Bloomberg, (3/7) - Emas bergerak dua arah karena investor menimbang prospek meningkatnya permintaan fisik terhadap potensi pengurangan stimulus moneter.
Spot emas diperdagangkan pada posisi $ 1,246.32 per ounce pukul 2:47 sore di Singapura dari level $ 1,243.50 kemarin, setelah naik dan turun setidaknya 0,2 persen. Logam tersebut turun menjadi $ 1,180.50 pada tanggal 28 Juni pekan lalu, terendah sejak Agustus 2010.Emas merosot 23 persen pada kuartal kedua tahun ini setelah Ketua Federal Reserve, Ben S. Bernanke mengatakan bahwa the Fed dapat memperlambat pembelian aset tahun ini jika ekonomi terus membaik. Data yang akan dikeluarkan pada 5 Juli mendatang mungkin akan menunjukkan penyerapan tenaga kerja dari pengusaha AS yang lebih banyak pada bulan lalu. Pembelian emas fisik terus meningkat dan investor melihat harga yang lebih rendah sebagai 'kesempatan untuk masuk pasar,' kata Scott Carter, CEO dari Lear Capital yang berbasis di Los Angeles dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg.Emas turun 0,7 persen kemarin karena penguatan dolar. Tingkat pengangguran AS diperkirakan turun menjadi 7,5 persen pada bulan lalu, dari 7,6 persen pada Mei seiring dengan penambahan sekitar 165.000 pekerjaan. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data tersebut pada 5 Juli mendatang.Volume kontrak acuan di Shanghai Gold Exchange telah bertahan di 14.000 kilogram setiap hari sejak 25 Juni menurut data bursa tersebut. China adalah konsumen emas terbesar setelah India pada tahun 2012 lalu.Di Mesir, Presiden Mohamed Mursi menantang protes atas tuntutan pengunduran dirinya, membuat minyak mentah di New York melewati US $ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu. Itu mungkin akan memberikan dukung terhadap emas, kata Gary Dugan, kepala investasi untuk Asia dan Timur Tengah dari Coutts & Co. Aset di SPDR Gold Trust, ETP emas terbesar di dunia turun menjadi 964,69 metrik ton kemarin, terendah setidaknya sejak 2009. Kepemilikan ETP global terkontraksi sebesar 22 persen tahun ini, atau turun 589,4 ton berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.Emas untuk pengiriman Agustus sedikit berubah pada posisi $ 1.244 per ounce di Comex setelah turun 1 persen kemarin mengikuti data yang menunjukkan bahwa tingkat pemesanan pabrik-pabrik AS naik pada bulan Mei. Pasar finansial AS akan ditutup besok untuk perayaan Hari Kemerdekaan. (brc) |
03 Juli 2013
Emas Bergerak Dua Arah; Investor Menimbang Kenaikan Permintaan Fisik Terhadap Stimulus
Juli 03, 2013
News Market
Saham Berjangka Eropa Jatuh Akibat Kerusuhan Politik Timur Tengah
Juli 03, 2013
News Market
Bloomberg, (3/7) - Indeks saham berjangka Eropa jatuh dikarenakan harga minyak mentah naik di atas $ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak September lalu dan ketidakpastian politik meningkat di Mesir dan Portugal. Saham di Asia dan indeks berjangka di AS juga mengalami kemunduran.Kontrak berjangka indeks Euro Stoxx 50 jatuh tempo pada bulan September turun sebesar 0,9 persen menjadi 2.574 pada pukul 07:26 pagi di London. Kontrak pada Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,8 persen. Index berjangka Standard & Poor 500 turun 0,3 persen dan MSCI Asia Pacific Index merosot 1,4 persen.' Pasar AS sedang melemah, namun kerugian terakselerasi di Asia, ' menurut Stan Shamu, ahli strategi pasar dari IG Markets Ltd di Melbourne, dalam e-mailnya. 'Keyakinan terhadap risiko berada di bawah ancaman dari masalah Portugal. Ketegangan di Mesir juga menyebabkan harga minyak melonjak dan ini umumnya negatif untuk ekuitas. '
Indeks Stoxx Europe 600 turun sebesar 0,4 persen kemarin seiring dengan laporan yang menunjukkan bahwa tingkat konstruksi di Inggris terkspansi kurang dari perkiraan. Data dari Inggris hari ini juga akan memperlihatkan output dari sektor jasa tumbuh lebih lambat pada bulan Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya.Saham AS menghapus keuntungan kemarin. Saham di Asia memperpanjang aksi jual hari ini seiring dengan laporan resmi yang menunjukkan pertumbuhan industri jasa di China yang melambat pada bulan Juni lalu. (frk) |
Bursa HK jatuh pasca data PMI sektor jasa China
Juli 03, 2013
News Market
Bloomberg, (3/7) - Index acuan Hong Kong menuju hari kedua penurunannya setelah laporan resmi yang dikeluarkan pagi ini menunjukkan bahwa industri jasa China tumbuh lebih lambat dan penjualan rumah di kota turun.Indeks Hang Seng merosot 1,7 persen menjadi 20,316.84 pada pukul 1:27 di Hong Kong. Hang Seng China Enterprises Index, yang menutup kinerja semester pertama terburuk sejak 2008 bulan lalu, turun 2,7 persen menjadi 8,958.87. Saham-saham jatuh bahkan setelah Perdana Menteri China, Li Keqiang mengatakan bahwa kondisi ekonomi masih baik-baik saja untuk mencapai target pertumbuhannya.'Sentimen pasar masih lemah di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan di China dan meruncingnya kebijakan dari Federal Reserve AS,' kata Ng Soo Nam, kepala investasi dari Nikko Asset Management Asia Ltd yang berbasis di Jepang. 'Ekuitas China kini sudah sangat murah.'
Indeks Hang Seng mencatat penurunan bulanan terbesar dalam satu tahun terakhir pada bulan lalu; turun 7,1 persen setelah suku bunga di pasar pasar uang China melonjak ke rekor tertinggi dan setelah Ketua Federal Reserve, Ben S. Bernanke mengatakan bahwa para pembuat kebijakan di AS mungkin mulai mempertimbangkan untuk turunkan skala stimulus jika ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan.Hang Seng China Enterprises Index, juga dikenal sebagai indeks H-share, telah jatuh lebih dari 20 persen dari tertinggi 1 Februari yang telah memenuhi definisi dari pasar bearish. Goldman Sachs Group Inc, China International Capital Corp, Barclays Plc dan HSBC Holdings Plc memangkas proyeksi pertumbuhan China untuk tahun ini menjadi 7,4 persen, di bawah target pemerintah sebesar 7,5 persen.'Melemahnya ekonomi Cina masih menjadi kekhawatiran terbesar di kalangan investor,' kata Steven Leung, direktur penjualan institusional dari UOB-Kay Hian Holdings Ltd di Hong Kong. 'Orang-orang cukup skeptis tentang prospek ekonomi dan menyerapnya kedalam penurunan harga saham lebih lanjut.' Indeks pembelian manajer non-manufaktur China turun menjadi 53,9 pada bulan Juni dari 54,3 yang dilaporkan sebelumnya pada bulan Mei, menurut laporan yang dirilis hari ini oleh Biro Statistik Nasional dan Federasi Logistik dan Pembelian China yang berbasis di Beijing. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.Sebuah laporan terpisah oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Economic menunjukkan bahwa PMI industri jasa China meningkat menjadi 51,3 pada bulan Juni dari 51,2 pada bulan Mei. (brc) |
Langganan:
Postingan (Atom)











