Bloomberg (4/10) -- Saham-saham Eropa turun seiring jatuhnya acuan ekuitas regional untuk minggu kedua karena investor berspekulasi bahwa parlemen AS tidak akan mencapai kesepakatan mengenai anggaran federal minggu ini. Pasar berjangka AS sedikit mengalami perubahan, sementara saham-saham Asia jatuh.Indeks Stoxx Europe 600 melemah sebesar 0.3% ke level 308.63 pada pukul 8:15 waktu London. Indeks acuan tersebut jatuh sebesar 1.2% pada minggu ini, memangkas keuntungannya untuk tahun ini menjadi sebesar 10%. Indeks berjangka Standard & Poor’s 500 naik 0.l% hari ini, sementara indeks MSCI Asia Pacific jatuh sebesar 0.2%.Shutdown parsial pemerintah AS telah memasuki hari keempat pada hari ini dengan sebanyak 800,000 pegawai pemerintahan yang dirumahkan karena perseteruan parlemen mengenai anggaran untuk tahun yang baru, mulai 1 Oktober. Laporan pekerjaan bulanan yang seharusnya dirilis hari ini juga ditunda.Kongres juga menghadapi perselisihan mengenai kenaikan batas hutang sebesar 16.7 triliun dolar pada bulan ini. Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa telah kehabisan langkah-langkah untuk menghindari kelebihan batas hutang yang akan berakhir pada tanggal 17 Oktober mendatang. Jika hal itu terjadi, pemerintah akan kehabisan uang untuk membayar semua kewajiban hutangnya diantaranya tanggal 22 dan 31 Oktober mendatang, menurut Anggaran Resmi Pemerintah.Kemarin Departemen Keuangan AS juga mengatakan bahwa kegagalan federal dapat memicu resesi seperti krisis keuangan pada tahun 2008 atau lebih buruk. Secara terpisah, Direktur Utama IMF, Christine Lagarde mengatakan dalam sebuah pidato di Washington bahwa ini merupakan “misi kritis´ bagi AS untuk menaikkan batas hutang karena bila terjadi kegagalan akan berdampak terhadap ekonomi dunia. (bgs)
07 Oktober 2013
04 Oktober 2013
Bursa Jepang berakhir rendah di akhir pekan
Oktober 04, 2013
News Market
Tokyo, AFP (04/10) – Bursa saham Tokyo jatuh 0,94 persen pada Jumat di tengah berkembangnya kekhawatiran bahwa shutdown pemerintah AS dapat menyebabkan masalah default utang dan memberi pukulan besar bagi perekonomian global. Indeks Nikkei 225 merosot 132,94 poin menjadi 14,024.31, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama turun 0,87 persen atau 10,17 poin pada posisi 1,163.82. Disamping shutdown telah memicu kegelisahan di kalangan investor, para analis umumnya menyatakan keprihatinan yang lebih dalam tentang batas waktu untuk menaikkan plafon utang AS hingga 17 Oktober mendatang. Ketua IMF, Christine Lagarde memperingatkan bahwa kegagalan AS untuk menaikkan batas utang bisa mendatangkan malapetaka bagi ekonomi global, sementara Departemen Keuangan mengatakan bahwa default bisa member efek 'bencana' global. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso pada hari Jumat mendesak Washington untuk menyelesaikan krisis politik anggaran dan peringatan secara serius bisa merusak ekonomi global. 'Perasaan saya adalah ... batas utang akan memiliki dampak yang signifikan terhadap internasional. Kecuali itu diselesaikan dengan cepat, kita akan melihat berbagai konsekuensi, ' kata Aso kepada wartawan di Tokyo . Aso juga mengatakan situasi ini cenderung untuk memicu aksi beli safe- haven pada yen. Pada hari Jumat dolar berada di ¥ 97,08 , turun dari ¥ 97,27 di New York, di mana greenback sempat turun di bawah ¥ 97 pada Kamis kemarin. (brc)
Saham Hong Kong Menuju Dua Pekan Penurunan pada Kebuntuan A.S
Oktober 04, 2013
News Market
Bloomberg (4/10) – Saham Hong Kong jatuh, dengan index acuan yang
bergerak menuju dua pekan penurunannya, seiring dengan kecemasan bahwa
kebuntuan politik A.S dapat mengarah pada sebuah resesi dalam kondisi
ekonomi terbesar dunia.Index Hang Seng turun 0.9% ke level
23,013.62 pada jam 9:32 di Hong Kong, dengan semua kecuali tiga saham
yang jatuh pada acuan 50 anggota, index Hang Seng China Enterprises
turun 1.1% ke level 10,395.71, sementara market Daratan utama ditutup
hingga tanggal 8 Oktober.Index Hang Seng telah menghentikan gain
kuartal terbesarnya pada pekan lalu sejak Maret 2012, naik 9.9% pada
data yang melebihi perkiraan dari China dan setelah the Fed yang diluar
dugaan menahan pengurangan stimulusnya, acuan ekuitas Hong Kong
ditransaksikan pada level 11.12 kali estimasi laba dihari kemarin,
dibandingkan dengan level 15.12 bagi index Standard & Poor’s 500.Sementara
itu index S&P 500 hari ini turun 0.1%, sebagian besar index
tersebut jatuh selama sebulan terakhir dihari kemarin seiring dengan
Departemen treasury yang mengatakan bahwa pemerintahan akan kehabisan
otoritas pinjaman pada tanggal 17 Oktober, yang juga diberitahu bahwa
jika pihak otoritas gagal meningkatkan batas hutang sebesar $16.7
Trilyun, sebuah kegagalan pembayaran dapat mengarahkannya menuju sebuah
resesi seburuk krisis keuangan ditahun 2008 ataupun lebih buruk lagi,
selain itu industri jasa di A.S telah berekspansi dibulan September pada
laju yang lebih lambat dari perkiraan.Data payroll A.S tidak
akan dirilis seperti yang sudah dijadwalkan pada hari ini yang
disebabkan oleh shutdown, kurangnya data ekonomi yang diakibatkan oleh
penghentian tersebut telah menjadikannya lebih sulit bagi bank sentral
untuk memberi acuan kapan untuk mulai mengurangi rekor pembelian
obligasi bulanan yang sebesar $85 Milyar.Nilai penjualan retail
Hong Kong naik 1.8% dibulan Agustus dari setahun sebelumnya, yang
meleset dari estimasi analis untuk peningkatan sebesar 10.1%, volume
penjualan naik 7.2%, yang juga kurang dari ekspektasi.(tito)
Langganan:
Postingan (Atom)














