Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

21 Oktober 2013

Dolar Bergerak Naik Tetapi Berpotensi Koreksi Lagi

Market Watch (21/10) - Dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Senin setelah mengalami beberapa kerugian pada akhir pekan lalu, namun beberapa analis memperkirakan bahwa greenback masih akan bergerak lebih rendah  dalam beberapa hari mendatang.Senin sore di Asia Timur, indeks dolar ICE yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap enam rival utamanya bergerak naik ke level 79,679, dibandingkan 79,649 pada Jumat sore di Amerika Utara.Indeks Dollar WSJ, alternatif pengukur kinerja dolar berada di 72.08, atau naik dari posisi 72,03 pada hari Jumat lalu. Kedua indeks tersebut sedikit mengalami perubahan pada hari Jumat pasca kerugian hari Kamis.Disamping keuntungan moderat sore ini, senior strategist mata uang dari Royal Bank of Canada, Sue Trinh mencatat bahwa dolar masih tidak jauh dari level terendah tahun ini, dengan harga yang menyerap penundaan rencana Federal Reserve untuk memperlambat laju stimulus.Penundaan langkah The Fed yang sering disebut ' taper ' didasarkan pada kekhawatiran bank sentral atas kemungkinan perselisihan lebih lanjut di Kongres AS yang bisa menutup kembali operasi pemerintah atau mengancam default AS.Euro  sedikit berubah, ditransaksikan pada level $ 1,3675, turun dari sesi Jumat sore di level $ 1,3680. Sementara itu, Poundsterling sedikit berubah di level $ 1,6165, dibandingkan $ 1,6168 pada minggu sebelumnya.Di antara pasangan mata uang Asia, dolar naik terhadap yen Jepang  pada level  98,01 yen, naik dari 97,84 yen pada hari Jumat lalu, sementara dolar Australia berada di 96.69 sen AS, sedikit berubah dari 96,67 sen AS sebelumnya.  ( rk )

Dollar inches higher but may soon fall back

LOS ANGELES MarketWatch (21/10) — The U.S. dollar ticked higher Monday after suffering some losses late last week, but several analysts forecast a move lower for the greenback in the days ahead.Monday afternoon in East Asia saw the ICE dollar index, which measures the U.S. currency against a basket of six major rivals, inching up to 79.679 , compared to 79.649 late Friday in North America.The WSJ Dollar Index, an alternative measure of the U.S. unit, ticked to 72.08, up from Friday’s 72.03. Both indexes saw little movement Friday after chalking up losses Thursday.Despite Monday’s modest gains, Royal Bank of Canada senior currency strategist Sue Trinh noted that the dollar remained not far from its lowest levels of the year, with the market pricing in a delayed start to the Federal Reserve’s plan to slow the pace of its stimulus.Such a delay to the Fed’s so-called “taper” was based on the central bank’s likely concern over another battle in the Congress that could again shut down government operations or threaten a U.S. default.The euro was little changed Monday, buying $1.3675, down nominally from late Friday’s $1.3680. The British pound also moved sideways to $1.6165, against $1.6168 at the end of the previous week.Among the top Asian currency pairs, the dollar rose against the Japanese yen to buy ¥98.01, up from ¥ 97.84 Friday, while the Australian dollar held at 96.69 U.S. cents, little moved from 96.67 U.S. cents.

Saham China Naik Tajam Pekan Ini

Bloomberg ( 21/10 ) – Saham-saham China naik tajam pekan ini, dipicu oleh perusahaan consumer dan teknologi pasca pemerintah menyeru “tak henti-hentinya” mengenai implementasi kebijakan ekonomi yang meliputi peningkatan konsumsi domestic. Shanghai Metersbonwe Fashion & Accessories Co. naik sebesar 10%, memimpin kenaikan pada perusahaan konsumer yang bergantung pada pertumbuhan ekonomi, pasca Shenyin & Wanguo Securities merekomendasikan saham. Shanghai Baosight Software Co. mengalami rally pada saham-saham teknologi pasca penandatanganan kontrak untuk menyediakan pelayanan pusat data ke Alibaba Group Holding Ltd. Sementara Yunnan Copper Industry Co. jatuh sebesar 4.6%, tertinggi sejak bulan Juni lalu, sejalan dengan persediaan mengindikasikan bahwa permintaan akan logam menurun.Indeks Shanghai Composite naik sebesar 1.6% ke level 2,229.24 pada sesi penutupan, kenaikan terbesar sejak tanggal 11 Oktober lalu. Pemerintah akan mendorong dukungan keuangan bagi usaha kecil, memangkas overcapacity dan mencari mesin baru untuk mendorong konsumsi, Pemerintah mengatakan pada sebuah pernyataan kemarin. Para pemimpin nasional akan mengadakan pertemuan pada bulan November mendatang guna memetakan kebijakan untuk mereformasi ekonomi dan melanjutkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 7 %. (bgs)