Tokyo, AFP (05/12) – Bursa saham Tokyo ditutup 1,50 persen lebih rendah
pada hari Kamis dengan saham eksportir terseret turun oleh kebangkitan
yen dan karena investor mengubah fokus mereka ke laporan ekonomi kunci
terkait pekerjaan AS.Indeks Nikkei 225 turun 230,45 poin menjadi
15,177.49, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama
kehilangan 0,91 persen, atau 11,34 poin menjadi 1,229.65.Investor mengunci keuntungan setelah Nikkei mencapai level tertinggi hampir enam tahun pada minggu ini.'Investor
jangka pendek telah memangkas posisi mereka dalam beberapa hari
terakhir ... menjelang rilis data pekerjaan AS (Jumat),' Mitsushige
Akino, fund manager dari Ichiyoshi Asset Management mengatakan kepada
Dow Jones Newswires.Laporan pekerjaan AS bila menunjukan angka
yang kuat pada saat rilis hari Jumat mendatang akan meningkatkan
spekulasi the Fed akan memulai rencana tapering program stimulus moneter
senilai $ 85 per bulan sebelum akhir tahun ini. Stimulus AS telah
dmenopang reli pasar ekuitas global sejak pencapai level terendah 2008
lalu.Di pasar uang, dolar merosot ke ¥ 102,04 dari level
sebelumnya di ¥ 102,32 pada Rabu, membebani saham eksportir yang
mendapatkan keuntungan dari unit mata uang Jepang bila melemah. (brc)
05 Desember 2013
Saham Hong Kong Menuju Dua Minggu Terendah Seiring Sektor Perbankan alami Penurunan
Desember 05, 2013
News Market
Bloomberg, (05/12) -- Saham Hong Kong
jatuh, dengan indeks acuan menuju dua pekan, sebagai pemberi pinjaman
memimpin penurunan. Standard Chartered Plc anjlok setelah mengatakan
laba pada unit perbankan akan turun.Standard Chartered, pemberi pinjaman
Inggris mendapat sekitar 60 persen dari pendapatan di Asia, merosot 4,7
persen. China Huiyuan Juice Group Ltd turun 1,1 persen karena kembali
diperdagangkan setelah mengatakan pihaknya berencana untuk menjual saham
baru. China Mobile Ltd, perusahaan telepon terbesar di dunia, naik 0,6
persen setelah memenangkan persetujuan untuk menawarkan layanan nirkabel
4G.Indeks Hang Seng turun 0,3 persen
menjadi 23,647.02 pada pukul 1:29 siang di Hong Kong, jatuh pada hari
ketiga setelah mencapai level tertinggi sejak April 2011. Sekitar
delapan saham turun untuk setiap satu yang naik pada 50-anggota indeks
volume 22 persen lebih rendah dari rata-rata 30-hari. Indeks Hang Seng
China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks H-share, kehilangan
0,2 persen menjadi 11,347.60'Setelah indeks Hang Seng naik lebih
dari 2 1/2- tahun tertinggi, memicu profit taking,' ungkap Sam Chi Yung,
ahli strategi dari Delta Asia Securities Ltd di Hong Kong. 'Jika ada
berita atau gerakan khusus dari saham individu, yang akan menarik para
investor.'Indeks Hang Seng naik 20 persen dari
terendah sebelumnya sampai kemarin sampai pada sinyal ekonomi China
menunjukan kestabilan. Dibandingkan dengan 16,2untuk indeks Standard
& Poor 500. Indeks H-share naik 28 persen dari tahun ini lebih
rendah dibanding pada 25 Juni kemarin setelah China mengumumkan rencana
reformasinya.(yds)
Indeks Topix Jepang berflukktuasi Setelah Penurunan Terbesar Lebih dari Sebulan
Desember 05, 2013
News Market
Bloomberg, (05/12) -- Indeks Topix
Jepang berayun antara gain dan loss, setelah kemarin mengalami penurunan
terbesar lebih dari sebulan terakhir, karena yen berada pada gain
terhadap dollar dan para investor menimbang pada data AS untuk petunjuk
waktu pemangkasan stimulus dari pihak otoritas.Pemberi pinjaman komersil gain di antara
33 kelompok sub industri Topix sementara mengukur pada perusahaan truk
dan kereta api yang pimpin kerugian. Nissan Motor Co , produsen mobil
yang mendapat 34 persen dari pendapatan di Amerika Utara, kehilangan 3,5
persen. Tokyo Tatemono Co naik 3,1 persen setelah Barclays Plc
menaikkan peringkat investasi pada pengembang properti.Topix naik 0.1% ke level 1,241.99 pada
jam 12:37 siang di Tokyo, setelah jatuh sebanyak 0.3%, yang jatuh
sebanyak 1.7% dihari kemarin, penurunan terbesar sejak 25 Oktober yang
lalu, index Nikkei 225 turun 0,1 persen dilevel 15,398.51, sementara Yen
diperdagangkan sedikit berubah pada level 102,36 per dolar setelah
penguatan selama dua hari terakhir. Pada hari kemarin sebuah laporan
dari pihak swasta memperlihatkan Amerika telah meningkatkan payroll
terbanyak dibulan November selama setahun terakhir.'Sentimen pasar bergantung pada waktu
tapering,' kata Masaru Hamasaki, senior strategist dari Sumitomo Mitsui
Asset Management Co yang berbasis Tokyo, yang mengelola sekitar 11
triliun yen (US $ 107 milyar) pada aset. 'Jika orang berharap menunda
tapering, yen akan dijual dan saham yang akan dibeli. Jika mereka
berpikir tapering akan terjadi sebelumnya, pasar akan bergerak dalam
arah yang berlawanan.'(yds)
Langganan:
Postingan (Atom)














