Bloomberg, (22/4) - Volume Emas untuk kontrak tunai acuan di Shanghai Gold Exchange, pasar spot bullion terbesar di China, naik ke rekor tertinggi karena kejatuhan harga pekan lalu telah banyak menarik para pembeli. Volume untuk emas batangan dengan kemurnian 99,99 persen melebihi 43.000 kilogram (43 ton) untuk pertama kalinya, dan menduduki puncak sebelumnya di 30.440 kilogram pada tanggal 19 April lalu, menurut data bursa tersebut yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Harga naik sebanyak 1,7 persen ke tertinggi satu minggu di 290,40 yuan per gram ($ 1,461.22 per ounce), dan diperdagangkan pada posisi 288,50 yuan per gram pukul 3:30 p.m. waktu Singapura, menguat untuk hari kedua. Harga emas di Shanghai anjlok 12 persen dalam dua hari perdagangan hingga 16 April - mengikuti penurunan di pasar bullion internasional. Spot emas di London turun 14 persen dalam dua hari hingga 15 April, kemerosotan terburuk dalam tiga dekade. Logam untuk pengiriman segera naik 1,5 persen menjadi $ 1,424.89 per ounce hari ini, menguat untuk hari kelima di reli terpanjangnya pada tahun ini. "Permintaan emas fisik di China telah luar biasa besar setelah harga jatuh, jadi para dealer emas fisik dan pembuat perhiasan harus mengisi persediaan mereka pasca penjualan yang kuat," kata Song Heping, asisten manajer dari Xiamen City Commercial Bank Co. Penjualan ritel emas hingga tiga kali lipat di China pada 15-16 April, menurut Asosiasi Emas China yang anggotanya termasuk pengecer bullion dan bank komersial. Beberapa orang telah menunggu kesempatan seperti ini sejalan dengan emas yang telah diperdagangkan di atas $ 1.500 per ounce dalam dua tahun terakhir, Zhang Bingnan, wakil ketua asosiasi tersebut mengatakan pada 17 April lalu. (brc)
22 April 2013
Bursa HK naik untuk hari kedua ditopang sektor konstruksi
April 22, 2013
News Market
Bloomberg, (22/4) - Bursa Hong Kong naik untuk hari kedua karena saham terkait infrastruktur menguat karena spekulasi naiknya permintaan untuk konstruksi pasca terjadinya gempa bumi di provinsi Shicuan, barat daya China. Indeks Hang Seng naik 0,5 persen di 22,112.10 pada pukul 3:26 p.m. di Hong Kong, setelah jatuh sebanyak 0,3 persen dengan volume perdagangan 24 persen di bawah 30-hari rata-rata. Hang Seng China Enterprises meningkat 0,4 persen di 10,625.83. Index berjangka Hang Seng naik 0,5 persen menjadi 22.117. Sementara, HSI Volatilitas Indeks turun 0,9 persen di 17,01, yang menunjukkan indikasi adanya ayunan sekitar 4,9 persen untuk acuan ekuitas dalam 30 hari ke depan. (brc)
Yen jatuh terendah 4-tahun pasca pertemua G20, saham Jepang reli
April 22, 2013
News Market
Bloomberg, (22/4) - Pasar saham Jepang berakhir naik, dengan Nikkei 225 Stock Average tutup pada level tertinggi sejak 2008 karena yen diperdagangkan mendekati level terendahnya dalam empat tahun terakhir setelah Kelompok G-20 menahan diri dari mengkritik langkah Bank of Japan terhadap kebijakan stimulusnya. Indeks Nikkei 225 naik 1,9 persen dan ditutup pada posisi 13,568.37 di Tokyo, tertinggi sejak Juli 2008. Indeks Topix naik 1,7 persen menjadi 1,145.60. 31/33 kelompok industri berakhir di zona hijau. "Pasar saham masih bereaksi terhadap pelemahan yen setelah G-20 memaklumi langkah pelonggaran moneter yang dilakukan Jepang," kata Koichi Kurose, kepala strategi pasar dari Resona Bank Ltd di Tokyo. "Ke depannya, sulit untuk berharap adanya banyak kejutan positif yang keluar baik dari Bank of Japan maupun pemerintah, dan laju gain diperkirakan untuk melambat. Namun demikian, pelemahan yen seiring dengan trend menguatan saham kemungkinan akan berlanjut sampai pertengahan Mei mendatang." Yen jatuh ke posisi 99,74 per dolar, mendekati level terlemah sejak April 2009. Meskipun G-20 menegaskan kembali komitmennya di bulan Februari lalu untuk menghindari "devaluasi kompetitif," tapi tidak mengkritisi rencana BOJ untuk menggandakan basis moneternya yang "dimaksudkan untuk menghentikan deflasi dan meningkatkan permintaan domestik." Pasca pertemuan G20, Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa ia dan BOJ akan tetap dengan kampanye untuk mengalahkan 15 tahun deflasi. "Tidak ada kejutan negatif dari pertemuan G-20 dan semuanya berakhir dengan damai, yang mengarah ke pelemahan yen dan kenaikan saham," kata Seiichiro Iwamoto, dari Mizuho Asset Management Co. "Fokus pasasr berikutnya adalah tentang kinerja pendapatan dan apakah pelemahan yen tersebut dapat membantu para produsen." (brc)
Langganan:
Postingan (Atom)














