Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Juni 2014

Wall Street melemah jelang pertemuan ECB dan laporan pekerjaan AS

Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada awal perdagangan Selasa, karena para investor menunggu hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (5/6) dan laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (6/6). Dalam 30 menit pertama perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 27,13 poin (0,16 persen) menjadi 16.716,50, sedangkan indeks S&P 500 merosot 2,11 poin (0,11 persen) menjadi 1.922,86. Kedua indeks telah mencetak rekor penutupan dalam dua hari terakhir. Indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 1,41 poin (0,03 persen) menjadi 4.235,79. Inflasi zona euro melambat menjadi 0,5 persen pada Mei, data resmi menunjukkan pada Selasa, lebih lanjut memicu ekpektasi untuk stimulus baru pada pertemuan ECB, Kamis. Analis Briefing.com Patrick OHare memprediksi volume perdagangan rendah sampai Kamis dan Jumat. Ada "harapan yang relatif tinggi" untuk tindakan ECB pada Kamis dan laporan pasar tenaga kerja AS untuk Mei pada Jumat, kata OHare . "Pelaku pasar telah memposisikan untuk beberapa tindakan pelonggaran agresif oleh ECB dan mengantisipasi kenaikan menggembirakan data penggajian non pertanian untuk Mei," katanya. Pengolah ayam AS milik Brazil, Pilgrims Pride, secara tajam meningkatkan tawarannya untuk Hillshire Brands menjadi 7,7 miliar dolar AS, melampaui penawaran pekan lalu oleh Tyson Foods. Hillshire mengatakan akan memasuki diskusi terpisah dengan keduanya. Saham Hillshire melonjak 8,9 persen, sedangkan Pilgrim Prides turun 0,5 persen dan Tyson kehilangan 0,9 persen. Anggota Dow, AT&T, menaikkan perkiraan untuk pertumbuhan pendapatan dari empat persen menjadi lima persen dan memangkas proyeksi pertumbuhan keuntungannya dari "kisaran pertengahan satu digit" menjadi "ujung akhir dari kisaran pertengahan satu digit". Saham AT&T merosot 0,1 persen. Peritel diskon Dollar General naik 3,3 persen setelah melaporkan penjualan kuartal pertamanya meningkat 1,5 persen. Perusahaan memproyeksikan laba setahun penuh sebesar 3,45 dolar AS hingga 3,55 dolar AS per saham, sejalur dengan ekspektasi para analis sebesar 3,51 dolar AS. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun naik menjadi 2,56 persen dari 2,53 persen pada Senin, sedangkan pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,40 persen dari 3,38 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik, demikian AFP. (A026)

Pasar saham utama Eropa berakhir turun

Pasar-pasar saham utama Eropa ditutup melemah pada Selasa, dengan indeks FTSE 100 perusahaan utama di London turun 0,41 persen menjadi 6.836,30 poin. Indeks DAX 30 di Frankfurt merosot 0,31 persen menjadi berakhir pada 9.919,74 poin, dan indeks CAC 40 di Paris ditutup turun 0,27 persen menjadi 4.503,69 poin, demikian AFP.

Kementan kirim 12 peternak sapi ke Selandia Baru curi ilmu

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia kembali mengadakan program beasiswa pelatihan bagi para peternak dan petugas sapi perah di Indonesia. Direktur Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Fauzi Tuthan mengatakan program ini bertujuan mengajarkan praktik pengelolaan terbaik di industri susu di mana mencakup sejumlah bidang termasuk peningkatan produksi dan produktifitas ternak, pemberian pakan baik, penanganan kesehatan hewan dan peningkatan kualitas susu. Dalam program ini, Kementan mengirim 12 peserta ke Selandia Baru untuk belajar mengenai peternakan sapi perah. "Ini memberikan kesempatan kepada para peternak untuk meningkatkan kemampuan peternak dan petugas peternakan sapi perah untuk membangun industri susu di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (4/6). Program ini telah memilih 9 peternak sapi perah dan 3 petugas lapangan untuk mengikuti tahapan dari program selama 12 minggu. Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia Paul Richards mengatakan bahwa Indonesia merupakan bagian penting bagi industri perdagangan susu Selandia Baru selama lebih dari 30 tahun. Pasalnya, banyak produk susu dari negara tersebut dipasarkan ke perusahaan-perusahaan Indonesia. "Dengan ini, kami dapat mewujudkan makna train the trainer. Kami berharap dapat membekali peternak sapi perah lokal dengan keahlian yang dibutuhkan untuk menghadapi permintaan industri susu yang semakin berkembang," tutupnya.