Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

15 November 2013

Saham Jepang Naik Terhadap Yen Seiring Nikkei 225 Naik 15,000

Bloomberg (15/11) -- Saham-saham Jepang naik, mendorong Nikkei 225 Stock Average diatas 15,000 untuk pertama kalinya sejak bulan Mei lalu, paska Yen melemah terhadap dolar terkait perkiraan stimulus AS.Sony Corp., yang mendapatkan pendapatan 70% dari luar Jepang, naik 3.7%. Dai-ichi Life Insurance Co. naik 4.3% paska menaikkan perkiraan labanya. Mizuho Financial Group Inc., bank terbesar ketiga di Jepang berdasar nilai pasarnya, gain 1.9% paska meningkatkan perkiraan laba bersihnya. Japan Airlines Co. jatuh 2.3% sejalan dengan sektor tersebut mengalami penurunan pada 33 grup industri di indeks Topix.Indeks Nikkei 225 gain 2.1% ke level 15,181.79 pada pukul 12:42 siang di Tokyo, pertama kalinya diatas 15,000 pada basis intraday sejak tanggal 24 Mei. Indeks acuan tersebut bersiap menuju kenaikan sebesar 7.8% pada pekan ini, tertinggi sejak Desember 2009. Indeks Topix naik 1.8% ke level 1,239.91, menuju level penutupan tertingginya sejak tanggal 22 Mei lalu. Yen turun 0.2% ke level 100.24 terhadap dolar, terendah sejak tanggal 11 September lalu.Indeks Nikkei 225 telah mengalami kenaikan sebesar 80% dari bulan November 2012 ke level penutupan tertingginya pada 5 1/2 tahun tanggal 22 Mei lalu, ditengah optimisme Perdana Menteri Shinzo Abe dan Bank of Japan dapat mengeluarkan negara dari deflasi. Indeks acuan tersebut turun 20% hingga tanggal 13 Juni lalu memasuki kondisi pasar yang bearish, jelang penutupan kemarin pada level tertingginya sejak bulan Mei lalu. (bgs)

Stimulus Pengaruhi Permintaan Safe Haven, Yen Perpanjang Penurunan

Bloomberg (15/11) – Yen jatuh tajam pada wilayah 100 per dolar sejalan dengan gain pada saham dan perkiraan bahwa stimulus ekonomi yang bertahan di kancah global yang memangkas permintaan akan asset safe haven. Yen kemarin menyentuh level 100 untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir dan bersiap ke penurunan mingguan terhadap semua mayoritas mata uang lainnya menjelang pertemuan Bank of Japan pekan depan dan mengikuti data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga menurun. Dolar bersiap menuju penurunan mingguan pertamanya terhadap euri pada bulan ini paska nominator Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bahwa stimulus tidak akan dipangkas secepatnya. Volatilitas mata uang mengalami penurunan dari satu bulan tertingginya. Yen jatuh 0.3% ke level 100.27 per dolar pada pukul 12:20 siang di Tokyo dan menyentuh level 100.31, level terendah sejak tanggal 11 September. Mata uang Jepang menyentuh level 134.94 per euro, pada bulan ini, sebelum ditransaksikan pada level 134.89. Yen telah mengalami penurunan sebesar 1.2% terhadap dolar pada penurunan mingguan ketiga kalinya berturut, dan turun sebesar 1.9% terhadap euro, penurunan terbesar selama lima hari sejak bulan Juli.Mata uang AS turun 0.1% ke level $1.3453 per euro, bersiap pada penuruan mingguan sebesar 0.6%. (bgs)

Sentimen Kebijakan, Saham China Rally Tajam Pada 2 Bulan Terakhir

Bloomberg (15/11) – Saham-saham China naik tajam pada dua bulan terakhir terkait spekulasi bahwa pemerintah akan mengumumkan informasi mengenai perubahan kebijakan yang disusun saat pertemuan petinggi Partai Komunis pekan depan. Sementara saham teknologi, keuangan dan konsumen pimpin gain.Aisino Co. dan Neusoft Corp. naik lebih dari 6%, memimpin saham teknologi ke gain tertingginya dintara grup industri lainnya. BesTV New Media Co., pembuat video-game yang join dengan Microsoft Corp., naik 8.1%. Haitong Securities Co. pimpin rally pada perusahaan keuangan dengan gain 8.3%.Indeks Shanghai Composite naik 1.8% ke level 2,136.48 pada pukul 10:25 pagi waktu lokal. Indeks CSI 300 naik 2% ke level 2,350.55. Indeks Hang Seng China Enterprises gain 2%. Indeks Bloomberg China-US Equity, Indeks acuan bagi perusahaan-perusahaan China yang mayoritas ditransaksikan di AS, naik 0.7% di New York kemarin. (bgs)