed menurunkan janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk "waktu yang cukup" dari panduan suku bunganya, meningkatkan spekulasi pasar bahwa bank sentral bergerak lebih dekat ke kenaikan suku bunga, lapor Xinhua. Setelah pertemuan kebijakan dua hari, The Fed merilis pernyataan pada Rabu yang mengatakan "pihaknya bisa bersabar dalam memulai menormalkan sikap kebijakan moneter." Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan bahwa tidak mungkin The Fed akan menaikkan suku bunga untuk setidaknya pada dua pertemuan kebijakan berikutnya, menambahkan "waktu kenaikan awal dalam target fed fund (suku bunga acuan) serta jalur untuk target selanjutnya bergantung pada kondisi ekonomi." Para analis mengatakan perubahan dalam panduan berarti bank sentral bergerak selangkah lebih dekat untuk keluar dari kebijakan moneter yang longgar saat ini. Sementara pasar tenaga kerja berbalik naik lebih cepat dari yang diperkirakan, the Fed sekarang mengawasi inflasi ekonomi negara itu, yang telah lama berada di bawah target dua persen. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu bahwa harga konsumen turun pada November karena harga bensin turun tajam. Indeks Harga Konsumen (IHK), merupakan ukuran utama inflasi, turun 0,3 persen pada bulan lalu pada basis disesuaikan secara musiman, dibandingkan dengan indeks yang tidak berubah pada Oktober. IHK inti, yang tidak termasuk kategori makanan dan energi yang volatil, meningkat 0,1 persen pada November. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,92 persen menjadi 88,938 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,2324 dolar dari 1,2486 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5560 dolar dari 1,5726 dolar. Dolar Australia turun tipis menjadi 0,8119 dolar dari 0,8211 dolar. Dolar AS dibeli 118,61 yen Jepang, lebih tinggi dari 117,21 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9744 franc Swiss dari 0,9619 franc Swiss, dan naik menjadi 1,1653 dolar Kanada dari 1,1636 dolar Kanada.
Langganan:
Postingan (Atom)






.jpg)
.jpg)






