Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Juli 2013

Emas gain dibelakang kerusuhan Mesir, krisis utang Eropa

Bloomberg, (4/7) - Emas naik untuk hari kedua di tengah spekulasi bahwa ketegangan politik di Mesir dan krisis utang di Eropa dapat memacu permintaan untuk aset haven, sementara kepemilikan ETP emas yang diperdagangkan di bursa tetap stabil.Spot emas naik sebanyak 0,4 persen menjadi $ 1,258.35 per ounce, dan diperdagangkan pada level $ 1,255.15 pukul 1:15 siang di Singapura. Harga naik 0,8 persen kemarin setelah dua menteri di Portugal mengundurkan diri terkait penanganan utang pemerintah, sementara tentara Mesir akhirnya menggulingkan Presiden Mohamed Mursi dalam aksi kudeta. Harga jatuh ke $1,180.50 pekan lalu, terendah sejak Agustus 2010.Untuk saat ini Logam kuning tersebut telah menandai penurunan sebesar 23 persen pada kuartal kedua dibelakang rencana Ketua Federal Reserve AS, Ben S. Bernanke untuk memperlambat program pembelian asetnya tahun ini jika ekonomi terus membaik. Data ekonomi yang akan dirilis besok kemungkinan akan menunjukan penambahan lapangan kerja di bulan lalu setelah perusahaan-perusahaan merekrut karyawan baru yang lebih banyak dari prediksi di bulan Juni dan klaim pengangguran turun'Investor diingatkan oleh Mesir dan Portugal bahwa masih banyak risiko terhadap ekonomi global di luar sana,' kata Xiang Nan, analis dari CITIC Securities Futures Co, unit dari broker terbesar China. 'Investor masih harus menunggu angka payrolls hari Jumat di AS dimana harapan atas perbaikan dalam ekonomi AS akan meredam sentimen terhadap emas.'
Emas untuk pengiriman Agustus naik 0,2 persen menjadi $ 1,254.30 per ounce di Comex, New York, memperpanjang kenaikan kemarin sebesar 0,7 persen. Pasar finansial AS ditutup hari ini untuk merayakan Hari Kemerdekaan. (brc)

Bursa HK naik merespon data pekerjaan AS yang positif

Bloomberg, (4/7) - Bursa Hong Kong naik, dengan indeks benchmark ekuitas rebound dari penurunan dua harinya setelah data tenaga kerja AS mengalahkan estimasi dan pemerintah China mengatakan bahwa dana fiskal harus digunakan untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi saat ini.Indeks Hang Seng naik 1,5 persen menjadi 20,456.10 pada pukul 1:15 siang di Hong Kong, dengan hanya empat dari 50 perusahaan bluechips yang jatuh. Volume perdagangan tercatat 28 persen lebih rendah dari rata-rata 30-hari intraday menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Hang Seng China Enterprises Index dari saham China daratan naik sebesar 1,7 persen menjadi 9,047.48.'Investor mendapat keyakinan bahwa kondisi ekonomi AS mungkin sudah tidak begitu buruk,' kata Jackson Wong, wakil presiden dari Tanrich Securities Co. 'Sebelumnya, semua orang bertaruh pada China yang berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan. Sekarang fokus bergeser kembali ke AS. 'Pasar Hong Kong telah dalam kondisi oversold dan investor tengah mencari cara untuk menutup kerugian, katanya.Hang Seng China Enterprises Index yang juga dikenal sebagai indeks H-share, menandai kinerja semester pertama terburuknya sejak 2008 pekan lalu. Indeks itu ditutup 27 persen di bawah level tertinggi 1 Februari pada sesi kemarin.
Hanya dua dari 11 industri pada Hang Seng Composite Index telah naik tahun ini. Sektor energi dan material memimpin penurunan pada tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi di China akan melambat. Laporan ekonomi yang keluar minggu ini telah menunjukkan bahwa ekspansi industri manufaktur dan jasa di negara itu telah kehilangan momentum pertumbuhannya seiring pemerintahnya berusaha mengarahkan perekonomian untuk tidak tergantung dari ekspor.PM China, Li Keqiang mengatakan bahwa dana fiskal harus digunakan untuk membangun kembali kawasan kumuh dan meningkatkan infrastruktur dasar guna menstabilkan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Dana tersebut harus dialokasikan untuk mengubah struktur ekonomi agar lebih fokus kepada konsumsi domestik, kata Dewan Kabinet Negara itu melalui websitenya kemarin.China mungkin akan mencatat pertumbuhan ekonomi di paruh kedua sebesar 7,6%, menurut laporan Pusat Informasi Negara yang diterbitkan dalam China Securities Journal. Goldman Sachs Group Inc, China International Capital Corp, Barclays Plc dan HSBC Holdings Plc pun bulan lalu telah memangkas proyeksi pertumbuhan China tahun ini menjadi 7,4 persen, di bawah target pemerintah sebesar 7,5 persen.Indeks S & P 500 di AS naik 0,1 persen dan hari ini libur untuk merayakan hari kemerdekaan. Index acuan AS tersebut kemarin naik ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir atas data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan ditengah fokus investor untuk mengamati perkembangan politik di Portugal, di mana fragmentasi dari pemerintah koalisi menyebabkan imbal hasil obligasi negara tersebut melonjak, dan juga krisis di Mesir.Klaim pengangguran AS turun menjadi 343.000 dalam pekan yang berakhir 29 Juni dari revisi 348.000 pada periode sebelumnya. Sebuah laporan ekonomi resmi yang akan rilis besok mungkin akan menunjukkan penambahan 165.000 pekerjaan di AS pada bulan Juni. (brc)

Saham Jepang siap tahan reli 5 hari

Bloomberg, (4/7) - Saham Jepang jatuh di tengah volume yang rendah, dengan indeks Topix yang menuju kemunduran pertamanya dalam enam sesi perdagangan terakhir setelah produsen baja dan ban memimpin penurunan di antara 33 subsektor. Indeks Topix turun 0,3 persen menjadi 1,170.54 pada pukul 12:46 siang di Tokyo setelah naik 0,1 persen. Volume perdagangan tercatat sebesar 34 persen di bawah 30-hari rata-rata intraday seiring dengan ditunggunya data ekonomi dari AS terkait angka pekerjaan bulanan besok untuk melihat tanda-tanda apakah Federal Reserve AS akan memperuncing program stimulus moneternya. Pasar saham AS akan ditutup karena Hari Kemerdekaan. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1 persen menjadi 14,036.55.
'Sulit bagi investor untuk menjual atau membeli pada saat ini karena pasar finansial AS libur nanti malam dan data pekerjaan muncul kemudian,' kata Koji Toda, kepala fund manager dari Resona Bank Ltd, bank kreditur terbesar kelima di Jepang berdasarkan nilai pasarnya. 'ditambah, saham Jepang tidak murah juga tidak mahal. Merosot pada bulan Mei dan kemudian rebound di bulan berikutnya. (brc)'