Bloomberg, (1/5) - Pasar saham Jepang berakhir lemah, dengan indeks Topix ditutup pada area negatif setelah membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1999 karena kekecewaan investor terhadap laporan pendapatan dari Alps Electric Co hingga Tokyo Electron Ltd. Indeks Topix kehilangan 0,6 persen di 1,158.37 pada penutupan perdagangan di Tokyo. Index tersebut kemarin menandai kenaikan sebesar 13 untuk bulan April, gain bulanan terbaik sejak Maret 1999. Indeks Nikkei 225 turun 0,4 persen di 13,799.35 hari ini. "Dengan saham-saham Jepang yang telah naik sejauh ini, akan ada peluang untuk terjadinya beberapa profit taking," kata Takashi Aoki, fund manager dari Mizuho Asset Management Co. "Dengan laporan pendapatan, akan menjadi jelas bahwa ada beberapa perusahaan yang tidak dapat diselamatkan hanya dengan pelemahan yen." Dari perusahaan yang telah melaporkan laba tahunan sejak 31 Maret dan yang memiliki estimasi Bloomberg, sebanyak 150 perusahaan telah mengalahkan proyeksi analis dan sebanyak 114 berada dibawah estimasi, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Alpen Electric merosot 8,9 persen ke 675 yen, penurunan terbesar pada Nikkei 225 dan penurunan terbesar sejak Oktober. Perusahaan tersebut memperkirakan laba bersih tahun sebesar 9,5 miliar yen, dibawah estimasi dari 12 analis yang disurvei Bloomberg sebesar 10,8 miliar yen. Tokyo Electron, menjadi hambatan terbesar ketiga di Nikkei 225, turun 4,1 persen menjadi 4.785 yen setelah memperkirakan laba tahun ini sebesar 13 milyar yen, di bawah perkiraan analis sebesar 16,3 miliar yen sebelum hasil pendapatannya diumumkan. (brc)
01 Mei 2013
Kepemilikan ETPs emas catat rekor penurunan; $17.9 milyar keluar dari lembaga dana
Mei 01, 2013
News Market
Bloomberg, (1/5) - Kepemilikan emas pada ETPs yang diperdagangkan di bursa anjlok 174 metrik ton bulan lalu yang merupakan penurunan terbesar yang pernah setelah harga memasuki bear market dan menghapus $ 17.9 milyar dari nilai dana. Kepemilikan di ETPs merosot 7,1 persen pada bulan April menjadi 2,275.84 ton, terendah sejak Oktober 2011 berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Nilai aktiva turun menjadi $ 108.1 milyar. Investor menarik hingga $ 10.23 milyar dari lembaga dana emas pada kuartal pertama, terbesar sejak setidaknya tahun 2000 lalu. Penurunan kepemilikan ETPs menggarisbawahi bagaimana beberapa investor telah kehilangan kepercayaan terhadap emas sebagai tempat penyimpanan nilai bahkan walaupun bank-bank sentral kembali mencetak uang dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan pertumbuhan. Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,1 persen di $ 1,473.80 per ounce hari ini di Comex, New York. Harga turun 12 persen tahun ini, menuju penurunan tahunan pertama setelah naik 12 tahun berturut-turut. MSCI All-Country World Index dari ekuitas naik 8,6 persen selama tahun 2013, sementara dolar naik 2,4 persen terhadap sekeranjang mitra dagang utamanya. (brc)
Nasabah investasi emas PT LEM kehilangan Rp 40 M
Mei 01, 2013
News Market
BANDUNG, Kontan (1/5) -- Natalia Yosi Ratna (35), salah seorang dari ratusan nasabah PT Lautan Emas Mulia (LEM) Cabang Bandung, merasa kesal dan marah karena uangnya sebesar Rp 400 juta yang diinvestasikannya tak kembali. Ia bersama nasabah lainnya menggeruduk kantor PT LEM di Jalan HOS Tjokroaminoto nomor 18, Bandung, Selasa (30/4) sekitar pukul 10.00. Total kerugian ratusan nasabah ditaksir mencapai sekitar Rp 40 miliar. "Kantor tiba-tiba tutup dan agen yang sebelumnya telah mengiming-imingi para nasabah, hilang. Memang saat itu saya pernah mendapat bunga sebulan sekitar 2 persen dari yang diinvestasikan. Saat ditanya uang saya ke mana, alasannya salah transfer ke rekening lain," kata Natali dengan nada kesal. Nasabah lainnya, Wawan (32), mengaku menanamkan uangnya pada PT LEM dengan total Rp 700 juta atau setara dengan emas 1 kilogram. Saat itu, ia tergiur karena janji komisi yang ditawarkan cukup besar, yakni 4-5% per bulan. "Saya investasi emas, pegang fisik dan nonfisik yang kisaran keuntungannya 2-5%. Kalau dihitung, memang komisinya besar. Selama saya ikut 2 tahun selalu dibayar tepat waktu makanya saya terus tambah. Tapi, belakangan macet. Uang komisi diambil bulanan, baik diambil sendiri atau dikirim langsung ke rekening nasabah," kata Wawan. Kantor PT LEM yang berada di kawasan ruko, ketika digeruduk ratusan nasabahnya ini sudah tertutup rapat. Para nasabah yang datang secara bergelombang merasa kecewa, kesal, marah, dan tak sedikit yang mengumpat-umpat. Di pintu kantor PT LEM tertulis, perusahaan memohon maaf dan memberitahukan, kegiatan operasional perusahaan dipindahkan ke kantor pusat di Menara Global Lantai 12, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kav 27, Jakarta. Jefry M Hutagalung, kuasa hukum para korban PT LEM, mengungkapkan, kasus ini akan segera dilaporkan ke Polda Jabar. Setelah kurang lebih 2 tahun beroperasi, perusahaan tutup tanpa alasan jelas berikut uang para nasabah. Disebutkannya, investasi di PT LEM minimal 25 gram berupa nonfisik, sedangkan fisik minimal 100 gram. Harga emas lebih tinggi 30 persen dari pasaran. Kontrak investasi bisa diperpanjang menurut keinginan. "Kira-kira akhir tahun 2012 perusahaan sudah mulai mengingkari janji dengan beberapa keterlambatan transfer kepada para nasabah. Kita laporkan penipuan dan penggelapan. Pada akhirnya, awal tahun 2013 perusahaan mulai jatuh dan 11 Maret kolaps. Nasabah ada yang tanam lebih dari satu miliar, kerugian kita perkirakan sekitar Rp 40 M," kata Jefry.
http://investasi.kontan.co.id/news/nasabah-investasi-emas-pt-lem-kehilangan-rp-40-m
Langganan:
Postingan (Atom)














