Bloomberg (16/01) – Mayoritas saham-saham China naik sejalan dengan
utilitas mengalami rally pasca Guangdong Electric Power Development Co.
memperkirakan bahwa laba pada tahun lalu sebesar dua kali lipat.
Sementara itu saham perusahaan pembuat mobil turun. Guangdong
Electric melonjak sebesar 2.7%. Huadian Power International Corp. naik
tajam dalam hampir tiga pekan terakhir pasca melaporkan kenaikan sebesar
12% pada output listrik. Zhejiang Dahua Technology Co. pimpin rally
untuk perusahaan – perusahaan teknologi pasca pemerintah menyatakan akan
mendukung listing saham dan akuisisi perusahaan-perusahaan pada
industri. Great Wall Motor Co., perusahaan terbesar pembuat kendaraan
sport di Negara tersebut, tergelincir sebesar 3.7%, perpanjang penurunan
pada pekan ini sebesar 9.7%. Indeks Shanghai Composite naik
sebesar 0.3% ke level 2,028.51 pada pukul 10:17 pagi, menghapus
penurunan sebesar 0.4% pasca laporan menunjukkan bahwa FDI (foreign
direct investment) naik sebesar 3.3% pada bulan lalu. China Wafer Level
CSP Co. menyatakan akan menunda penawaran saham barunya. Indeks
CSI 300 naik sebesar 0.4% ke level 2,217.51. Indeks Hang Seng China
Enterprises tergelincir sebesar 0.1%. Indeks Ekuitas AS-China Bloomberg
turun kurang dari 0.1% di New York kemarin. Indeks Shanghai
Composite tergelincir sebesar 4.4% di tahun 2014 ini hingga kemarin
ditengah kekhawatiran mengenai melambatnya pertumbuhan yang akan
mempengaruhi laba dan dimulainya kembali IPO (initial public offering)
akan mengalihkan dana-dana. (bgs)
16 Januari 2014
IMF memprediksi pertumbuhan global yang lebih tinggi tahun ini
Januari 16, 2014
News Market
Reuters, (16/01) - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan
pertumbuhan global yang meningkat untuk tahun ini, meskipun deflasi juga
menjadi ancaman tapi selama pertumbuhan ekonomi berada dalam kondisi
yang optimal seperti yang diharapkan oleh para pembuat kebijakan di IMF
maka itu tidak akan menjadi masalah besar, kata kepala IMF pada hari
Rabu kemarin.Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde
menyatakan keprihatinannya tentang pertumbuhan harga yang berada di
bawah target dari banyak bank-bank sentral karena hal tersebut bisa
menekan pemulihan yang baru muncul pasca resesi global.'Jika
inflasi adalah jin, maka deflasi adalah ogre yang harus diperangi dengan
tegas,' kata Lagarde dalam National Press Club di Washington.Tingkat
inflasi yang jauh di bawah 2 persen yang ditargetkan oleh beberapa bank
sentral utama di dunia akan membawa risiko untuk jangka panjang karena
dapat menurunkan tingkat upah dan permintaan yang pada akhirnya menekan
pertumbuhan perekonomian.Di Amerika Serikat, pejabat Federal
Reserve masih kebingungan tentang mengapa inflasi tetap dalam level
rendah untuk sekian lama, dan beberapa mengkhawatirkan itu bisa menjadi
tanda bahwa pemulihan AS tidak sekuat dari beberapa data ekonomi yang
telah dirilis. Secara teori, inflasi seharusnya naik seiring pertumbuhan
di pasar tenaga kerja.Namun, data yang mengecewakan terkait
nonfarm payrolls AS pekan lalu memberikan catatan penting tersendiri
setelah serangkaian data - dari belanja konsumen dan perdagangan hingga
produksi industri - telah member isyarat bahwa ekonomi AS mengakhiri
tahun 2013 berada pada pijakan yang kuat dan diposisikan untuk terus
menguat di tahun ini.Sementara tingkat pengangguran bulan
Desember turun 0,3 persentase menjadi 6,7 persen, level terendah sejak
Oktober 2008, namun penurunan tersebut sebagian besar hanya mencerminkan
tingkat orang-orang yang meninggalkan usia angkatan kerja.Lagarde
mengatakan bahwa bank sentral harus berhati-hati untuk menarik kembali
stimulus moneternya, hanya bila ekonomi telah jelas berada pada pijakan
yang kuat.The Fed bulan lalu memutuskan untuk memangkas
pembelian obligasi bulanan menjadi $ 75 miliar dari $ 85 milyar, dan dua
dari pejabat pembuat kebijakan the Fed yang paling hawkish pekan ini
telah mengatakan bahwa program tersebut harus diakhir secepat mungkin.Lagarde
mengatakan, apa yang disebut 'tapering off' dari pembelian obligasi the
Fed diperkirakan tidak akan mengacaukan pasar asalkan dilakukan secara
bertahap.' Kami tidak mengantisipasi konsekuensi yang besar, berat dan serius,' katanya.Namun,
ia mengatakan bahwa penyesuaian yang cepat dapat menyebabkan fluktuasi
pasar yang tajam dan arus modal yang mudah menguap, yang akan berdampat
terhadap beberapa pasar negara berkembang pada khususnya.Ekonomi
Negara berkembang, yang telah menjadi mesin pemulihan global setelah
krisis keuangan tahun 2008, kini menjadi melambat karena faktor siklus
stimulus tersebut, kata Lagarde.'Secara keseluruhan, arahnya
masih positif, namun pertumbuhan global masih terlalu rendah, terlalu
rapuh, dan terlalu tidak merata,' katanya. (brc)
ECB mungkin akan terapkan kebutuhan modal perbankan sebesar 6 persen dalam Stress Test
Januari 16, 2014
News Market
Bloomberg,
(16/01) – Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan akan mewajibkan
bank-bank untuk menunjukan modal mereka diatas 6 persen dari total asset
mereka sebelum menempatkan mereka dalam simulasi resesi akhir tahun
ini.Sebagian besar para pembuat kebijakan di bank sentral
tersebut telah mencapai consensus untuk acuan apa yang akan digunakan
dalam tes stres (stress test), menurut beberapa orang dalam yang tidak
mau disebutkan namanya. Namun demikian, batasan dari tes tersebut masih
harus disepakati pada otoritas perbankan Eropa (EBA) yang bertugas
mengkoordinasikan tes tersebut dan beberapa Negara anggota yang lebih
kecil menginginkan acuan modal yang lebih kecil dari 6 persen.Acuan
kebutuhan modal sebesar 6 persen ini masih terbilang lebih sulit
dibandingkan 5 persen berdasarkan penetapan EBA yang berbasis di London
pada tahun 2011 lalu ketika model “skenario terburuk” atas ekonomi gagal
untuk mengungkap apa saja yang menjadi kekurangan bank-bank dalam
menghadapi resesi sehingga pada akhirnya banyak yang runtuh.Presiden
ECB, Mario Draghi telah bertekad untuk meyakinkan para investor bahwa
pemeriksaan kesehatan di lembaga-lembaga keuangan akan bersifat
menyeluruh dan terpercaya seiring ECB yang tengah mempersiapkan diri
untuk mengambil alih supervise dari sekitar 130 bank perkreditan kawasan
euro dari BNP Paribas SA (Perancis) hingga Bank of Valetta Plc (Malta).
(brc)
Langganan:
Postingan (Atom)














