Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

23 April 2013

Pasar saham Jepang melemah karena yen naik jelang laporan pendapatan

Bloomberg, (23/4) - Perdagangan saham Jepang berakhir turun, dengan Nikkei 225 Stock Average jatuh dari level tertinggi sejak Juli 2008 karena yen menguat terhadap dolar dan investor menunggu laporan pendapatan dari beberapa perusahaan besar minggu ini. Indeks Nikkei 225 kehilangan 0,3 persen di posisi 13,529.65 pada penutupan bursa Tokyo. Indeks Topix kehilangan 0,2 persen di 1,143.78, dengan sekitar tiga saham menguat untuk setiap dua yang jatuh pada indeks yang mempunyai 1698-anggota. "Yen melemah pada laju yang lebih lambat, dan tidak ada katalis untuk Bank of Japan dalam melonggarkan kebijakan lebih lanjut yang digunakan untuk membawa yen turun lebih lanjut," kata Ayako Sera, analis pasar dari Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd. "Sekarang yang perlu investor perhatikan adalah dampak depresiasi yen terhadap kinerja laba usaha." Yen menguat dan saham terikat China membalikkan keuntungan setelah laporan aktivitas manufaktur negara Tirai Bambu tersebut menambahkan kekhawatiran goyahnya ekonomi terbesar di Asia tersebut. Pembacaan awal untuk Purchasing Managers Index China yang dirilis oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada di bawah estimasi median dalam survei Bloomberg News dari 11 analis. Yen menguat 0,5 persen menjadi 98,75 terhadap dolar, mengurangi prospek pendapatan eksportir Jepang saat konversikan. Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar di dunia, kehilangan 0,7 persen, Honda Motor Co, yang mendapat 44 persen penjualannya dari Amerika Utara, turun 1 persen dan Sony turun 0,6 persen. (brc)

Index berjangka Eropa menguat

Bloomberg, (23/4) - Index saham berjangka Eropa menguat seiring jelang rilis hasil pendapatan korporasi dari STMicroelectronics NV hingga Michelin & Cie Financiere Richemont dan Cie SA. Sementara itu, saham-saham Asia dan kontrak berjangka Amerika turun. Kontrak pada indeks Euro Stoxx 50 naik 0,3 persen di 2.532 pada pukul 07:08 a.m. di London. Kontrak pada Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,2 persen. Indeks acuan Stoxx Europe 600 telah mundur 4,3 persen dari level tertinggi tahun ini yang tercatat di 14 Maret lalu karena beberapa data ekonomi dari AS dan China lebih rendah dari perkiraan dan Siprus menghidupkan kembali kekhawatiran tentang krisis utang di kawasan euro. Index berjangka Standard & Poor 500 turun 0,2 persen hari ini, menandakan bahwa index acuan untuk saham AS akan menghentikan reli dua harinya. MSCI Asia Pacific Index turun 0,2 persen karena laporan awal menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China berkembang kurang dari perkiraan para ekonom. Indeks Pembelian Manajer China untuk April yang dirilis oleh HSBC Holdings Plc dan Markit Economics hari ini menunjukkan pembacaan awal di 50,5, dibandingkan dengan 51,6 pada akhir bulan Maret lalu. Angka tersebut berada di bawah rata-rata 51,5 dari estimasi 11 analis yang disurvei Bloomberg. 19 perusahaan dalam Stoxx 600 dijadwalkan untuk melaporkan hasil pendapatannya hari ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Dari mereka yang telah membukukan laba, sekitar 59 persen telah mengalahkan perkiraan analis, sementara 61 persen tidak terjawab proyeksi atas tingkat penjualannya, berdasarkan data Bloomberg. (brc)

Emas didekat tertinggi sepekan; investor masih menimbang penurunan pada ETF

Bloomberg, (23/4) - Emas berayun antara keuntungan dan kerugian setelah reli selama lima hari karena investor menimbang peningkatan pembelian fisik terhadap penyusutan aset produk ETF yang diperdagangkan di bursa.  Emas untuk pengiriman segera naik 0,3 persen menjadi $ 1,430.52 per ounce pada pukul 10:26 a.m. di Singapura. Logam itu naik untuk lima hari hingga kemarin setelah menyentuh satu minggu tertinggi di $ 1,439.30. Harga saat ini berada 8,4 persen di bawah penutupan 11 April di $ 1,561.45 sebelum terjadinya sell off dua hari dengan kejatuhan 14 persen hingga 15 April - penurunan terburuk sejak 1983. Volume untuk kontrak tunai benchmark Shanghai Gold Exchange melonjak ke rekor baru kemarin, sedangkan penjualan koin emas di Mint AS hampir tiga kali lipat sejauh bulan April ini, dibandingkan dengan total penjualan sebulan yang lalu. Bullion pada exchange-traded prodct menurun untuk hari ke-15 ke 2,330.517 metrik ton kemarin, terendah setidaknya sejak November 2011. "Emas telah pulih mengikuti peningkatan permintaan fisik yang naik secara signifikan, tetapi maginitude dari rebound tersebut masih relatif kecil dibandingkan penurunan harga yang sangat tajam sebelumnya," kata Feng Liang, seorang analis dari GF Futures Co. "Penurunan terus-menerus dalam exchange-traded funds menjadi khawatiran tersendiri." Emas telah jatuh 15 persen pada tahun 2013 setelah naik selama 12 tahun berturut-turut hingga 2012. Logam menyentuh terendah dua-tahun di $ 1,321.95 pada tanggal 16 April ditengah spekulasi bahwa bank-bank sentral di Eropa mungkin akan menjual kepemilikan emasnya untuk mengumpulkan dana menutupi utang dan data menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh kurang dari yang diperkirakan. Keyakinan Investor untuk transaksi di ETFs emas menurun menurut Morgan Stanley dalam sebuah laporan hari ini. Emas untuk pengiriman Juni naik sebanyak 0,5 persen menjadi $ 1,428.30 per ounce di Comex, naik untuk hari keempat. US Mint telah menjual 175.000 ounce koin emas sejauh ini dalam bulan April, menurut website-nya. Yang dibandingkan dengan penjualan di bulan Maret yang hanya 62.000 ounce. Emas tunai untuk kemurnian 99,99 persen sedikit berubah di 288,65 yuan suatu gram ($ 1,453.61 per ounce) pada Shanghai Gold Exchange, pasar spot bullion terbesar di China. Volume pada kontrak itu mencapai rekor 43.272 kilogram kemarin. (brc)