Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

19 April 2013

Emas menguat didorong oleh short-covering dan bargain hunting dalam perdaganganroller-coaster


18/04 (Reuters) – Harga emas naik pada hari Kamis oleh membaiknya permintaan fisik tetapi para buyer tetap berhati-hati menyusul sell-off historis logam mulia ini pada awal minggu. Emas rebound tajam setelah jatuh hampir 3 persen pada perdagangan Asia di tengah berita bahwa kepemilikan terbesar di dunia Exchange-Traded Fund (ETF), SPDR Gold Trust, telah turun 1 persen ke levelterendah dalamtiga tahun. Tanda-tanda peningkatan permintaan fisik di harga yang lebih rendah, termasuk serentetan pembelian emas batangan, koin dan nugget (gumpalan emas) di Asia, dan sangat kuatnya penjualan koin emas di AS,mendongkrak pasar. Kemerosotan di dalam ekuitas AS atas klaim pengangguran mingguan AS yang mengecewakan dan data pabrik, dikombinasikan dengan pemulihan di hampir sebagian besar komoditas yang dipimpin olehminyak mentah juga meningkatkanminat emas. Sentimen di kalangan investor emas tetap terguncang karena penurunan tajam emas mendorong pasar mempertanyakan status tradisional logammulia ini sebagaisafe haven. "Kelemahan di pasar ekuitas mungkin akan melihat beberapa pembelian yang masuk kembali ke emas. Ini mungkin akan panjang sebelum “logam kuning” ini memberikan banyak perasaan aman, "kata Carlos Perez-Santalladi broker komoditas Marex Spectron. Spot emas turun 0,8 persen pada $1,387.50 per ounce, setelah sebelumnya mencapai levelrendah di $1,339.86. "Volatilitas kemungkinan akan tetap sangat tinggi dalam beberapa sesi ke depan," kata analis Commerzbank, Daniel Briesemann. Diberitakan $34 miliar fund negara minyak Azerbaijan berencana menambahkan cadangan 12 ton emas untuk mencapai cadangan 30 ton, direktur eksekutif fund mengatakan kepada Reuters, berita tersebut membantumen-support pasar.(rf)

1 Bursa HK bukukan penurunan beruntun terpanjang sejak Mei 2012


Bloomberg (18/04) – Bursa Hong Kong jatuh, dengan indeks patokan Hong Kong menandai kerugian beruntun terpanjang dalam hampir satu tahun terakhir karena prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah dan sektor pertambangan yang turun. Sektor properti China setelah China melaporkan kenaikan harga rumah pada bulan Maret. Indeks Hang Seng tergelincir 0,3 persen menjadi 21,512.52 pada penutupan hari ini yang merupakan penurunan hari kelima dan beruntun terpanjang sejak 14 Mei. Volume perdagangan mencapai 17 persen di bawah rata-rata 30-hari. Hang Seng China Enterprises Index, saham-saham perusahaan China yang terdaftar di bursa HKmundur 0,3 persenmenjadi 10,266.59. "Tren pasar terbaru adalah trader individu berfokus pada masing-masing sektor dan saham," kata Ben Kwong, chief operating officer dari KGI Asia Ltd. "Tren pasar secara keseluruhan masih lemah karena kekhawatiran yang berlaku tentang flu burung dan masalah utang lokal di China." Hingga kemarin, Hang Seng Index turun 4,8 persen tahun ini, dan menjadikannya bursa berkinerja terburuk bersama dengan Italia menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Produsen bahan mentah turun, dengan emas, perak dan harga minyak memperpanjang penurunannya. Tembaga berjangka turun paling tajam dalam setahun terakhir, menuju harga terendah sejak Oktober 2011. Pada hari ini sekitar 10 komponen dari 24 bahan baku di Standard & Poor GSCI berada di bear market yang umumnya mendefinisikan 20% penurunan dari level penutupan tertinggi menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Saham terkait dengan Eropa jatuh setelah IMF mengatakan bahwa utang korporasi di negara kawasan euro bisa memaksa perusahaan-perusahaan untuk menjual aset dan pengurangan dividennya sehingga ini akan melemahkan kepercayaan investor. (brc)

Nikkei 225 berakhir turun setelah Yen tekan eksportir


Bloomberg (18/04) – Pasar saham Jepang jatuh, dengan Nikkei 225 Stock Average turun untuk keempat kalinya dalam lima hari perdagangan terakhir karena naiknya yen yang membebani eksportir dan penurunan harga komoditas membuat saham-saham pertambangan dan energi bergerak lebih rendah. Indeks Nikkei 225 turun 1,2 persen menjadi 13,220.07 pada penutupan perdagangan di Tokyo. Indeks Topix kehilangan 1,2 persen menjadi 1,122.97. Index tersebut pekan lalu naik ke level tertinggi sejak September 2008, melonjak 11 persen dalam enam hari setelah Bank of Japan mengumumkan rencana pembelian obligasi yang paling agresif. "Reli saham pada harapan pelonggaran moneter akhirnya berakhir," kata Masaru Hamasaki, strategist senior dari Sumitomo Mitsui Asset Management Co. "Makanya tidak heran juga ada investor yang ingin menjual." Morgan Stanley mengatakan bahwa index Topix akan jatuh kelevel 1.020 dalam waktu dekat karena investor menunggu rilis laporan pendapatan perusahaan dan perkembangan dalam reformasi ekonomi yang dijanjikan oleh bank sentral. Indeks Topix diperkirakan mengakhir tahun ini disekitar 1.270, dibandingkan dengan rata-rata perkiraan analis yang disurvei oleh Bloomberg bulan ini ke level 1.160. Departemen Perdagangan Jepang merilis data ekonomi yang menunjukan bahwa ekspor Jepang naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya, sementara defisit perdagangan menyempit menjadi ¥ 362.4milyar dari ¥ 777.5milyar pada bulan Februari. (brc)