Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

13 November 2013

Jelang Data Output Industri, Indeks Berjangka Eropa Jatuh

Bloomberg (13/11) – Indeks berjangka eropa jatuh, menandai indeks Stoxx Europe 600 akan menagalami penurunan pada hari kedua, sejalan dengan para investor mengkaji pendapatan perusahaan dan menunggu data yang kemungkinan menunjukkan output industri zona eropa turun. Sementara indeks berjangka AS dan saham-saham Asia juga mengalami penurunan. Kontrak berjangka pada indeks Euro Stoxx 50 yang akan berakhir pada bulan Desember turun sebesar 0.5% ke level 3,017 pada pukul 7:07 pagi di London. Kontrak berjangka pada indeks U.K. FTSE 100 tergelincir sebesar 0.4% pada hari ini. Indeks berjangka Standard & Poor 500 jatuh sebesar 0.3%, sementara indeks MSCI Asia Pacific turun sebesar 0.9%.Sebuah laporan pada pukul 11 siang di Luxembourg kemungkinan menunjukkan output industri di 17 zona eropa tergelincir sebesar 0.3% pada bulan September, paska kenaikan sebesar 1% pada bulan sebelumnya, berdasarkan pada survey para ekonom oleh Bloomberg.Para investor akan menunggu laporan skonomi AS pada pekan ini terkait klaim pengangguran dan manufaktur di New York, sebagai sinyal terhadap kebijakan stimulus Federal Reserve.Para ekonom telah memperkirakan bahwa bank sentral akan menunda tapering pembelian aset hingga pertemuan Maret tahun depan. Para pembuat kebijakan kemungkinan akan memangkas pembelian obligasi bulanan sebesar $70 miliar dari $85 miliar, berdasarkan pada estimasi si survei Bloomberg pada tanggal 8 November lalu. Pertemuan Federal Reserve berikutnya pada tanggal 17-18 Desember mendatang. (bgs)

Jelang Pernyataan Yellen, Dolar Turun Di Asia

AFP (13/11) – Dolar turun di Asia pada hari Rabu ini, mengambil napas dari rally yang dipicu oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai tapering secepatnya.Dolar AS dibeli pada level 99.48 yen di Tokyo, melemah dari 99.62 yen di New York di hari Selasa kemarin.Euro menguat ke level $1.3447 dari $1.3433 yang dibeli pada level 133.76 yen dibanding dengan 133.82 yen pada transaksi di AS.Para investor sedang menunggu pernyataan di hari Kamis besok dari Janet Yellen. Yellen akan muncul menjelang para senator AS di hari Kamis besok mempertahankan nominasinya sejalan dengan para pembuat kebijakan Federal Reserve berdebat mengenai kebijakan stimulis atau yang dikenal sebagai quantitative easing masih dibutuhkan guna mendukung perekonomian terbesar di dunia tersebut.Bank sentral akan mengadakan pertemuan regular mengenai kebijakan selama dua hari pada bulan depan paska rilis data AS yang terbaru memicu spekulasi bahwa bank sentral akan melaksanakan tapering pembelian obligasinya bulanannya sebesar $85 miliar sebelum akhir tahun ini.Para investor juga sedang menunggu rilis data produksi industri wilayah eropa untuk bulan September, yang akan diikuit oleh data pertumbuhan ekonomi di bulan Juli-September di hari Kamis besok.Dolar naik terhadap mata uang Asia-Pacific lainnya.Dolar naik ke level Sg$1.2495 dari Sg$1.2486 pada hari Selasa lalu, ke level Tw$29.59 dari Tw$29.56, ke 63.73 Indian rupees dari 63.53 rupees, dan ke level 43.77 Philippine peso dari 43.70 peso.Dolar naik ke level 31.59 baht Thailand dari 31.57 baht dan ke level 1,072.93 won Korea Selatan dari 1,071.20 won.Dolar Australia jatuh ke level 93.04 sen AS dari 93.29 sen, Sementara yuan China berada pada level 16.30 yen terhadap 16.31 yen. (bgs)

Sentimen Tapering, Emas Memperpanjang Penurunan

LOS ANGELES, MarketWatch (13/11) — Emas berjangka pada hari Rabu memperpanjang penurunannya, menguji level terendah bulanannya ditengah meningkatnya spekulasi bahwa stimulus moneter AS akan dimulai segera mungkin pada bulan depan..Pada tengah hari di Asia Timur, Emas untuk bulan Desember turun sebesar $2.20, atau 0.2%, ke level $1,269 per ounce. Perak untuk bulan yang sama turun sebesar 8 sen, atau 0.4%, ke level $20.70 per ounce. Pada awal pembukaan, emas berjangka turun ke level terendahnya dalam sebulan terakhir, sejalan dengan Federal Reserve mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan memangkas program pembelian obligasinya segera mungkin di bulan Desember.Sementara, emas menurun pada hari Rabu ini meskipun mata uang AS melemah, dengan indeks ICE dollar tergelincir ke level 81.092 dari 81.144 saat sesi penutupan pada hari sebelumnya.Palladium bulan Desember turun sebesar $1.70, atau 0.2%, ke level $740.65 per ounce, sementara platinum bulan Januari turun $5.40, atau 0.4%, ke level $1,434.20 per ounce.Tembaga untuk bulan Desember turun 2 sen, atau 0.6%, ke level $3.22 per pound. (bgs)