Bloomberg (22/01) - Emas
rebound dari penurunan terbesar dalam tiga minggu terakhir seiring
dengan investor mempertimbangkan tanda-tanda penguatan permintaan fisik
terhadap prospek mengurangi stimulus moneter di AS.Bullion
untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 persen, ke level $1,244.50
per ons, dan diperdagangkan di level $1,241.48 pada pukul 9:23 di
Singapura. Harga turun 1,1 persen kemarin, terbesar sejak 30 Desember.
Indeks Dollar AS Bloomberg sedikit berubah setelah naik untuk hari
keenam ke level tertingginya dalam empat bulan terakhir.Volume
perdagangan untuk kontrak acuan di Shanghai Gold Exchange naik ke level
tertingginya sejak 6 Januari kemarin, naik dari level terendah selama
dua pekan pada 20 Januari, ketika harga di London mencapai harga
tertingginya hampir enam minggu terakhir pada level $1,260.29. China
mungkin melampaui India sebagai konsumen emas terbesar di dunia pada
tahun 2013.Pembuat
kebijakan Federal Reserve akan pada bertemu 28-29 Januari setelah
memutuskan pada pertemuan mereka bulan lalu untuk memotong pembelian
obligasi bulanan sejalan dengan membaik perekonomian, mengakhiri fase
bullish terhadap emas selama 12 tahun. Ini menyebabkan 'penurunan lebih
dalam' untuk harga bullion keuntungan seiring kenaikan lebih lanjut
pasar ekuitas mengurangi kebutuhan untuk aset haven, Morgan Stanley
analis menulis dalam laporannya hari ini.Emas
untuk pengiriman Februari sedikit berubah pada level $ 1,242.30 per ons
pada perdagangan Comex di New York dari level $ 1,241.80 kemarin ketika
harga turun 0,8 persen, terbesar sejak 30 Desember.Perak
naik 0,2 persen menjadi $ 19,9234 per ons, reli dari penurunan sebesar
2,1 persen kemarin, penurunan terbesar sejak 30 Desember. Palladium naik
0,1 persen menjadi $ 748,50 per ons dan platinum naik 0,3 persen
menjadi $ 1,455.38 per ons. Logam mencapai level $ 1.472 pada 20
Januari, tertinggi sejak 7 November, karena beberapa pekerja tambang
berencana untuk mogok kerja di Afrika Selatan. (izr)
22 Januari 2014
IMF naikan prospek pertumbuhan global
Januari 22, 2014
News Market
Bloomberg, (22/01) - Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan
perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini karena ekspansi ekonomi
di AS dan Inggris yang makin cepat, dan mendesak negara-negara maju
untuk mempertahankan akomodasi moneter guna memperkuat pemulihan.Ekonomi
global akan tumbuh 3,7 persen tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan
yang diberikan bulan Oktober lalu sebesar 3,6 persen, IMF mengatakan
dalam revisi World Economic Outlook yang dirilis di Washington hari ini.
Produk domestik bruto (GDP) AS akan terekspansi sebesar 2,8 persen,
dibandingkan dengan 2,6 persen; Jepang akan meningkat 1,7 persen
dibandingkan 1,2 persen sebelumnya, dan ekonomi Inggris akan meningkat
2,4 persen dari 1,9 persen sebelumnya, menurut laporan tersebut.'Di
negara maju, kesenjangan output produksi pada umumnya tetap besar dan
kebijakan moneter harus tetap akomodatif sementara konsolidasi fiskal
terus berlanjut,' kata organisasi yang berbasis di Washington itu dalam
laporannya. 'Di banyak pasar berkembang dan negara berkembang,
permintaan eksternal yang lebih kuat dari negara maju akan mengangkat
pertumbuhan ekonomi mereka, meskipun pelemahanan ekonomi domestik tetap
menjadi perhatian.' (brc)
Yen Mendekati Level 6 Minggu Tertingginya Terhadap Euro
Januari 22, 2014
News Market
Bloomberg (22/01) - Yen
diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam enam minggu terakhir
terhadap euro sebelum BOJ (Bank of Japan) menetapkan kebijakan hari ini
di tengah spekulasi bank sentral yang akan menunda peningkatan stimulus.Yen
mempertahankan kinerja terbaiknya tahun ini terhadap dolar sejak 2010
seiring analis mendorong kembali perkiraan untuk penambahan pelonggaran
dari Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda. Pound diperdagangkan mendekati level
tertingginya dalam satu tahun terakhir terhadap euro sebelum data
diperkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran Inggris jatuh ke
level terendah dalam 4 1/2 tahun terakhir. Dolar Australia menguat
terhadap semua mata uang utama setelah sebuah laporan menunjukkan
kenaikan harga konsumen tahunan dipercepat lebih dari perkiraan ekonom,
pemotongan suku bunga lebih lanjut.Yen
sedikit berubah pada level 141,42 per euro dan naik 0,1 persen menjadi
104,23 per dolar pada pukul 10:07 di Tokyo dari kemarin. Yen menyentuh
level 140,33 terhadap mata uang euro pada 20 Januari, terkuat sejak 6
Desember. Mata uang Jepang telah meningkat 1 persen terhadap dolar tahun
ini. Greenback diperdagangkan pada level $1,3568 per euro dari level
$1,3561.Pound
berada pada level 82,34 pence terhadap mata uang tunggal Eropa dari
level 82,29 kemarin, ketika menyentuh 82,15, terkuat sejak Januari tahun
lalu.Dolar
Australia melonjak 0,7 persen menjadi 88,66 sen AS setelah jatuh ke
level 87,57 pada 20 Januari, terlemah sejak Juli 2010. (izr)
Langganan:
Postingan (Atom)














