Bloomberg, (9/5) - Index Hang Seng siap untuk akhiri gain empat hari setelah rilis inflasi China yang naik lebih dari perkiraan, sementara index harga produsen turun. Saham terkait energi turun mengikuti rencana kenaikan tarif di Eropa. Indeks Hang Seng turun 0,4 persen menjadi 23,163.22 pada pukul 1:33 pm di Hong Kong. Empat saham turun untuk setiap satu yang menguat pada index Hang Seng dengan volume perdagangan 2,9 persen lebih besar dari 30-hari rata-rata intradaynya. Hang Seng China Enterprises Index menurun 0,6 persen menjadi 11,219.70. Indeks harga konsumen (CPI) naik 2,4 persen pada bulan April, berdasarkan rilis data dari Biro Statistik Nasional China pagi ini di Beijing, dibandingkan dengan perkiraan median dalam survey Bloomberg News untuk kenaikan sebesar 2,3 persen. Indeks harga produsen (PPI) turun 2,6 persen, makin tajam dari penurunan 1,9 persen di bulan Maret. Uni Eropa berencana untuk menerapkan tarif setinggi 67,9 persen pada panel surya dari China untuk menekan ketimpangan harga, menurut seorang pejabat perdagangan dari blok tersebut. Komisi Eropa direncakana untuk menerapkan pungutan tersebut pada 6 Juni mendatang untuk menghukum produsen panel surya China yang telah menjual dibawah harga pada 27 negara Uni Eropa lainnya. (brc)
09 Mei 2013
Inflasi China Tahan Penguatan Bursa Asia
Mei 09, 2013
News Market
INILAH.COM, Singapura - Kekhawatiran terhadap inflasi China telah memicu bursa saham Asia bergerak mixed. Meskipun bursa Jepang dan Korsel tetap menguat tajam. Indeks Kospi naik 1,1%, indeks Nikkei lebih tinggi 0,05%, indeks Hang Seng turun 0,2%, indeks ASX naik 0,3% dan indeks Shanghai naik 0,6%. Penguatan indeks Kospi mendapat dukungan dari Bank of Korea. Indeks ASX melemah setelah mencapai level tertinggi. Sementara indeks Shanghai melemah setelah inflasi China lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Langkah pelonggaran dari Bank Sentral Korea seiring kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Reserve Bank of Australia dalam sepekan terkahir. "Jumlah likuiditas, modal masuk ke sistem keuangan. Pasar memiliki kelebihan pasokan modal. Cepat atau lambat gelembung ekonomi akan bergerak," kata Kelvin Tay dari UBS Wealth Management seperti mengutip cnbc.com. Data inflasi bulan April naik 2,4% melebihi ekspektasi sebelumnya. Saham Toyota naik 1,4% setelah laba kuartal pertama tahun ini naik tiga kali lipat menjadi US$9,7 miliar. Raksasa otomotif ini mengalami kenaikan penjualan di AS dan melemahnya yen sehingga kinerjanya cukup positif. Sementara kurs EUR/USD lebih tinggi 0,03% 1,3155, kurs USD/JPY turun 0,2% ke 98,72, kurs EUR/JPY turun 0,2% ke 129,87. Sementara investor bursa Shanghai membatasi kenaikan dengan inflasi yang tinggi. Saham ritel dan grosir melemah. Analis menilai dengan laju inflasi yang tinggi memberikan kesempatan kepada Bank Sentral China mempertimbangkan stimulus moneter.
Saham berjangka Eropa stabil sambil menunggu keputusan Bank of England
Mei 09, 2013
News Market
Bloomberg, (9/5) -- Bursa berjangka Eropa sedikit berubah karena investor menunggu keputusan kebijakan Bank of England atas kelanjutan stimulus ekonomi dan setelah Bank of Korea memangkas tingkat suku bunga. Indeks berjangka AS juga sedikit berubah, sementara saham-saham Asia jatuh. Kontrak pada indeks Euro Stoxx 50, patokan untuk kawasan euro, tergelincir 0,1 persen menjadi 2.754 pada pukul 07:17 am di London. Kontrak pada Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,1 persen. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1 persen, sedangkan Index MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen. Indeks Stoxx Europe 600, patokan untuk seluruh wilayah Eropa kemarin reli ke level tertinggi sejak Juni 2008 di tengah kinerja pendapatan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan. Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan target pembelian obligasi senilai 375 miliar pound ($ 583 milyar), menurut sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg News. Bank sentral tersebut juga akan mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor rendah 0,5 persen, menurut ke-52 ekonom dalam jajak pendapat terpisah. Produksi industri Inggris turun 1,6 persen pada Maret dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan median dari 27 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Kantor Statistik Nasional Inggris akan merilis laporan tersebut pukul 9:30 am di London. Sementara itu, klaim pengangguran di AS naik menjadi 335.000 minggu lalu dari 324.000 pada periode sebelumnya berdasarkan prediksi ekonom sebelum laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS dirilis pada pukul 8:30 am di Washington malam ini. (brc)
Langganan:
Postingan (Atom)














