Bloomberg (15/01) – Saham-saham Jepang naik, mengikuti penurunan
tertingginya kemarin di indeks Topix sejak bulan Agustus lalu, pasca yen
memangkas rally dalam tiga hari terakhir dan data penjualan retail AS
menunjukkan kenaikan lebih dari perkiraan sebelumnya.Panasonic
Corp., yang mendapatkan hampir dari setengah pendapatannya diluar
Jepang, naik sebesar 3.7%. NTN Corp., naik sebesar 7.9% pasca unit Bank
of America Corp. Merrill Lynch menyatakan bahwa pendapatan kemungkinan
akan melampaui target perusahaan. Perusahaan asuransi naik tajam
diantara 33 Topix subgroup pasca turun tajam dalam enam pekan terakhir
kemarin. Nikon Corp. turun 1.2% pasca ratingnya dipangkas ke
underperform oleh Credit Suisse Group AG. Indeks Topix naik
sebesar 2% ke level 1,294.52 pada sesi penutupan di Tokyo, dengan semua
grup industri naik. Indeks acuan tersebut kemarin turun sebesar 2.3%,
penurunan tertingginya sejak tanggal 7 Agustus lalu. Indeks Nikkei 225
naik sebesar 2.5% pada hari ini ke level 15,808.73. Yen tergelincir
sebesar 0.2% ke level 104.42 per dollar pasca turun sebesar 1.2% kemarin
mengikuti gain dalam tiga hari terakhir. Kontrak berjangka pada
indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah pada hari ini. Indeks
acuan tersebut kemarin naik sebesar 1.1%, kenaikan tajam sejak tanggal
18 Desember lalu, sejalan dengan penjualan ritel AS yang melebihi dari
perkiraan sebelumnya dan aktivitas merger perusahaan yang memberikan
sinyal kepercayaaan pada ekonomi. (bgs)
15 Januari 2014
Sentimen Penjualan Ritel AS, Dollar Naik Di Asia
Januari 15, 2014
News Market
AFP (15/01) -- Dollar naik di Asia pada hari Rabu ini, perpanjang gain
pada rekornya di New York pasca laporan penjulaan ritel AS yang melebihi
dari perkiraan sebelumnya.Pada perdagangan sore hari di Tokyo
dollar dibeli pada level 104.42 yen, dibanding dengan 104.20 di New York
dan lebih tinggi dari level 103.43 yen di Asia pada awal perdagangan di
hari Selasa kemarin. Euro turun pada level $1.3633 dibanding dengan
level $1.3677 di New York.Pada hari Selasa kemarin, Departemen
Perdagangan AS menyatakan bahwa penjualan ritel AS naik sebesar 0.2% di
bulan Desember, mengejutkan para analis yang telah memperkirakan tidak
ada perubahan.Berita tersebut meredam kekhawatiran mengenai
ekonomi pasca rilis laporan pekerjaan pada hari Jumat lalu mengalami
penurunan yang telah memicu spekulasi bahwa Federal Reserve kemungkinan
akan menunda mengumumkan pemangkasan program stimulus saat pertemuan
pada bulan ini.Data pada hari Selasa lalu membangkitkan kembali
kemungkinan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas program
pembelian obligasinya pasca pada bulan lalu menyatakan akan mengurangi
sebesar $10 miliar menjadi $75 miliar di bulan Januari. Sebuah
pemangkasan akan menjadi hal positif bagi dollar.Tambahan
tekanan pada yen adalah data pada hari Selasa lalu yang menunjukkan
neraca perdagangan Jepang mengalami defisit tiga kali lipat di bulan
November year-on-year ke rekornya sebesar $5.7 miliar sejalan dengan
melemahnya mata uang yang mendorong tagihan energy Fukushima di negeri
tersebut.Dollar AS bervariasi terhadap mata uang Asia-Pacific lainnya.Dollar
naik tipis pada level Tw$30.09 dari Tw$30.02 di hari Selasa, Dollar
berada pada level Sg$1.2712 dari Sg$1.2672 dan Dollar berada pada level
1,062.79 won dari 1,058.50 won.Dollar cetak gain 44.99 pesos
dari 44.71 pesos, Dollar berada pada level 61.57 rupee dari 61.51 rupee,
dan Dollar berada pada level 12,078 rupiah dari 11,990 rupiah ,
sementara itu Dollar flat pada level 32.86 baht.Dollar Australia
turun ke level 89.15 sen AS dari 90.36 sen, sementara yuan berada pada
level 17.24 yen terhadap 17.11 yen. (bgs)
Saham Hong Kong Naik, Outlook A.S dan Pertumbuhan Global
Januari 15, 2014
News Market
Bloomberg
(15/01) – Sebagian besar saham Hong Kong naik dalam sepekan terakhir
setelah data penjualan retail A.S yang telah mengalahkan estimasi serta
Bank Dunia yang telah meningkatkan estimasi pertumbuhan ekonomi
globalnya.Index Hang Seng naik 0.3% ke level 22,862.66 pada jeda
transaksi pertengahan hari di Hong Kong, dengan sekitar tiga saham yang
naik untuk tiap dua saham yang terjatuh pada acuan yang terdiri dari 50
anggota, dengan volume yang berada sebesar 18% lebih rendah dari
rata-rata intraday 30 hari.Sementara index Hang Seng China
Enterprises dari perusahaan daratan utama yang terdaftar dikota tersebut
telah naik 0.6% menuju ke level 10,210.50, data hari ini memperlihatkan
pinjaman mata uang lokal China yang baru dibulan Desember yang
mengikuti estimasi analis serta menurunnya pertumbuhan tingkat cadangan
uang. Sedangkan index S&P 500 telah mengalami sedikit
perubahan dihari ini setelah kenaikan acuan ekuitas A.S sebesar 1.1%,
selain itu penjualan retail bulan lalu naik sebanyak 0.2%, mengalahkan
perkiraan median sebesar 0.1% yang terdiri 86 ekonom berdasarkan survey
Bloomberg, seperti yang telah diperlihatkan oleh data hari kemarin,
dengan permintaan yang mengalami lonjakan terbesar selama hampir setahun
terakhir.(tito)
Langganan:
Postingan (Atom)













