Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

18 Oktober 2013

Bursa Saham China Naik Pasca GDP Meningkat Di Kuartal Ketiga

Bloomberg (18/10) -- Saham china naik untuk pertama kali dalam empat hari terakhir yang dipimpin oleh sektor konsumen dan industri, setelah perekonomian china meningkat di kuartal ketiga.Industri pembuat suku cadang mobil Younger Group Co. dan BYD co, yang dimiliki oleh Warren Buffett’s Berkshire Hathaway Inc. Melonjak lebih dari 7% memimpin kenaikan untuk perusahaan konsumsen tergantung pada pertumbuhan ekonomi. CSR Corp. dan China CNR Corp pembuat kereta terbesar di china menguat 1.7% setelah Premier Li Keqiang mengatakan dia berharap China akan membantu Australia seiring mempelajari pembangunan kereta api cepat pertama. Inner Mongolia MengDian HuaNeng Thermal Power Co. tergelincir 3.5% ini mempercepat penurunan untuk sektor utilitas.Indeks Shanghai Composite naik 0.2% menjadi 2.193.78 pada penutupan perdagangan. Ekpansi ekonomi china tumbuh 7.8% pada kuartal ketiga, pemerintah menunjukan pada hari ini. Sesuai dengan rata-rata perkiraan 48 ekonom yang di suvei Bloomberg, di bandingkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7.5% pada kuartal sebelumnya. ( rk )

Europe Stocks Gain for Seventh Day as China Economy Grows Faste

Oct. 18 (Bloomberg) -- European stocks rose for a seventh day, their longest winning streak this year, as data showed China’s economic growth accelerated for the first time in three quarters. U.S. index futures and Asian shares also gained.Schindler Holding AG jumped the most since November 2011 after saying it will buy back shares. Cap Gemini SA rose 2.6 percent after saying it began talks to buy Areva SA’s software-services unit. Grifols SA fell 3.1 percent after an investor sold a stake.The Stoxx Europe 600 Index advanced 0.3 percent to 316.96 at 8:12 a.m. in London. It has climbed 1.7 percent this week as U.S. President Barack Obama signed into law a measure extending the government’s borrowing authority until early 2014 and ending a government shutdown that started Oct. 1. Standard & Poor’s 500 Index futures gained 0.1 percent, while the MSCI Asia Pacific Index rose 0.3 percent.“China’s GDP figures reported a steady growth rate coming out in line with expectations,” Jonathan Sudaria, a trader at Capital Spreads in London, wrote in a note. “Bulls will be content with the fact that the recent downward trend of the last two quarters has been broken.”In China, gross domestic product increased 7.8 percent in the third quarter from a year earlier, the National Bureau of Statistics said. That matched the median estimate of economists in a Bloomberg survey. The world’s second-biggest economy posted GDP growth of 7.7 percent and 7.5 percent in the first two quarters, slipping from a 7.9 percent expansion in the final three months of 2012.

Ekonomi China Tumbuh, Saham Eropa Naik

Oct. 18 (Bloomberg) – Saham-saham Eropa naik pada hari ketujuh, kemenangan terpanjang mereka tahun ini, akibat rilis data China menunjukkan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya pada kuartal ketiga. Indeks berjangka AS dan saham Asia juga mengalami kenaikan.Indeks Stoxx Europe 600 menguat sebesar 0.3% ke level 316.96 pukul 8:12 pagi di London. Indeks ini telah menguat sebesar 1.7% pekan ini seiring Presiden Barack Obama menandatangani otorisasi pinjaman pemerintah kedalam undang-undang hingga awal tahun 2014 dan mengakhiri shutdown pemerintah yang telah mulai pada tanggal 1 Oktober lalu. Indeks berjangka Standard & Poor’s 500 menguat sebesar 0.1%, sementara indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0.3%.Di China, gross domestic product (GDP)naik sebesar 7.8% pada kuartal ketiga dari awal tahun, menurut National Bureau of Statistics. Pertumbuhan tersebut sesuai dengan estimasi dari para ekonom di survei Bloomberg. Ekonomi terbesar kedua dunia menerbitkan pertumbuhan GDP sebesar 7.7% dan 7.5% pertama kalinya di kuartal kedua, tergelincir dari 7.9% yang merupakan ekspansi tiga bulan terakhir tahun 2012. (bgs)