INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (11/3/2013) berpotensi untuk menguat meskipun Italia mengalami penurunan rating kredit menjadi BBB dari lembaga Fitch. Pada Jumat (8/3/2013), lembaga rating Fitch telah menurunkan peringkat utang untuk Italia dengan ketidakpastian politik. Alasannya dengan hasil pemilu yang tidak memunculkan pihak yang mayoritas maka tidak dapat membentuk pemerintahan yang stabil. "Ini menambahkan situasi politik yang tidak kondusif untuk melanjutkan reformasi ekonomi," demikian pernyataan resmi Fitch seperti mengutip cnbc.com. Hari ini pasar menunggu data ekonomi Jerman untuk neraca perdagangan. Sedangkan Portugal dan Italia untuk pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2012. Sementara Prancis akan merilis dana industri dan produksi manufaktur.
12 Maret 2013
11 Maret 2013
Pemulihan ekonomi Jepang lebih cepat
Maret 11, 2013
News Market
Kontan (11/3) - Pemulihan ekonomi Jepang setelah krisis tahun 2011 bakal berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Indikasinya, produk domestik bruto (PDB) kuartalan yang berakhir Desember 2012, naik 0,2% dari kuartal sebelumnya. Hasil ini lebih baik dari perkiraan awal pemerintah yang memprediksi PDB akan mengalami kontraksi 0,4%. Pencapaian ini memperkuat kampanye Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengakhiri masa deflasi 15 tahun dan menghidupkan kembali negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu. Dalam pengumuman resmi, pemerintah menyatakan, pemicu pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan konsumsi swasta dan investasi publik. Konsumsi swasta naik 0,5%, lebih besar dari perhitungan awal yang hanya 0,4% dan investasi pemerintah tumbuh sebesar 1,8%. Sedang belanja modal turun 1,5%, tapi lebih kecil dari prediksi yang mencapai 2,6%. Para ekonom memperkirakan ekonomi Jepang bakal tumbuh 2% dalam setahun ke depan. "Ekonomi Jepang sedang menuju pemulihan. Bila pengeluaran pemerintah semakin besar, laju pertumbuhan pun bisa semakin cepat," kata Koya Miyamae, Ekonom SMBC Nikko Securities Inc. Apalagi, bila nilai tukar yen terjaga dalam level yang rendah seperti saat ini. Pada perdagangan 8 Maret lalu, nilai tukar yen sebesar 95,23 per dollar AS. Itu merupakan nilai tukar terendah dalam 3,5 tahun terakhir. Nilai tukar yang rendah akan memacu pertumbuhan industri. Produk buatan Jepang semakin laris di pasaran sehingga meningkatkan ekspor. Walhasil, akan bisa mengurangi defisit perdagangan. Kementerian Keuangan mengumumkan, defisit transaksi berjalan bulan Januari sebesar ¥ 364,8 miliar atau US$ 3,8 miliar. Jumlah itu anjlok drastis dari periode sama tahun lalu yang mencatatkan surplus ¥ 4,7 triliun. Defisit terjadi karena impor energi yang besar setelah penghentian operasional pembangkit listrik tenaga nuklir.
Waduh, harga emas bakal terus diseret turun!
Maret 11, 2013
News Market
Kontan (11/3) - Kemilau harga emas ditengarai mulai redup. Harga logam mulia ini cenderung lesu dari hari ke hari. Mayoritas analis dan hedge fund yang semula begitu optimistis kini ramai-ramai berbalik memangkas proyeksi harga emas. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana nasib harga emas mendatang? Euforia kenaikan harga emas berlangsung sedikitnya empat tahun terakhir. Jika Anda ingat, tsunami finansial yang melanda perekonomian global di kisaran tahun 2007–2008 silam menyisakan ketidakpastian pasar. Emas yang banyak disebut-sebut sebagai safe haven, ketika itu banyak diserbu pelaku pasar sebagai bentuk aksi lindung nilai alias hedging. (liat kelanjutan di website...)
Berikut prediksi rata-rata harga emas terbaru oleh para pemain kakap pasar emas dunia : Prediksi Rata-rata Harga Emas oleh Analis dan Bank Investasi Dunia
Institusi Prediksi (US$ per oz)
2013 2014 2015
Goldman Sachs 1600 1450 -
Bloomberg Analyst 1589 1586 1601
BNP Paribas 1670 1595 -
Credit Suisse 1740 1720 1500
BoA Merril Lynch 1810 1990 1810
Citigroup 1675 1645 -
HSBC 1850 1775 -
Standard Chartered 1731 1900 1700
Morgan Stanley 1773 1845 1750
Deutsche Bank 1856 1900 1800
Barclays Capital 1778 1550 -
JP Morgan 1775 1819 -
http://investasi.kontan.co.id/news/waduh-harga-emas-bakal-terus-diseret-turun
Institusi Prediksi (US$ per oz)
2013 2014 2015
Goldman Sachs 1600 1450 -
Bloomberg Analyst 1589 1586 1601
BNP Paribas 1670 1595 -
Credit Suisse 1740 1720 1500
BoA Merril Lynch 1810 1990 1810
Citigroup 1675 1645 -
HSBC 1850 1775 -
Standard Chartered 1731 1900 1700
Morgan Stanley 1773 1845 1750
Deutsche Bank 1856 1900 1800
Barclays Capital 1778 1550 -
JP Morgan 1775 1819 -
http://investasi.kontan.co.id/news/waduh-harga-emas-bakal-terus-diseret-turun
Langganan:
Postingan (Atom)











