Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

11 Juli 2013

Saham Berjangka A.S Reli seiring Dollar/Yen Terjatuh

MarketWatch (11/7) - MADRID – Market saham berjangka A.S mengalami reli dihari Kamis ini seiring penurunan dollar versus Yen, sementara itu saham-saham di Asia melonjak.Dollar turun setelah pihak BoJ yang telah mencabutt penilaiannya terhadap kondisi ekonomi, namun memangkas terhadap pertumbuhan dan juga pandangan inflasi, dollar telah didorong menuju kearah yang lebih rendah setelah ketua the Fed Ben Bernanke yang mengatakan bahwa pihak bank sentral tidak akan terburu untuk meningkatkan suku bunga jangka pendek dalam sebuah pidato pada hari Rabu malam kemarin.Saham berjangka Dow Jones Industrial Average telah melonjak sebanyak 0.9% sejumlah 138 poin menuju ke level 15,381, sementara Index Standard & Poor's 500 telah naik sebanyak 1% sejumlah 15.60 poin menuju ke level 1,664.20, Index Nasdaq 100 melonjak sebanyak 1% sejumlah 31 poin berada dilevel 3,027.25.Saham-saham di Wall Street ditutup sebagian besar secara datar dihari Rabu kemarin setelah hasil rapat terkini dari pihak Federal Open Market Committee yang memperlihatkan banyaknya jumlah anggota yang mencari peningkatan untuk market disektor tenaga kerja sebelum memangkas kembali terhadap program pembelian obligasi the Fed.(tito)

Sebagian besar saham Jepang turun, Nikkei masih positif

Tokyo, Bloomberg (11/07) – Sebagian besar saham-saham Jepang turun, dengan index Topix jatuh untuk hari kedua dan produsen kertas serta elektronik memimpin penurunannya.
Indeks Topix turun kurang dari 0,1 persen menjadi 1,194.77 pada penutupan di Tokyo setelah berayun antara keuntungan 0,2 persen dan kehilangan 1,2 persen. Index itu naik 4,8 persen pekan lalu, memperpanjang gain sejak tiga minggu terakhir dengan akumulasi gain lebih dari 12 persen, terbesar sejak April 2009. Sementara, index Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen menjadi 14,472.58.'Sama sekali tidak ada arah yang jelas di pasar,' kata Isao Kubo, analis ekuitas dari Nissay Asset Management Corp. 'Saya pikir pasar saham Jepang masih bisa bullish, namun di lain sisi harga-harga saham telah meningkat pesat sehingga investor mungkin akan lebih berhati-hati.'Setelah terjun sebanyak 18 persen dari tertinggi 22 Mei, index Topix kini pulih kembali di tengah optimisme terhadap Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mendorong pertumbuhan melalui reformasi ekonomi setelah pemilihan umum pada tanggal 21 Juli mendatang. Investor saat ini terbebani oleh keputusan kebijakan Bank of Japan, komentar dari Ketua Federal Reserve AS, Ben S. Bernanke, yang memperkuat nilai tukar yen.Sebuah pernyataan yang dirilis di Tokyo hari ini menunjukkan bahwa Bank of Japan tetap dengan janjinya untuk memperluas basis moneter sebesar 60 sampai 70 trilyun yen ($ 71 milyar) per tahun, sejalan dengan perkiraan ke-20 ekonom yang disurvei Bloomberg News. Perekonomian mulai pulih secara moderat, kata bank sentral Jepang tersebut. (brc)

Emas Mendekati $1,300 Setelah Bernanke The Fed Melanjutkan Kebijakan Stimulusnya

Bloomberg (11/7) -- Emas naik untuk hari keempatnya ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu setelah Ketua Federal Reserve Ben S. Bernanke mendukung berkelanjutannya stimulus di masa mendatang. Platinum menyentuh tinggi tiga minggu seperti perak menuju beruntun terbaik sejak Februari.Spot emas naik sebanyak 3,1% menjadi $ 1,298.73 per ounce, level tertinggi sejak 24 Juni, ketika mencapai intraday tinggi $1,301.78. Logam ini diperdagangkan pada $1,288.55 pada pukul 14:40 di Singapura. Hari keempat keuntungan akan menjadi kenaikan beruntun terpanjang sejak 22 April selama lima hari. Perak naik sebanyak 4,6% menjadi $ 20,288 per ounce, harga tertinggi sejak 20 Juni.Bullion merosot 23% pada kuartal terakhir seiring Bernanke mengatakan setelah pertemuan 18-19 Juni Fed bahwa bank sentral dapat mengurangi nya $ 85 miliar pembelian aset bulanan tahun ini. Risalah pertemuan dirilis kemarin menunjukkan banyak pejabat ingin melihat lebih banyak tanda bahwa pekerjaan membaik sebelum back trim untuk membeli obligasi.(izr).