Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

28 Maret 2013

Sektor perbankan China tekan perdagangan saham sesi I

Bloomberg, (28/3) - Saham-saham Hong Kong turun, dengan indeks acuan HK menuju penurunan kuartalan pertamanya sejak Juni, dipimpin oleh perbankan China setelah regulator perbankan memperketat aturan tentang produk manajemen kekayaan (wealth management). Indeks Hang Seng turun 1,3 persen menjadi 22,168.59 pada pukul 01:52 siang di Hong Kong, dengan sekitar empat saham jatuh untuk setiap satu yang naik. Hang Seng China Enterprises Index turun 2,2 persen menjadi 10,786.27. Bank-bank kreditur China menurun setelah Komisi Regulator Perbankan China memerintahkan bank-bank komersial untuk membatasi investasi dana klien wealth management aset kredit-nya yang tidak diperdagangkan secara publik. "Pembatasan itu mengejutkan pasar," kata Yoji Takeda, dari RBC Investment Management (Asia) Ltd. "Pemerintah China bahwa merasa inflasi telah menjadi masalah baru dan mereka harus mengambil beberapa langkah-langkah preventif. Untuk jangka pendek ada sedikit kejutan untuk pasar, namun untuk jangka panjang, masih ada lingkungan yang sangat baik untuk ekuitas dengan membaiknya perekonomian global." Pasar saham akan ditutup selama libur Paskah menjelang akhir pekan empat hari mulai besok dan melanjutkan perdagangan pada 2 April mendatang. Indeks ini menuju penurunan bulan kedua, membawa kerugian kuartal menjadi 2,1 persen, akibat kekhawatiran China akan menambah kebijakan pembatasan properti dan bahwa krisis perbankan Siprus akan menyalakan kembali krisis utang Eropa yang lebih luas. Bank-bank Siprus akan dibuka kembali hari ini untuk pertama kalinya dalam hampir dua minggu tutup, dengan aturan yang baru yang membatasi akses ke uang tunai. Hal ini membuat investor "sedikit hati-hati," kata RBC Takeda. Saham-saham finansial menjadi kontributor penurunan terbesar pada indeks Hang Seng setelah regulator perbankan China mengatakan kepada bank-bank kemarin untuk membatasi investasi dana klien dalam aset kredit hingga 35 persen dari semua uang yang diperoleh dari penjualan produk wealth management. Pengembang properti China jatuh di tengah laporan pembatasan properti. Shenzhen akan meningkatkan uang muka untuk pembelian rumah kedua menjadi 70 persen dari 60 persen saat ini, menurut laporan 21th Century Business Herald. Provinsi provinsi di bagian tengah dan barat China akan mengumumkan langkah-langkah rinci bulan depan, menurut laporan terpisah di China Securities Journal. (brc)

Sektor perbankan China memimpin penurunan bursa HK Kamis pagi


Blomberg, (28/3) - Pasar saham Hong Kong turun, dengan indeks acuan HK menuju penurunan kuartalan pertama sejak Juni; dipimpin oleh perbankan China setelah regulator China memperkenalkan kebijakan untuk membatasi investasi wealth management. Agricultural Bank of China Ltd, tenggelam 2,1 persen, China Life Insurance Co turun 1 persen setelah kedua perusahaan tersebut melaporkan laba yang merosot untuk tahun kedua berturut-turut di tengah kerugian investasi. China Overseas Land & Investment Ltd turun 1,6 persen setelah sebuah laporan mengatakan bahwa pemerintah kota di Shenzhen selatan akan menaikan uang muka untuk pembelian rumah kedua. Indeks Hang Seng turun 1 persen menjadi 22,244.45 pada pukul 10:21 pagi di Hong Kong, dengan sekitar tujuh saham jatuh untuk setiap satu yang naik. Indeks ini menuju bulan kedua penurunannya pada kekhawatiran bahwa China akan menambah kebiajkan pembatasan properti dan bahwa krisis perbankan Siprus akan menyalakan kembali krisis utang Eropa. Hang Seng China Enterprises Index turun 1,6 persen menjadi 10,856.86. Saham-saham perbankan China menurun setelah Komisi Regulator Perbankan China memerintahkan bank-bank komersial untuk membatasi investasi mereka dari produk wealth management pada non- ETF. "Kebijakan pembatasan ini mengejutkan pasar," kata Yoji Takeda dari RBC Investment Management (Asia) Ltd. "Pemerintah China mulai merasa bahwa inflasi menjadi masalah dan mereka mengambil beberapa langkah-langkah preventif. Untuk jangka pendek ada sedikit kejutan di pasar, namun untuk jangka panjang, masih ada kondisi yang sangat baik untuk ekuitas dengan membaiknya perekonomian global." (brc)

Emas stabil, abaikan dollar AS

Reuters, (28/3) - Emas mengabaikan dolar AS dan tetap stabil pada Kamis pagi di tengah kekhawatiran kesepakatan penyelamatan untuk Siprus bisa yang menjadi template untuk memecahkan krisis perbankan di zona euro, mendorong investor untuk beralih ke emas untuk save haven. Emas sedikit berubah pada posisi $ 1,604.91 per ounce pukul 07:25 WIB. Emas berada di jalur untuk naik sekitar 1,6 persen pada bulan Maret, yang akan menjadi kenaikan bulanan pertama setelah membukukan kerugian dalam lima bulan terakhir. Emas AS untuk April berada di $ 1,604.80 per ounce, atau turun $ 1,40. Euro jatuh di posisi terendah empat bulan pagi ini di Asia; mengalami kemunduran lebih lanjut karena kenaikan biaya pendanaan Italia yang menekan sentimen pasar yang sudah dicemaskan tentang kesepakatan penyelamatan Siprus. Italia harus membayar lebih untuk biaya obligasi selama lima tahun, terbesar sejak Oktober di acara lelang obligasi pada Rabu kemarin karena kurangnya kemajuan dalam membentuk pemerintahan baru di neagara itu dan kekhawatiran tentang bailout Siprus yang berdampak pada tingkat permintaan, meskipun imbal hasil obligasi 10-tahun turun. (brc)