Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

23 Agustus 2013

Nikkei akan meningkat di Wall St, data yang menunjuk ke ekonomi global perusahaan

Reuters (23/8) - TOKYO - Indeks saham Nikkei Jepang diperkirakan akan naik di atas 13.500 pada hari Jumat di belakang keuntungan di Wall Street, dengan optimis data aktivitas pabrik dari seluruh dunia akan menguntungkan eksportir.Para pelaku pasar mengatakan Nikkei kemungkinan akan diperdagangkan antara 13.400 sampai 13.700 pada hari Jumat setelah jatuh 0,4 persen menjadi 13,365.17 pada hari Kamis - indeks turun 2,1 persen sejauh minggu ini.Nikkei berjangka di Chicago ditutup pada posisi 13.575naik 1,7 persen dari penutupan di Osaka 13.350.Analis mengatakan bahwa para investor, yang telah terbelenggu oleh kekhawatiran pengurangan di Federal Reserve segera melakukan stimulus besar-besarankemungkinan akan mengejarpasar lebih tinggi setelah data dari ChinaAS dan Eropa menunjukkan ekonomi global memiliki landasan yang kuat.

Saham Berjangka Asia Naik seiring Dollar Pertahankan Gain

Bloomberg (23/8) – Index saham berjangka Asia naik, mengindikasikan acuan tersebut yang kemungkinan akan memangkas penurunan mingguan terburuknya selama 15 bulan terakhir, seiring meningkatnya data ekonomi dari A.S hingg China yang mendongkrak outlook global, sementara market saham Nasdaq sempat terhenti ditengah kesalahan komputer dan selain itu mata uang dollar mempertahankan gain.Index S&P/ASX 200 Australia naik sebanyak 0.9% di Sidney, kontrak pada Index Nikkei 225 gain sebanyak 2% di Chicago dan 1.9% di Osaka pada jam 3 pagi seiring dengan bertahannya mata uang yen mendekati tiga pekan terendahnya versus dollar.Index Standard & Poor’s 500 menguat stabil setelah acuan tersebut naik sebanyak 0.9%, Index Bloomberg U.S. Dollar naik hari kedua di New York, sementara mata uang New Zealand telah memangkas penurunan mingguan terbesarnya sejak Juni.Index MSCI Asia Pacific telah bersiap untuk penurunan mingguan sebesar 3.5% yang berada ditengah kecemasan pada lambatnya kondisi ekonomi Negara berkembang serta bahwa pihak A.S akan mengurangi stimulus, acuan saham global MSCI telah menghentikan sebuah kemunduran selama tiga hari dihari kemarin seiring dengan klaim pengangguran yang jatuh ke level terendahnya dalam lima tahun selama bulan lalu.Sementara itu data memperlihatkan output pabrik dalam zona euro dan peningkatan di China telah melebihi estimasi ekonom seiring pihak bank sentral secara global yang akan bertemu pekan ini di Jackson Hole, Wyoming untuk membahas tentang kondisi ekonomi dunia.(tito)

Wall Street naik dengan dukungan data ekonomi, Nasdaq terhenti karena kesalahan sistem

New York, Bloomberg (22/08) – Saham-saham AS naik pada data yang menunjukkan perbaikan dalam aktivitas manufaktur global dan pasar tenaga kerja Amerika.Index Standard & Poor 500 naik 0,9 persen menjadi 1,656.96 di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 66,19 poin, atau 0,4 persen, ke 14,963.74. Sementara, Nasdaq Composite Index naik 1,1 persen menjadi 3,638.71 setelah diperdagangkan kembali menyusul terjadinya kesalahan komputer.Kerusakan komputer mengguncang perdagangan ekuitas Amerika lagi karena kerusakan software yang feed data diantara bursa sehingga Nasdaq menghentikan perdagangan saham dan opsi mulai sekitar 12:20 di New York. Perdagangan kembali sekitar tiga jam kemudian.Jumlah klaim benefit pengangguran dalam bulan yang berakhir 17 Agustus turun menjadi 330.500, terendah setidaknya sejak November 2007, berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja hari ini di Washington. Dibandingkan dengan minggu sebelumnya, klaim naik sebesar 13.000 menjadi 336.000, sejalan dengan perkiraan median dari 48 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.The Fed telah menyatakan rencananya untuk mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol setidaknya selama tingkat pengangguran di atas 6,5 persen dan inflasi tidak lebih dari 2,5 persen.Laporan luar negeri menunjukan Jerman masih memimpin pertumbuhan di bidang manufaktur dan jasa di kawasan euro,sementara index aktivitas makmur China naik secara tak terduga di bulan lalu. (brc)