MarketWatch (02 /10), SAN FRANCISCO -
Emas berjangka turun lebih dari USd$40 per ons pada hari Selasa untuk
menandai penutupan terendahnya dalam hampir dua bulan terakhir, Emas
gagal untuk menemukan dukungan safe haven dengan beberapa investor
mengharapkan shutdown pemerintah AS sementara. Emas
untuk pengiriman Desember turun $40,90 per ons, atau sebesar 3,1%,
untuk menetap di level $1,286.10 per ons di divisi Comex New York
Mercantile Exchange. Harga, pelacakan kontrak paling aktif, melihat
penurunan dolar dalam satu hari terbesarnya sejak 26 Juni, FactSet
menunjukkan Data. Dolar juga menetap di level terendahnya sejak 7
Agustus Pada
hari Senin, emas turun sebanyak $12,20 , atau hampir 1%, untuk menetap
di level $1.327 per ons, tapi menandai kenaikan kuartalan pertamanya
dalam setahun.Sebuah
shutdown jangka pendek memiliki dampak minimal pada ekonomi secara luas
dan tidak mengubah jadwal Federal Reserve pada pemangkasan pelonggaran
kuantitatif, menurut Wright. Selain itu, ' pertempuran besar akan datang
dalam dua minggu kedepan mengenai plafon utang. Tidak ada kesepakatan
tentang plafon utang akan menyebabkan permintaan safe -haven dari semua
penjuru dan harus menyebabkan kenaikan pada dolar AS.' (izr)
03 Oktober 2013
Wall Street turun karena investormenimbang pengaruh kebuntuan anggaran
Oktober 03, 2013
Nasdaq
New York, Bloomberg (02/10) – Saham-saham AS jatuh, setelah indeks Standard & Poor catat kenaikan terbesar dalam hampir dua minggu pada sesi kemarin karena para investor terus mengamati perkembangan terhadap akhiri kebuntuan pengeluaran pemerintah federal yang men-shutdown pemerintahnya di hari kedua. Indeks S & P 500 kehilangan 0,1 persen menjadi 1,693.87 di New York, memangkas penurunan sebelumnya sebanyak 0,9 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 58,56 poin, atau 0,4 persen ke 15,133.14. Indeks acuan untuk ekuitas AS naik 0,8 persen kemarin, karena investor berspekulasi bahwa efek ekonomi dari shutdown parsial pertama pemerintah AS sejak tahun 1996 akan terbatas. Indeks tersebut menguat 4,7 persen pada kuartal ketiga dan 19 persen lebih tinggi untuk tahun 2013. Ekuitas tenggelam di awal perdagangan setelah shutdown memasuki hari kedua. Kemudian Indeks acuan memperkecil kerugian setelah Presiden Barack Obama memanggil empat pemimpin puncak Kongres ke Gedung Putih untuk pembicaraan tingkat tinggi dalam upaya pembukaan kembali pemerintah AS dan menaikkan plafon utang. Shutdown parsial yang berlangsung satu minggu mungkin akan mencukur 0,1 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi AS, menurut perkiraan rata-rata ekonom, dengan biaya makin besar bila shutdown terus berlanjut. Obama sebelumnya bertemu di Gedung Putih dengan CEO Goldman Sachs Group Inc, Lloyd Blankfein C. dan pemimpin bank yang lainnya untuk membahas dampak ekonomi dari kebuntuan. Blankfein mengatakan anggota parlemen mempertaruhkan pemulihan jika mereka tidak menaikkan plafon utang federal.Bursa saham Tokyo ditutup turun 2.17 persen
Oktober 03, 2013
Nikkei 225
Tokyo, AFP (02/10) – Bursa saham Tokyo ditutup 2,17 persen lebih rendah Rabu karena pelemahan dolar terhadap yen di tengah kekhawatiran shutdown pemerintah AS.Indeks acuan Nikkei 225 kehilangan 314,23 poin menjadi 14,170.49, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham bagian pertama tergelincir 1,53 persen, atau 18,28 poin menjadi 1,175.16. Ada beberapa isyarat perdagangan segar hari Rabu tapi krisis AS menyeret turun dolar terhadap yen sehingga memukul sahamsaham berbasis eksportir. Greenback dibeli pada posisi ¥ 97,65 di perdagangan Asia sore hari, berbanding dengan ¥ 97,94 di New York pada Selasa sore dan turun dari posisi ¥ 98,62 di Tokyo sebelum shutdown pemerintah AS. "Dolar tidak akan naik sampai kebuntuan tentang plafon utang AS diselesaikan," kata Hiroyuki Fukunaga, CEO dari Investrust. Batas pinjaman negara adi daya itu harus dinaikkan pada pertengahan Oktober atau pemerintahnya tidak akan mampu membayar tagihan-tagihan yang pada gilirannya akan menyebabkan default (defaulf). Namun, ada kekhawatiran bahwa Partai Republik dan Demokrat di Capitol Hill tidak akan mampu menyelesaikan perbedaan mereka sebelum itu. Para analis mengatakan ada sedikit reaksi terhadap pengumuman Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa ia akan menaikkan pajak penjualan negara dan diimbangi dengan dengan langkah-langkah stimulus pemerintah.Keputusan itu diambil setelah beberapa bulan ketidakpastian apakah Abe akan mendorong ekonomi melalui retribusi yang dianggap penting untuk menyusutkan utang nasional yang besar
Langganan:
Postingan (Atom)













