Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

01 Agustus 2013

Saham Asia Meningkat Terhadap PMI China

Bloomberg (01/8) – Ekuitas Asia naik dari tiga pekan terendahnya dan saham berjangka A.S naik seiring dengan meningkatnya sektor manufaktur China dan pihak the Fed mempertahankan program pembelian obligasinya. Index MSCI Asia Pacific naik 0.8% ke level 133.34 pada jam 12:23 siang di Tokyo, yang rebound dari penutupan terendahnya sejak tanggal 9 Juli yang lalu, Index Standard & Poor’s 500 telah bertambah sebanyak 0.4% setelah acuan tersebut ditutup sedikit berubah dihari kemarin. Index Hang Seng Hong Kong dan juga Index Hang Seng China Enterprises telah bertambah sebanyak 0.7% setelah rilis data PMI, Index Shanghai Composite dari saham domestic China naik 1% setelah peningkatan sebanyak 0.7% bulan lalu, Index Topix Jepang gain sebanyak 1.5% setelah turun sebanyak 1.5% kemarin.(tito)

PMI HSBC China Turun Menuju 11 Bulan Terendah dibulan Juli

Reuters (01/8) – Aktifitas pabrik China menyusut untuk bulan ketiga berturut dibulan Juli menuju ke level terendahnya selama hampir setahun terakhir seiring dengan berkurangnya pesanan baru, seperti yang diperlihatkan oleh survey dari pihak swasta dihari Kamis, memberi sinyal tekanan yang terus menerus pada kondisi ekonomi yang telah memperpanjang menuju kedalam kuartal ketiga. HSBC PMI, yang dikumpulkan oleh Markit Economics Research, jatuh ke level 47.7 dibulan Juli dari level 4832 dibulan Juni, merupakan pembacaan hasil terlemah sejak agustus 2012 dan sesuai dengan angka yang semula dipublikasikan pekan lalu. Sebuah pembacaan hasil dibawah 50 mengindikasikan sebuah kontraksi pada aktifitas sementara satu diatas menunjukkan ekspansi.(tito)

Siprus Sepakati Pajak 47,5 Persen atas Deposito Besar

Voaindonesia, (30/7) -- Siprus telah mencapai kesepakatan akhir dengan para pemberi pinjaman internasional untuk memungut pajak 47,5 persen dari rekening pemilik deposito terbesar guna membantu membiayai dana talangan negara pulau itu yang bernilai $ 13 miliar. Negara di Laut Tengah itu Senin (29/7) menyatakan pungutan pajak akan dikenakan pada rekening dengan nilai $ 133.000 atau lebih di Bank of Cyprus. Banyak di antara tabungan itu milik investor asing, termasuk orang kaya Rusia. Pajak itu kurang dari 60 persen, angka yang telah diprediksi sejumlah ahli keuangan beberapa bulan lalu diperlukan untuk mendanai penyelamatan tersebut. Ini adalah pertama kalinya blok mata uang zona euro itu memberlakukan pajak deposito dalam upaya menyelamatkan salah satu dari 17 negara anggotanya. Dalam dana talangan Yunani, Irlandia dan Portugal, bank Sentral Eropa, Dana Moneter Internasional dan negara-negara Eropa lainnya hanya menggunakan pajak rakyat untuk dana yang mereka butuhkan. Berdasarkan perjanjian dana talangan Siprus, Bank of Cyprus, bank negara terbesar, akan direstrukturisasi, dan bank terbesar kedua, Laiki, akan ditutup. Perbankan pulau itu tersendat pasca investasi buruk di Yunani yang dililit utang dan berjuang mengatasi resesi panjang.