Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

02 Maret 2013

Wall Street ditutup pada zona hijau karena data bayangi budget cut


Reuters (01/03) – Saham-saham di bursa Wall Street menguat tipis pada penutupan Jumat, menjadikan S&P 500 mencatat gain minim dalam minggu volatil karena kuatnya data ekonomi membayangi kekhawatiran pertumbuhan di Cina dan Eropa dan membiarkan investor mengabaikan pengaruh dari ekspektasi pemotongan belanja pemerintah. Saham dibuka melemah tajam akibat pabrik Asia melambat dan output Eropa jatuh, tetapi sebagian besar pelemahan tersebut menyusut setelah sebuah laporan menunjukkan aktivitas manufaktur bulan lalu tumbuh pada laju tercepat dalam20 bulan. Sentimen konsumen juga meningkat pada bulan Februari karena orangAmerika berbalik lebih optimis terhadap bursa kerja. Pemotongan anggaran pemerintah $850 yang siap dimulai, Presiden Barack Obama menyalahkan Partai Republik mengenai kegagalan mereka mencapai kompromi untuk menghindari pemotongan, yang dikenal sebagai sequester. Tapi bursa saham tampaknya telah dihargai pada kegagalan legislator untuk mencapai kesepakatan. Dow Jones industrial average naik 35,17 poin, atau 0,25 persen, ke posisi 14,089.66 pada penutupan Jumat. Indeks Standard & Poor `s 500 naik 3,52 poin, atau 0,23 persen, ke level 1,518.20. Nasdaq Composite Index naik 9,55 poin, atau 0,30 persen, ke level 3,169.74. Untuk minggu ini, Dow naik 0,6 persen, S&P 500 naik tipis 0,2 persen danNasdaq naik 0,3 persen. Suku bunga rendah karena kebijakan moneter yang akomodatif Federal Reserve telah membantu ekuitas terus menarik investor. (rf)

Index Topix Naik Ke Level Tertinggi 2010


Bloomberg (01/03) – Indeks Topix Jepang ditutup pada level tertingginya sejak 2010 setelah penurunan harga konsumen menambah tekanan untuk Bank of Japan mengindahkan seruan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam upaya mengekang deflasi. Sektor properti dan utilitas catat gain. Index Topix naik 0,9 persen menjadi 984,33 di Tokyo, penutupan tertinggi sejak 30 April 2010. Pengukur ekuitas Jepang tersebut naik 2,2 persen selama pekan ini. Nikkei 225 Stock Average naik 0,4 persen menjadi 11,606.38 setelah menyelesaikan gain bulan ketujuh kemarin. Indeks harga konsumen Jepang tidak termasuk makanan segar turun 0,2 persen pada bulan Januari dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan ketiga berturut-turut, kata biro statistik Jepang hari ini. Jika dikonfirmasi oleh parlemen, Presiden Asian Development Bank, Haruhiko Kuroda akan menggantikan Gubernur BOJ, Masaaki Shirakawa yang akan habis masa jabatannya. Analis dari Nomura Holdings Inc hingga Mizuho Securities Co mengatakan bahwa pelonggaran kebijakan akan dikeluarkan lagi segera setelah bank sentral Jepang mengadakan pertemuan pertama pada 3 April mendatang yang bertepatan juga setelah habis masa jabatanGubernur BOJlama pada tanggal 19 Maret. Sektor property naik pada harapan stimulus lebih lanjut. Mitsubishi Estate naik 6,1 persen di 2.450 yen. Hoosiers Corp, melonjak 9,2 persen menjadi 84.700 yen. Sektor utilitas juga menguat setelah pernyataan Abe seputar restart reaktor nuklir. Abe juga mengatakan bahwa pemerintah akan mengurangi ketergantungan pada tenaga nuklir, mengejar upaya hemat energi dan memaksimalkan penggunaan energy alternatif. (brc)

Data AS yang kuat seret harga emas,investor abaikan spendingcuts


01/03 (Reuters) – Pada hari Jumat emas jatuh, mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut, akibat reputasinya sebagai safe-haven gagal menarik pembeli setelah data ekonomi AS yang kuat dan pasar global masih relatif tenang menjelang pemotongan belanjapemerintah AS. Emas turun karena dolar menguat setelah data ekonomi AS termasuk pengeluaran konsumen, kepercayaan konsumen dan aktivitas pabrik semua menunjuk adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Beberapa investor percaya prospek AS yang lebih baik bisa mendorong Federal Reserve untuk menghentikan stimulus lebih awal dari yang diperkirakan. Emas masih lemah karena pemerintah AS akan memulai memangkas belanja pemerintah federal di semua departemen, yang dikenal sebagai "sequestration," yang mengancam menghambat pemulihan ekonomi, setelah Presiden Barack Obama dan para pemimpin Kongres gagalmenemukan rencana anggaran alternatif. "Sequestration ini tidak terlalu mendukung emas itu sendiri karena (pengaruh) itu secara bertahap dan tidak akan menghasilkan banyak gejolak," kata Peter Buchanan, ekonom senior di CIBC World Markets. Para analis sekarang memantau bagaimana Kongres yang terpecah ini akan menyetujui plafon utang berikutnya, yang dijadwalkan mulai berlaku pada tanggal 18 Mei. Emas reli ke all-time high pada bulan September 2011 sebulan setelah Amerika Serikat kehilangan peringkat kredittop-tier pada tahun itu. Emas berjangka AS untuk pengiriman April turun $5,80 pada $1,572.30, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di atas rata-rata 250-hari, data awal Reuters menunjukkan. Emas jatuh seiring dengan penurunan tajam pada komoditas lainnya seperti tembaga dan minyak mentah setelah data ekonomi yang lesu di China dan zona euro yang menekan sentimen. (rf)