Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

30 Oktober 2013

Emas Pertahankan Penurunan Sebelum Konklusi Rapat, Perak Jatuh

Bloomberg (30/10) – Komoditi emas pertahankan penurunan sebelum otoritas the Fed memberikan konklusi dari rapat hari ini seiring dengan pertimbangan prospek pengurangan stimulus, sebuah langkah yang dikatakan oleh manajer keuangan terbesar dunia yang pada saat ini bersifat sangat penting.Bullion untuk pengiriman cepat ditransaksikan pada level harga $1,343.58 per ons pada jam 8:58 pagi di Singapura dari level $1,345.05 dihari kemarin, ketika harga mengalami penurunan sebesar 0.6% seiring menguatnya dollar, sementara kepemilikan dalam SPDR Gold Trust, yang merupakan ETP berbasis emas terbesar tidak mengalami perubahan untuk hari kedua berada dilevel 872.02 metrik ton.Bulan ini emas mengalami rebound pada spekulasi the Fed tidak akan memperlambat pembelian asset hingga tahun depan setelah langkah shutdown pemerintahan yang mempengaruhi kondisi ekonomi, dimana pada bulan lalu otoritas secara diluar dugaan menahan langkah pengurangan stimulus.Ditahun 2013 ini emas turun 20% menuju penurunan tahunan pertamanya sejak tahun 2000, pihak bank sentral A.S akan mengurangi pembelian obligasi bulanannya pada rapat dibulan Maret, menurut survey analis oleh Bloomberg pada tanggal 17-18 Oktober.Emas untuk pengiriman Desember jatuh untuk hari ketiga sebesar 0.3% ke level harga $1,342 per ons dan ditransaksikan pada level $1,342.40 di divisi Comex, volume perdagangan berada sebanyak 79% berada dibawah rata-rata 100 hari untuk saat ini.Selain itu spot perak jatuh 0.2% ke level harga $22.4785 per ons, memangkas gain bulanan.(tito)

Kenaikan Output Industri Jepang Berada dibawah Estimasi

Bloomberg (30/10) – Output industri Jepang naik kurang dari perkiraan dibulan September, menggarisbawahi tantangan untuk PM Shinzo Abe seiring dengan upayanya untuk memicu sebuah ekspansi yang berkelanjutan dalam kondisi ekonomi ketiga terbesar dunia.Menteri perdagangan hari ini di Tokyo bahwa tingkat produksi naik 1.5% dari bulan sebelumnya, berada dibawah estimasi median untuk sebuah gain sebesar 1.8% dalam survey Bloomberg dari 30 ekonom, dengan kenaikan output sebesar 5.4% dari setahun sebelumnya.Abe menginginkan kondisi ekonomi untuk dapat mempertahankan momentumnya hingga April, ketika sebuah peningkatan pajak penjualan yang kemungkinan dapat menyebabkan sebuah kontraksi, tantangannya adalah untuk mendorong menembus reformasi regulator dalam sesi parlemen terkini guna meningkatkan lingkungan bisnis serta mendorong perusahaan untuk menaikkan upah, seiring dengan pertumbuhan ekspor yang memperlihatkan sinyal penurunan.“Tingkat Produksi sedang berada pada sebuah trend positif yang disebabkan oleh demand konsumen domestic, namun hal ini bisa menjerumuskan setelah kenaikan pajak tahun depan,” menurut pernyataan dari Masamichi Adachi, ekonom senior pada JPMorgan Chase & Co. di Tokyo dan mantan pejabat BOJ, “ Ekspor adalah resiko terbesar bagi output pada saat ini sehubungan dengan pelemahan demand global,”Sementara itu produksi industri bulan ini diperkirakan naik 4.7% dari bulan September, diikuti oleh sebuah penurunan sebesar 1.2% dibulan November, menurut pernyataan dari pihak Kementerian Perdagangan pada hari ini.(tito)
 

Minyak WTI Turun Hari Kedua, Cadangan Minyak Mentah A.S Naik

Bloomberg (30/10) – Minyak WTI jatuh untuk hari kedua, memperpanjang sebuah penurunan bulanan seiring dengan meningkatnya tingkat cadangan minyak mentah di A.S, yang merupakan konsumen minyak terbesar didunia.Kontrak berjangka turun 0.8% di New York setelah American Petroleum Institute berbasis Industri yang mengatakan bahwa cadangan minyak mentah pekan lalu naik 5.9 Juta barel, sebuah laporan hari ini dari pihak Energy Information Administration diproyeksikan untuk memperlihatkan tingkat cadangan yang naik sebanyak 2.4 Juta, berdasarkan survey analis Bloomberg, hal itu merupakan gain dalam pekan keenam yang naik ke level tertingginya selama empat bulan terakhir.WTI untuk pengiriman Desember jatuh sebanyak 80 sen ke level harga $97.40 per barel dalam perdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange yang sebelumnya sempat berada dilevel harga $97.62 pada jam 11:07 pagi waktu Sidney, pada hari kemarin kontrak tersebut turun 0.5% ke level harga $98.20, sementara volume seluruh kontrak yang diperdagangkan berada dikisaran 77% diatas rata-rata 100 hari, selain itu harga bulan ini mengalami penurunan sebesar 4.6%.Brent untuk settlement Desember jatuh sebanyak 0.3% sejumlah 31 sen menuju ke level harga $108.70 per barel pada London-based ICE Futures Europe exchange, minyak mentah acuan Eropa sempat berada dilevel premium $11.12 bagi kontrak berjangka WTI, dari level harga $10.81 disesi sebelumnya.Cadangan bahan bakar A.S naik 740.000 barel, berdasarkan pernyataan dari pihak API, sementara laporan dari EIA, kelompok statistik dari Departmen Energi, memperkirakan untuk dapat memperlihatkan cadangan yang jatuh sebanyak 200.000 barel, berdasarkan dari hasil survey yang ada.(tito)