Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

11 April 2013

Bursa berjangka Eropa sedikit berubah jelang rilis buletin ECB, klaim pengangguran AS


Bloomberg, (11/4) - Bursa saham berjangka Eropa sedikit berubah, setelah Eropa Stoxx 600 Index mencatat reli terbesar dalam sebulan terakhir menjelang rilis buletin bulanan dari bank sentral Eropa dan data klaim pengangguran AS. Indeks berjangka AS juga sedikit berubah, sementara saham-saham Asia menguat. Kontrak pada indeks Euro Stoxx 50, patokan untuk wilayah euro, turun kurang dari 0,1 persen menjadi 2.596 pada pukul 07:09 a.m. di London. Kontrak pada Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,1 persen. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1 persen, sedangkan MSCI Asia Pacific Index naik 1,5 persen ke level tertinggi 20-bulan. Bank Sentral Eropa akan menerbitkan laporan bulanan hari ini pada pukul 10:00 a.m. di Frankfurt. Bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah dan terus menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan, kata seorang anggota dewan gubernur ECB, Christian Noyer kemarin. Klaim pengangguran di AS kemungkinan akan turun ke 360.000 dalam pekan yang berakhir 6 April lalu dari 385.000 pada minggu sebelumnya berdasarkan prediksi analis sebelum laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS itu dirilis pada pukul 8:30 a.m. di Washington.(brc)

Bursa HK naik ke-3 kalinya setelah data kredit baru China melebihi perkiraan


Bloomberg, (11/4) - Saham-saham Hong Kong menguat, dengan indeks patokan menuju kemenangan beruntun terpanjang dalam dua minggu terakhir setelah tingkat pinjaman baru dalam bentuk yuan China melampaui perkiraan ekonom. Hang Seng Index naik 0,8 persen menjadi 22,220.65 pada pukul 1:14 p.m. di Hong Kong, menuju kemenangan beruntun terpanjang sejak 27 Maret. Indeks ini juga menuju penghapusan kerugian pekan lalu yangdiakibatkan oleh wabah baru flu burung di China. Hang Seng China Enterprises Index, yang melacak saham daratan di HK, naik 1 persen di 10,801.04. "Secara keseluruhan kita mungkin telah melihat low jangka pendek pada minggu laluh sehingga kita mungkin akan mengkonsolidasikan kondisi tersebut terlebih dahulu dan kemudian berlanjut naik dari sini," kata Alex Wong, direktur dari Ample Capital Ltd. "Data kredit baru di China tidak begitu buruk sehingga sentimen mungkin akan meningkatkan dari sini." Tingkat pinjaman dalam yuan mencapai 1,06 triliun yuan ($ 171 milyar) pada bulan Maret berdasarkan rilis data bank sentral China pagi ini. Itu dibandingkan dengan 900 miliar yuan estimasi median dalam survei Bloomberg dari 34 ekonom. M2, ukuran yang lebih luas untuk pasokan uang di China, naik 15,7 persen, melebihi perkiraan median dari 14,6 persen. (brc)

Emas berayun didekat level terendah sepekan


Bloomberg, (11/4) - Emas berfluktuasi di dekat level terendah dalam hampir seminggu terakhir karena harga yang lebih murah mulai memikat para pembeli, sementara beberapa investor masih mengurangi kepemilikan emasnya pada spekulasi bahwa Federal Reserve AS mungkin akan mempertimbangkan penarikan skala stimulusnya. Emas untuk pengiriman segera naik 0,1 persen menjadi $ 1,560.75 per ounce pada pukul 11:51 pagi di Singapura setelah jatuh 0,3 persen menjadi $ 1,553.65, harga terendah sejak 5 April. Bullion jatuh 1,7 persen kemarin, terbesar sejak 20 Februari Beberapa pejabat Fed mengatakan bahwa bank sentral harus mulai memperketat program quantitative easing-nya hingga akhir tahun ini dan menghentikannya pada akhir tahun, menurut risalah pertemuan kebijakan pada bulan Maret lalu yang dirilis kemarin. Setiap bulannya Fed membeli $ 85 milyar dalam bentuk sekuritas. Aset di SPDR Gold Trust, produk ETFs emas terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa, turun menjadi 1,183.53 metrik ton kemarin, terbesar setidaknya sejak Mei 2010. "Sentimen negatif terhadap emas terus berlanjut, data terbaru dari SPDR Gold Trust juga menunjukkan kelanjutan kejatuhan kepemilikan," kata Mark Pervan, analis dari Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd. (brc)