Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

24 Januari 2014

Dollar Gain pada Spekulasi the Fed Perpanjang Tapering; Aussie Turun

Dollar gain versus sebagian besar mata uang utama lainnya ditengah spekulasi bahwa the Fed akan memutuskan mengurangi stimulus pada rapat pekan depan bahkan setelah rilis data yang memperlihatkan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi sedang menurun.Yen menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak September, seiring peningkatan pengawasan terhadap resiko kredit dalam industri pertambangan batu bara di China yang mensupport permintaan untuk asset Jepang sebagai safe haven, sementara dollar Australia turun menuju tiga tahun terendah.Laporan kemarin menunjukkan jumlah warga Amerika yang berlanjut menerima tunjangan pengangguran yang naik secara mengejutkan, pasca data sebelumnya dibulan ini yang memberikan indikasi bahwa A.S telahmenambahkan lebih sedikit pekerjaan dari perkiraan analis.Mata uang dollar gain 0.1% ke level $1.3682 per euro pada jam 7 pagi di London, naik 0.1% ke level 103.37 yen, sedangkan mata uang Jepang tidak mengalami perubahan dilevel 141.44 terhadap mata uang bersama Eropa.Selama pekan ini, dollar bersiap untuk penurunan 1.1% terhadap euro, yen telah bersiap untuk kenaikan sebesar 0.9% terhadap dollar dan turun 0.1% terhadap euro.Dollar Australia turun 0.7% ke level 87.07 sen A.S setelah mencapai level 86.89, yang paling sedikit sejak Juli 2010, bergerak menuju penurunan sebesar 0.8% sejak 17 Januari.(tito)

Emas Jatuh dari 6 Pekan Tertinggi Pangkas Reli Terpanjang

Komoditi emas mundur dari enam pekan tertinggi, memangkas reli mingguan terpanjang sejak September 2012, seiring kajian investor apakah the Fed akan tetap mengurangi stimulus.Bullion untuk pengiriman cepat jatuh 0.4% ke level harga $1,259.21 per ons dan diperdagangkan dilevel $1,259.31 pada jam 12:42 siang di Singapura, harga kemarin mencapai level $1,266.51 yang tertinggi sejak 10 Desember, logam kuning tersebut pekan ini naik 0.5%, menuju gain serupa yang kelima, sementara di China, volume untuk kontrak acuan pada Shanghai Gold Exchange kemarin naik banyak sejak 6 Januari, ketika mencapai level delapan-bulan tertinggi.Kemarin logam kuning tersebut melonjak 2.2%, yang terbesar sejak Oktober, seiring pembelian dari rumah yang lama di A.S dan index the Chicago Federal National Activity mengikuti estimasi, sementara jumlah warga Negara Amerika yang berlanjut menerima tunjangan pengangguran telah naik secara diluar dugaan.Rapat pembuat kebijakan the Fed akan diadakan pada tanggal 28-29 Januari setelah memutuskan dibulan Desember guna memangkas pembelian obligasi bulanan seiring peningkatan ekonomi, membantu menghentikan bull run 12 tahun terakhir dari komoditi emas. Sementara FOMC akan mengurangi pembelian asset hingga $10 Milyar pada tiap rapat guna mengakhiri program tahun ini, berdasarkan perkiraan median ekonom dalam survey Bloomberg.(tito)

Emas Turun Pasca Mencapai Dua-Bulan Tertinggi

LOS ANGELES — Harga komoditi emas jatuh secara fraksional dihari Jumat ini, memberikan kembali sepotong kecil gain besar dari sesi sebelumnya, ketika penurunan dalam market ekuitas membuat para investor bergegas menuju keamanan yang dirasakan pada logam berharga tersebut.Sementara dalam perdagangan elektronik, emas untuk pengiriman Februari turun 0.2% sejumlah $2.90, berada dilevel harga $1,259.40 per ons, sedangkan komoditi perak untuk bulan Maret beralih turun lebih rendah, tergelincir 1 sen ke level harga $20 per ons.Emas dihari Kamis naik ke penutupan tertinggi selama lebih dari dua bulan terakhir, tidak hanya mengendarai saham yang mundur, namun juga pelemahan mata uang dollar serta prospek dari larangan pada pengurangan impor di India.ETF emas telah menembus melewati level yang tidak terlihat sejak tanggal 10 Desember dan bergerak tepat diatas pergerakan rata-rata 50 hari.(tito)