Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

15 Juli 2013

Saham Eropa naik dengan Saham Asia Setelah GDP

Bloomberg (15/7) - Saham Eropa naik dengan saham Asia dan dolar Australia setelah ekonomi China tumbuh sejalan dengan perkiraan para analis dan pemerintah Cina membuka pasar yang lebih luas bagi investor asing. Gas alam rally.Indeks Stoxx Europe 600 naik sebesar 0,5% pada pukul 08:12 di London seiring Indeks MSCI Asia Pacific Index tidak termasuk Index Jepang naik sebesar 0,2% dan Aussie menguat sebesar 0,4%. Indeks  Standard & Poor 500 berjangka sebesar naik 0,2% setelah indeks mencapai rekor pada tanggal 12 Juli. Rupee India turun 0,4% sementara rupiah Indonesia melemah melampaui 10.000 per dolar untuk pertama kalinya sejak September 2009. Gas alam naik 1 persen.Keputusan pemerintah China untuk menambah hampir dua kali lipat kuota investasi untuk investor institusi asing yang memenuhi syarat $ 150 miliar didukung oleh pasar. Data resmi menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 7,5% pada kuartal kedua, sesuai dengan estimasi median dalam survei Bloomberg. UK rumah penjual menaikkan harga meminta untuk bulan ketujuh, menurut Rightmove Plc.(izr)

Berjangka Eropa, saham Asia naik pasca GDP China; emas reli

Bloomberg, (15/7) - Ekuitas berjangka Eropa naik bersama dengan saham-saham Asia dan dolar Australia setelah ekonomi China tumbuh sejalan dengan perkiraan analis dan pemerintah Beijing membuka akses yang lebih luas bagi investor asing untuk berinvestasi di pasar modalnya. Logam mulia termasuk emas dan lainnya reli.Kontrak Euro Stoxx 50 naik 0,5 persen pada pukul 07:02 pagi di London dan Index MSCI Asia Pacific tidak termasuk Jepang Index naik 0,3 persen serta Aussie menguat 0,7 persen. Emas naik 0,3 persen, memperpanjang kenaikan mingguan terbesarnya sejak 2011 dan paladium menuju level tertinggi satu bulan. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,2 persen setelah index itu mencapai rekor baru pada 12 Juli lalu. Keputusan pemerintah China untuk menaikan kuota hampir dua kali lipat pada investasi untuk investor institusi asing yang memenuhi syarat (QFII) menjadi $ 150 milyar memberikan dukungan pasar. Data resmi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 7,5 persen pada kuartal kedua, cocok dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg. Sementara itu Ketua Federal Reserve AS, Ben S. Bernanke mengatakan pekan lalu bahwa AS masih membutuhkan kebijakan moneter yang akomodatif di masa mendatang.Index MSCI Asia Pasifik dari saham regional reli 2,7 ??persen pekan lalu, terbesar sejak akhir April, dan indeks MSCI dari saham global naik 3,4 persen setelah komentar Bernanke yang dibuat pekan lalu. Penjualan ritel AS kemungkinan naik pada laju yang lebih cepat di bulan Juni lalu dan pasar perumahan juga mengalami penguatan.Index Shanghai Composite naik sebesar 1 persen dan Index Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,1 persen. Pasar saham di Tokyo ditutup hari ini untuk libur nasional.Sementara itu, di pasar komoditas Hedge fund meningkatkan taruhan bullish mereka terhadap harga emas untuk minggu kedua mengikuti komentar dari Bernanke yang meredam ekspektasi terhadap pemangkasan stimulus dengan segera. Posisi beli bersih pada logam tersebut naik sebesar 4,1 persen berdasarkan data dari US Commodity Futures Trading Commission yang tercatat 9 Juli lalu. Emas tercatat naik 5,1 persen minggu lalu dan berada di posisi $ 1,289.64 per ounce hari ini.'Emas melanjutkan tema yang pada umumnya menunjukkan sikap moneter yang lebih akomodatif dari the Fed,' kata Gavin Wendt, pendiri Mine Life Pty di Sydney. 'China tidak bisa benar-benar tumbuh pada 9-10 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan saat ini memang jauh dari level tersebut, tapi lebih berkelanjutan.'Perak menguat 0,3 persen sedangkan paladium naik 0,8 persen, siap untuk penutupan tertinggi sejak 14 Juni. Sementara, platinum naik 0,5 persen dan siap untuk penutupan tertinggi sejak 19 Juni. Seng, nikel, aluminium dan timah turun di London Metal Exchange, tapi timah naik 0,6 persen. Tembaga berjangka turun 0,2 persen.(brc).

Saham China naik pasca data GDP dan kenaikan QFII

Bloomberg, (15/7) - Saham-saham China reli, memperpanjang gain minggu lalu setelah ekonomi negara itu tumbuh sejalan dengan perkiraan analis dan pemerintahnya juga memperluas akses bagi investor asing untuk masuk kedalam bursa (QFII).Index Shanghai Composite naik 1,5 persen menjadi 2,069.35 pada istirahat siang, menambah gain minggu lalu menjadi sebesar 1,6 persen. Index CSI 300 naik sebesar 2,2 persen menjadi 2,324.84 dan index Hang Seng China Enterprises Index menguat 1,2 persen.Subsektor saham finansial naik sebesar 3,1 persen dan memberikan kontribusi terbesar di antara kelompok industri dalam index CSI 300. Citic Securities, broker terbesar yang terdaftar di bursa, reli 6,6 persen menjadi 11,24 yuan. Haitong Securities yang menempati peringkat kedua, naik 6,5 persen menjadi 11,25 yuan.Selain meningkatkan batas QFII, Komisi Regulasi Sekuritas China juga mengatakan pada 12 Juli kemarin bahwa akan mengizinkan investor dengan kepemilikan yuan di Singapura dan London untuk berinvestasi di pasar saham China.China terakhir meningkat batas QFII pada April 2012 dengan meningkatkan nilainya menjadi $ 80 miliar dari sebelumnya sebesar S $ 30 miliar. Investor asing hanya memenuhi kuota sekitar $ 43 milyar dari $ 80 milyar sejak China mulai mengizinkan investasi luar negeri melalui program QFII pada tahun 2002, menurut regulator. Mereka memiliki porsi 1,6 persen dari total saham di pasar A-share China.Pertumbuhan ekonomi China melambat mengikuti kenaikan pada output pabrik yang turut melemah, dan beresiko melemahkan kendali pemerintah dalam hal ekspansi kredit untuk mengurangi bahaya dari krisis keuangan. Komentar oleh Perdana Menteri Li Keqiang pekan lalu mengisyaratkan bahwa pertumbuhan harus tetap berada di atas level tertentu yang tidak ditentukan dan komentar Lou tersebut menambah kebingungan tentang sampai sebatas mana toleransi pemerintah akan berakhir.Mskipun pertumbuhan GDP sebesar 7,5 persen di kuartal kedua lebih rendah dari ekspansi 7,7 persen pada kuartal sebelumnya, namun cocok dengan perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg News dari 45 analis. Pemerintah China Maret lalu menetapkan target pertumbuhan tahun 2013 sebesar 7,5 persen. (brc)